سورةالحشر {٥٩} 59. AL-HASYR
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {١} 1. Setiap yang ada di langit dan di bumi memahasucikan Allah dari setiap hal yang tidak layak bagi-Nya. Dia Mahaperkasa yang tidak dikalahkan dan Mahabijaksana dalam takdir, urusan, perbuatan, dan syariat-Nya. Dia meletakkan segala urusan sesuai pada tempatnya.
هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ ۚ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا ۖ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا ۖ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ ۚ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَارِ {٢} 2. Dia yang telah mengusir Ahlukitab yang tidak memercayai kenabian Muhammad yaitu orang-orang Yahudi Bani Nadhir, dari tempat tinggal mereka yang bertetangga dengan orang-orang muslim di sekitar Madinah. Itu adalah kali pertama mereka dikeluarkan dari Jazirah Arab ke Syam. Wahai orang-orang muslim, kalian tidak pernah menyangka bahwa mereka akan terusir dari perkampungan mereka dengan kehinaan seperti ini, karena besarnya kekuatan mereka, dan orang-orang Yahudi itu menyangka bahwa benteng-benteng mereka itu bisa menolak adzab Allah dari mereka, dan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menembusnya. Allah mendatangi mereka dari arah yang tidak pernah terbersit dalam hati mereka serta menimpakan rasa takut dan cemas luar biasa di hati mereka, mereka merobohkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang beriman. Maka ambillah pelajaran, wahai orang-orang yang memiliki pandangan dan akal sehat, dari peristiwa yang menimpa mereka itu.
وَلَوْلَا أَنْ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَلَاءَ لَعَذَّبَهُمْ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابُ النَّارِ {٣} 3. Andaikata Allah belum menulis dan menetapkan ke-luarnya mereka dari perkampungan mereka itu, niscaya Dia mengadzab mereka di dunia dengan dibunuh dan ditawan, sedang di akhirat mereka akan menerima adzab neraka.
ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَاقُّوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۖ وَمَنْ يُشَاقِّ اللَّهَ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ {٤} 4. Adzab yang menimpa orang-orang Yahudi di dunia dan yang masih menanti mereka di akhirat itu disebabkan mereka menentang keras perintah Allah dan Rasul-Nya, memerangi keduanya, serta berupaya bermaksiat kepada keduanya. Barang siapa menentang Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah menimpakan hukuman yang keras kepadanya.
مَا قَطَعْتُمْ مِنْ لِينَةٍ أَوْ تَرَكْتُمُوهَا قَائِمَةً عَلَىٰ أُصُولِهَا فَبِإِذْنِ اللَّهِ وَلِيُخْزِيَ الْفَاسِقِينَ {٥} 5. Pohon kurma yang kalian tebang, wahai orang-orang beriman, maupun yang kalian biarkan berdiri di atas batangnya tanpa kalian ganggu, adalah dengan izin dan perintah Allah, agar dengan itu Allah menghinakan orang-orang yang tidak taat kepada-Nya serta menentang perintah dan larangan-Nya, di mana Dia telah memberi kalian kekuasaan untuk menebang dan membakar pohon kurma mereka.
وَمَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْهُمْ فَمَا أَوْجَفْتُمْ عَلَيْهِ مِنْ خَيْلٍ وَلَا رِكَابٍ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يُسَلِّطُ رُسُلَهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ {٦} 6. Harta fai' berupa apa pun yang diberikan oleh Allah kepada Rasul-Nya dari harta orang-orang Yahudi Bani Nadhir yang kalian tidak perlu mengendarai seekor kuda maupun unta untuk memperolehnya, namun Allah memberikan kekuasaan kepada para rasul-Nya atas siapa saja di antara musuh-musuh-Nya yang Dia kehendaki, sehingga mereka menyerah tanpa peperangan. Fai' adalah harta orang-orang kafir yang diambil secara haq tanpa melalui peperangan. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang melemahkan-Nya.
مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاءِ مِنْكُمْ ۚ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ {٧} 7. Harta fai' apa pun yang diberikan oleh Allah kepada Rasul-Nya dari harta orang-orang musyrik yang tinggal di berbagai kota tanpa pengerahan kuda dan unta, adalah milik Allah dan Rasul-Nya digunakan untuk kepentingan kaum muslimin secara umum, kaum kerabat Rasulullah anak-anak yatim, yaitu anak-anak fakir yang sudah ditinggal mati oleh ayahnya, orang-orang miskin yaitu orang-orang yang membutuhkan, dan ibnu sabil yaitu orang asing yang sedang musafir lalu kehabisan perbekalan dan tidak memiliki harta lagi. Hal demikian ini dimaksudkan agar harta tidak hanya menjadi hak milik yang beredar di kalangan orang-orang kaya, sedangkan orang-orang fakir dan miskin terhalang untuk memilikinya. Harta yang diberikan atau syariat yang ditetapkan oleh Rasul, hendaklah kalian ambil. Sedangkan apa yang kalian dilarang mengarnbil atau melakukannya, hendaklah dihindari. Bertakwalah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sungguh, siksa Allah sangat keras terhadap orang-orang bermaksiat yang menyelisihi perintah dan larangan-Nya. Ayat ini merupakan dalil wajibnya mengamalkan sunnah Rasul, baik berupa ucapan, perbuatan, maupun persetujuan.
لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ {٨} 8. Orang-orang fakir dari kalangan Muhajirin juga berhak mendapatkan harta fai' yang diberikan oleh Allah kepada Rasul-Nya itu, yaitu orang-orang yang dipaksa meninggalkan rumah dan harta mereka oleh orang-orang kafir Mekah. Mereka memohon kepada Allah agar dikaruniai rezeki di dunia dan ridha-Nya di akhirat, serta turut membela Allah dan Rasu!-Nya dengan berjihad fi sabilillah. Mereka itulah orang-orang jujur yang ucapan mereka dibuktikan dengan perbuatan.
وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {٩} 9. Juga orang-orang yang telah menempati Madinah dan telah beriman sebelum kaum Muhajirin berhijrah —yaitu orang-orang Anshar. Mereka mencintai dan membantu orang-orang Muhajirin dengan harta, tidak merasakan di dalam diri mereka keirian terhadap orang-orang Muhajirin dikarenakan harta yang telah diberikan kepada mereka baik itu harta fai' atau lainnya. Mereka lebih mengutamakan kaum Muhajirin dan orang-orang membutuhkan daripada diri mereka sendiri, sekalipun mereka itu miskin dan membutuhkan. Barang siapa yang terbebas dari sifat bakhil dan keengganan beramal dengan kelebihan harta, mereka itulah orang-orang beruntung yang pasti akan meraih keinginannya.
وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ {١٠} 10. Orang-orang beriman sesudah kaum Muhajirin dan Anshar, mereka mengatakan: "Wahai Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman daripada kami. Janganlah Engkau menjadikan perasaan iri dan dengki di dalam hati kami terhadap seorang pun yang beriman. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun dan Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Mu." Ayat ini mengan-dung petunjuk bahwa seorang muslim seyogianya menyebut para pendahulunya dengan sebutan baik, mendoakan kebaikan bagi mereka, serta hendaklah ia mencintai para sahabat Rasulullah menyebut kebaikan mereka, dan berdoa memohonkan ridha Allah bagi mereka.
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ نَافَقُوا يَقُولُونَ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَئِنْ أُخْرِجْتُمْ لَنَخْرُجَنَّ مَعَكُمْ وَلَا نُطِيعُ فِيكُمْ أَحَدًا أَبَدًا وَإِنْ قُوتِلْتُمْ لَنَنْصُرَنَّكُمْ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ {١١} 11. Tidakkah kamu melihat orang-orang munafik yang berkata kepada saudara-saudara mereka dalam kekafiran, yaitu orang-orang Yahudi Bani Nadhir: "Jika Muhammad dan para pengikutnya mengusir kalian dari rumah kalian, niscaya kami akan keluar bersama kalian dan selamanya kami tidak akan mematuhi seorang pun untuk menyusahkan kalian, yang meminta kami agar membiarkan kalian keluar sendiri. Jika mereka memerangi kalian, kami pasti membantu kalian menghadapi mereka." Allah bersaksi bahwa orang-orang munafik itu berdusta dengan janji yang mereka berikan kepada orang-orang Yahudi Bani Nadhir.
لَئِنْ أُخْرِجُوا لَا يَخْرُجُونَ مَعَهُمْ وَلَئِنْ قُوتِلُوا لَا يَنْصُرُونَهُمْ وَلَئِنْ نَصَرُوهُمْ لَيُوَلُّنَّ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ {١٢} 12. Jika orang-orang Yahudi itu diusir dari Madinah, orang-orang munafik itu tidak akan keluar bersama mereka. Jika orang-orang Yahudi itu diperangi, orang-orang munafik itu pun tidak akan berperang membela sebagaimana yang telah mereka janjikan. Andaikata berperang pun niscaya mereka berpaling ke belakang melarikan diri, kemudian Allah tidak menolong mereka, bahkan membiarkan dan menghinakan mereka.
لَأَنْتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِي صُدُورِهِمْ مِنَ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَفْقَهُونَ {١٣} 13. Sungguh, rasa takut orang-orang munafik kepada kalian itu, wahai orang-orang beriman, lebih besar di hati mereka daripada rasa takut mereka kepada Allah. Hal itu dikarenakan mereka adalah orang-orang yang tidak faham tentang keagungan Allah dan keimanan kepada-Nya serta tidak takut terhadap hukuman-Nya.
لَا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ ۚ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ ۚ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ {١٤} 14. Orang-orang Yahudi itu tidak akan menghadapi kalian dalam peperangan secara bersama-sama kecuali di kampung-kampung yang dibentengi dengan pagar dan parit atau dari balik tembok. Permusuhan di antara mereka sangat keras. Kalian menyangka mereka itu bersatu seiya sekata, namun sebenarnya hati mereka terpecah-belah; hal itu dikarenakan mereka itu orang-orang yang tidak memahami perintah Allah dan tidak merenungi ayat-ayat-Nya.
