 |
| يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ ۖ تَبْتَغِي مَرْضَاتَ أَزْوَاجِكَ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ {١} |
1. Wahai Nabi, mengapa engkau melarang dirimu dari sesuatu yang dihalalkan oleh Allah hanya karena engkau ingin menyenangkan istri-istrimu? Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang kepadamu. |
| قَدْ فَرَضَ اللَّهُ لَكُمْ تَحِلَّةَ أَيْمَانِكُمْ ۚ وَاللَّهُ مَوْلَاكُمْ ۖ وَهُوَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ {٢} |
2. Allah telah mensyariatkan untuk kalian, wahai orang-orang beriman, untuk membatalkan sumpah kalian dengan membayar kafaratnya, yaitu: memberi makan sepuluh orang miskin, memberi pakaian mereka, atau membebaskan budak. Siapa yang tidak mampu, hendaklah berpuasa tiga hari. Allah adalah penolong dan pengurus urusan kalian. Dia Maha Mengetahui hal yang baik bagi kalian sehingga Dia mensyariatkannya untuk kalian dan Dia Mahabijaksana dalam ucapan dan perbuatan-Nya. |
| وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ {٣} |
3. Ketika Nabi merahasiakan sebuah pembicaraan kepada istrinya, Hafshah Lalu, ketika Hafshah memberitahu Aisyah dan Allah memberitahukan tindakannya menyebarkan rahasia itu kepadanya, ia memberitahu Hafshah tentang sebagian rahasia yang telah disebarkannya dan tidak memberitahunya sebagian lain sebagai kemurahan hatinya. Ketika ia memberitahunya tentang penyebaran pembicaraan itu, ia bertanya: "Siapakah yang memberitahumu tentang ini?" Nabi menjawab: "Aku telah diberitahu oleh Allah Yang Mahatahu dan Maha Mengerti, yang tidak tersembunyi apa pun dari-Nya. |
| إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ {٤} |
4. Jika kamu berdua, wahai Hafshah dan Aisyah, kembali kepada Allah, sungguh pada diri kalian telah terdapat hal yang mengharuskan kalian bertaubat karena kecenderungan hati kalian menyukai apa yang dibenci oleh Rasulullah, yaitu menyebarkan rahasianya. Tetapi jika kalian berdua saling membantu dalam menyakitinya maka Allah adalah wali dan penolongnya, begitu pula Jibril dan orang-orang beriman, dan para malaikat menjadi penolong baginya setelah pertolongan Allah, dari tindakan siapa saja yang menyakiti dan memusuhinya. |
| عَسَىٰ رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا {٥} |
5. Semoga jika ia menceraikan kalian, wahai para istri. Maka sebagai pengganti kalian, Rabbnya menikahkannya dengan istri-istri yang tunduk taat kepada Allah, beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mematuhi Allah, kembali kepada apa yang dicintai oleh Allah yaitu ketaatan kepada-Nya, banyak beribadah kepada-Nya, dan banyak berpuasa, baik mereka janda ataupun gadis. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ {٦} |
6. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, lindungilah diri kalian dengan melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. Lindungi pula keluarga kalian sebagaimana kalian melindungi diri dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Yang mengadzab penghuninya adalah para malaikat yang kuat dan kasar perilakunya. Mereka tidak pernah menyelisihi perintah Allah dan senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَعْتَذِرُوا الْيَوْمَ ۖ إِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ {٧} |
7. Akan dikatakan kepada orang-orang yang ingkar dan tidak percaya bahwa Allah itu ilah yang haq, ketika mereka dimasukkan ke dalam neraka: "Janganlah kalian mencari-cari alasan pada hari ini. Sungguh, kalian hanya mendapat balasan amal yang dulu kalian lakukan di dunia." |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٨} |
8. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, bertaubatlah dari dosa-dosa kalian, kembalilah taat kepada Allah tanpa dicampuri lagi dengan kemaksiatan sesudah itu. Semoga Rabb kalian menghapuskan keburukan amal kalian dan memasukkan ke surga-surga yang dari bawah istana-istananya mengalir sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan dan mengadzab Nabi serta orang-orang yang beriman bersamanya. Akan tetapi, justru meninggikan kedudukan mereka. Cahaya mereka bergerak di depan dan sebelah kanan mereka. Mereka berkata, "Wahai Rabb kami, sempurnakanlah cahaya kami agar kami bisa melewati Shirath dan mendapat petunjuk jalan menuju surga. Maafkanlah kami, ampunkan dosa-dosa kami, dan tutupilah ia dari kami. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." |
| يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ {٩} |
9. Wahai Nabi, berjihadlah terhadap orang-orang yang menyatakan dan mengumumkan kekafiran, serta perangilah mereka dengan pedang! Berjihadlah pula terhadap orang-orang yang menyembunyikan kekafiran, dengan menyampaikan hujah serta melaksanakan hukum hudud dan syiar-syiar agama. Gunakanlah kekerasan dalam berjihad menghadapi kedua kelompok ini. Tempat kembali mereka di akhirat adalah Neraka Jahanam, betapa buruknya tempat kembali mereka itu. |
| ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ {١٠} |
10. Allah membuat perumpamaan tentang keadaan orang-orang kafir —dalam pergaulan dan kedekatan mereka dengan orang-orang beriman, bahwa hal itu tidak bermanfaat bagi mereka karena kekafiran mereka kepada Allah— seperti keadaan istri Nabi Nuh dan Nabi Luth. Keduanya adalah istri dua orang hamba Allah yang shalih, tetapi keduanya melakukan pengkhianatan kepada suami mereka dalam urusan agama. Kedua wanita itu kafir maka kedua rasul ini tidak bisa melindungi istri mereka dari adzab Allah, sama sekali. Kepada kedua istri mereka itu dikatakan: "Masuklah kalian berdua ke dalam neraka bersama orang-orang yang masuk neraka!" Pembuatan perumpamaan ini merupakan dalil bahwa kedekatan dengan para nabi dan orang-orang shalih tidak bermanfaat sama sekali jika amal yang dilakukan adalah amal buruk. |
| وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {١١} |
11. Allah membuat perumpamaan tentang keadaan orang-orang beriman —yang membenarkan Allah, beribadah kepada-Nya saja, dan mengamalkan syariat-Nya, bahwa mereka tidak akan terkena dampak negatif pergaulan dengan orang-orang kafir— dengan keadaan istri Firaun yang menjadi istri seorang yang paling keras kekafirannya kepada Allah sedangkan ia seorang wanita yang beriman kepada Allah. Ketika ia berkata: "Wahai Rabbku, bangunkan untukku di sisi-Mu sebuah rumah di surga. Selamatkanlah aku dari kekuasaan, cobaan, dan berbagai perbuatan jahat Firaun serta selamatkanlah aku dari kaum yang mengikutinya dalam kezhaliman dan kesesatan serta siksaan mereka." |
| وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيهِ مِنْ رُوحِنَا وَصَدَّقَتْ بِكَلِمَاتِ رَبِّهَا وَكُتُبِهِ وَكَانَتْ مِنَ الْقَانِتِينَ {١٢} |
12. Allah menjadikan Maryam binti Imran sebagai perumpamaan bagi orang-orang beriman. la menjaga kemaluannya dari zina, lalu Allah memerintah Jibril agar meniupkan ruh melalui kerah bajunya sehingga tiupan itu mencapai rahimnya sehingga ia mengandung Isa. Maryam pun membenarkan kalimat-kalimat Rabbnya dan menjalankan syariat-syariat yang ditetapkan-Nya bagi hamba-hamba-Nya, membenarkan kitab-kitab yang diturunkan kepada para rasul-Nya, dan ia termasuk golongan orang-orang taat. |
 |