سورةالزمر {٣٩} 39. AZ-ZUMAR
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ {١} 1. Al-Qur'an itu diturunkan hanyalah dari Allah Yang Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya dan dalam hal menimpakan hukuman keras, lagi Mahabijaksana dalam pengelolaan dan hukum-hukum-Nya.
إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ {٢} 2. Wahai Rasul, Aku telah menurunkan Al-Qur'an kepadamu yang memerintahkan kebenaran dan keadilan maka beribadahlah kepada Allah dan ikhlaskan seluruh dinmu hanya untuk-Nya.
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ {٣} 3. Ketahuilah, hanya milik Allah ketaatan sempurna yang terbebas dari persekutuan. Adapun orang-orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya dan menjadikan penolong-penolong selain-Nya, mereka itu berkata: "Kami tidak beribadah kepada ilah-ilah itu bersama ibadah kami kepada Allah kecuali agar mereka memberi kami syafaat dan mendekatkan kedudukan kami di sisi Allah." Dengan begitu mereka telah kafir karena hanya Allah yang berhak diibadahi dan memberi syafaat. Allah akan memutuskan antara orang beriman yang ikhlas dan orang yang menyekutukan Allah dengan selain-Nya pada Hari Kiamat mengenai ibadah yang mereka perselisihkan itu. Dia akan memberikan balasan kepada masing-masing sesuai dengan haknya. Sungguh, Allah tidak akan memberikan taufik untuk mengikuti hidayah ke jalan lurus kepada siapa yang membuat kedustaan atas nama Allah dan kafir terhadap ayat-ayat dan hujah-hujah-Nya.
لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لَاصْطَفَىٰ مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ ۚ سُبْحَانَهُ ۖ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ {٤} 4. Andaikata Allah ingin mengambil anak, tentulah Dia memilih di antara makhluk-makhluk-Nya yang dikehendaki-Nya. Mahasuci Allah dari kepemilikan anak, sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Esa lagi Tunggal. Satu-satunya Tempat Bergantung, lagi Mahaperkasa yang menundukkan makhluk-Nya dengan kuasa-Nya serta segala sesuatu tunduk dan patuh kepada-Nya.
خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۖ يُكَوِّرُ اللَّيْلَ عَلَى النَّهَارِ وَيُكَوِّرُ النَّهَارَ عَلَى اللَّيْلِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۗ أَلَا هُوَ الْعَزِيزُ الْغَفَّارُ {٥} 5. Allah telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya dengan kebenaran. Suatu ketika Dia mendatangkan malam seraya menghilangkan siang, di lain waktu Dia mendatangkan siang seraya menghilangkan malam. Dia juga menundukkan matahari dan bulan dengan tatanan yang teratur untuk kemaslahatan bagi para hamba. Masing-masing dari keduanya beredar di orbitnya hingga terjadinya kiamat. Ketahuilah, sungguh, Allah adalah yang melakukan semua perbuatan ini dan mengaruniakan nikmat-nikmat ini kepada makhluk-Nya, dan Dia Mahaperkasa terhadap makhluk-Nya dan Maha Pengampun terhadap dosa para hamba yang bertaubat.
خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ الْأَنْعَامِ ثَمَانِيَةَ أَزْوَاجٍ ۚ يَخْلُقُكُمْ فِي بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ خَلْقًا مِنْ بَعْدِ خَلْقٍ فِي ظُلُمَاتٍ ثَلَاثٍ ۚ ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ {٦} 6. Wahai manusia, Rabb kalian telah menciptakan kalian dari Adam, juga telah menciptakan istrinya darinya, menciptakan untuk kalian delapan macam binatang ternak, yaitu onta, sapi, domba, dan kambing jantan dan betina, serta menciptakan kalian di dalam perut ibu dengan proses fase demi fase penciptaan di dalam kegelapan perut, rahim, dan plasenta. Itulah Allah yang telah menciptakan segala sesuatu, Rabb kalian satu-satu-Nya yang memiliki kerajaan, satu-satu-Nya ilah dan yang berhak diibadahi. Bagaimana kalian bisa berpaling dari ibadah kepada-Nya menjadi beribadah kepada makhluk selain-Nya?
إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ ۗ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ مَرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ ۚ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ {٧} 7. Wahai manusia, jika kalian kafir kepada Rabb, tidak beriman kepada-Nya, dan tidak mengikuti rasul-rasul-Nya, Allah tidak membutuhkan kalian. Kalianlah yang butuh kepada Allah. Dia tidak meridhai dan tidak memerintahkan kekafiran hamba-hamba-Nya. Dia hanya meridhai sikap bersyukur mereka terhadap nikmat-nikmat yang dikaruniakan-Nya kepada mereka. Seseorang tidak akan memikul dosa orang lain, kemudian kalian akan kembali kepada Rabb kalian, lalu diberitahukan dan dihisab-Nya amal kalian. Dia mengetahui rahasia-rahasia diri dan apa yang tersembunyi di dalam hati.