كَمَثَلِ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَرِيبًا ۖ ذَاقُوا وَبَالَ أَمْرِهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {١٥} 15. Perumpamaan orang-orang Yahudi dalam hal hukuman Allah yang menimpa mereka seperti orang-orang kafir Quraisy pada saat Perang Badar dan orang-orang Yahudi Bani Qainuqa`, di dunia mereka itu telah merasakan akibat kekafiran dan permusuhan mereka terhadap Rasulullah sedangkan di akhirat mereka mendapat adzab yang pedih dan menyakitkan.
كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ {١٦} 16. Perumpamaan orang-orang munafik itu dalam buju-kan mereka terhadap orang-orang Yahudi supaya ber-perang dan janji mereka untuk membantu menghadapi Rasulullah seperti setan ketika menghias kekafiran dan mengajak manusia kepada kekafiran. Lalu ketika manusia itu kafir, setan berkata:"Sungguh, aku berlepas diri darimu. Sungguh, aku takut kepada Allah Rabb seluruh makhluk."
فَكَانَ عَاقِبَتَهُمَا أَنَّهُمَا فِي النَّارِ خَالِدَيْنِ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ الظَّالِمِينَ {١٧} 17. Maka, akibat yang harus ditanggung oleh setan dan manusia yang mematuhinya, lalu kafir, adalah keduanya berada di neraka, kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah balasan bagi orang-orang yang melampaui batas dan melanggar hukum-hukum Allah.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ {١٨} 18. Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, takutlah kepada Allah dan hukuman-Nya dengan menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Hendaklah setiap diri memerhatikan amal apakah yang telah dilakukannya untuk bekal menghadapi Hari Kiamat. Takutlah kepada Allah dalam setiap hal yang kalian lakukan dan kalian tinggalkan. Sungguh, Allah Mahatahu tentang amal kalian. Tidak ada sedikit pun di antara amal kalian yang tersembunyi dari-Nya dan Dia pasti membalas atas amalan kalian itu.
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ {١٩} 19. Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang tidak menunaikan hak Allah yang diwajibkan kepada mereka, sehingga Dia menjadikan mereka lupa terhadap kebaikan-kebaikan untuk diri mereka sendiri yang akan menyelamatkan mereka dari adzab Hari Kiamat. Mereka itulah orang-orang mendapat predikat fasik, yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
لَا يَسْتَوِي أَصْحَابُ النَّارِ وَأَصْحَابُ الْجَنَّةِ ۚ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمُ الْفَائِزُونَ {٢٠} 20. Penghuni neraka yang diadzab tidaklah sama dengan penghuni surga yang mendapat kenikmatan. Penghuni surga itulah orang yang sukses meraih setiap keinginan dan selamat dari segala hal yang dibenci.
لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ {٢١} 21. Andaikata Kami menurunkan Al-Qur'an ini kepada salah satu gunung, lalu ia memahami janji dan ancaman yang dikandungnya, niscaya engkau melihat gunung yang sangat kuat, keras, dan besar itu tunduk terpecah-pecah karena takut kepada Allah Itulah perumpamaan yang Kami buat dan Kami jelaskan kepada manusia agar mereka berfikir tentang kekuasaan dan keagungan Allah. Ayat ini mengandung anjuran untuk mentadaburi, memahami makna-makna, dan mengamalkan Al-Qur'an.
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ ۖ هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ {٢٢} 22. Dialah Allah yang diibadahi secara benar, tidak ada ilah selain-Nya, Dia mengetahui rahasia dan apa yang terbuka, Dia mengetahui apa yang tidak ada di hadapan dan apa yang ada di hadapan. Dia Ar-Rahman yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu dan Ar-Rahim yang menyayangi orang-orang yang beriman kepada-Nya.
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ {٢٣} 23. Dialah Allah Yang Diibadahi secara benar, tidak ada ilah selain Dia, Raja Yang Mengatur segala sesuatu tanpa ada yang bisa melarang atau mencegah, Yang Mahabersih dari setiap kekurangan dan aib, Yang Membenarkan para rasul dan nabi-Nya dengan mukjizat-mukjizat nyata yang Dia berikan kepada mereka, Yang Mengawasi perbuatan setiap makhluk-Nya, Mahaperkasa yang tidak terkalahkan, Maha Pemaksa yang memaksa seluruh hamba dan makhluk tunduk kepada-Nya, Mahasombong yang seluruh kesombongan dan keagungan adalah milik-Nya. Mahasuci Allah dari setiap kesyirikan yang mereka lakukan dalam beribadah kepada-Nya.
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٢٤} 24. Dialah Allah Maha Pencipta yang menakdirkan setiap ciptaan, Al-Bari' yang mengadakan dan mewujudkan segala sesuatu untuk mereka sesuai dengan tuntutan hikmah-Nya, Yang Membentuk Rupa makhluk-Nya sekehendak-Nya. Dia memiliki nama-nama indah dan sifat-sifat luhur, segala yang di langit dan bumi bertasbih untuk-Nya. Dia Mahaperkasa yang sangat keras hukuman-Nya terhadap musuh-musuh-Nya dan Mahabijaksana dalam mengatur urusan makhluk-Nya.
Al-Qur'an Today @2006