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَا رَبَّهُ مُنِيبًا إِلَيْهِ ثُمَّ إِذَا خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ نَسِيَ مَا كَانَ يَدْعُو إِلَيْهِ مِنْ قَبْلُ وَجَعَلَ لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ قُلْ تَمَتَّعْ بِكُفْرِكَ قَلِيلًا ۖ إِنَّكَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ {٨} 8. Apabila manusia ditimpa bencana, kesulitan, dan penyakit maka ia mengingat Rabbnya, memohon pertolongan, dan berdoa kepada-Nya. Kemudian, jika Allah mengabulkan permohonannya, menghilangkan bahaya yang menimpanya, dan mengaruniakan nikmat-nikmat kepadanya maka ia melupakan doanya kepada Rabbnya saat membutuhkan-Nya itu dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya, supaya ia menyesatkan orang lain dari keimanan dan ketaatan kepada Allah. Wahai Rasul, katakanlah sebagai ancaman terhadap mereka: "Nikmatilah kekafiranmu sebentar saja hingga kamu mati dan sampai pada ajalmu! Sungguh, kalian termasuk para penghuni neraka yang kekal di dalamnya!"
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ {٩} 9. Apakah orang kafir yang bersenang-senang dengan kekafirannya ini lebih baik ataukah orang yang beribadah dan taat kepada Rabbnya, menggunakan waktu malam untuk berdiri dan sujud kepada Allah, takut kepada adzab akhirat, dan mengharap rahmat Rabb-nya? Katakanlah wahai Rasul: "Samakah orang yang mengenal Rabb dan din mereka yang benar itu dengan orang yang tidak tahu sedikit pun mengenai hal itu?" Mereka tidak sama. Yang bisa mengambil pelajaran dan mengerti perbedaan ini hanyalah orang-orang yang berakal sehat.
قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ {١٠} 10. Wahai Nabi, katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya: "Bertakwalah kalian kepada Allah dengan menaati-Nya dan menghindari maksiat kepada-Nya. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini dengan beribadah dan taat kepada Rabb mereka, akan memperoleh kebaikan di akhirat, yaitu surga, dan kebaikan di dunia, yaitu kesehatan, rezeki, pertolongan, dan sebagainya. Bumi Allah itu luas maka berhijrahlah ke wilayah di mana kalian bisa beribadah kepada Rabb kalian dan leluasa melakukan iqamatuddin. Orang-orang yang sabar itu akan diberi pahala mereka di akhirat tanpa batas, tanpa hitungan, dan tanpa takaran." Ini menunjukkan betapa besar pahala dan balasan orang-orang yang bersabar.
قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ {١١} 11. Wahai Rasul, katakan kepada manusia: "Sungguh, Allah telah memerintahku dan pengikutku agar memurnikan ibadah kepada-Nya saja, tanpa lain-Nya. Dia juga memerintahku agar menjadi orang pertama di antara umatku yang berislam, tunduk kepada-Nya dengan tauhid, memurnikan ibadah hanya untuk-Nya, dan berlepas diri dari ilah-ilah selain-Nya."
وَأُمِرْتُ لِأَنْ أَكُونَ أَوَّلَ الْمُسْلِمِينَ {١٢} 12. Lihat ayat 11
قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ {١٣} 13. Wahai Rasul, katakan kepada manusia: "Sungguh, jika melanggar perintah Rabbku untuk beribadah dan memurnikan ketaatan kepada-Nya, aku takut kepada adzab pada Hari Kiamat, hari yang sangat hebat kengeriannya."
قُلِ اللَّهَ أَعْبُدُ مُخْلِصًا لَهُ دِينِي {١٤} 14. Wahai Rasul, katakanlah: "Sungguh, aku hanya beribadah kepada Allah, tiada sekutu bagi-Nya, memurnikan ibadah dan ketaatanku kepada-Nya maka beribadahlah kalian, wahai orang-orang musyrik, kepada berhala atau makhluk Allah apa saja yang kalian kehendaki selain Allah, tindakan kalian itu tidak akan menimpakan mudharat sedikit pun terhadapku. "Ini merupakan ancaman bagi siapa yang beribadah kepada selain Allah dan menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Katakanlah wahai Rasul: "Sungguh, orang-orang yang benar-benar merugi adalah orang-orang yang rugi diri dan keluarganya pada Hari Kiamat." Hal itu karena ketika di dunia mereka menyesatkan diri dan keluarganya itu dari keimanan. Ketahuilah, kerugian orang-orang musyrik terkait diri dan keluarga mereka pada Hari Kiamat itu merupakan kerugian yang nyata.
فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ ۗ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ أَلَا ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ {١٥} 15. Lihat ayat 14
لَهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ ظُلَلٌ مِنَ النَّارِ وَمِنْ تَحْتِهِمْ ظُلَلٌ ۚ ذَٰلِكَ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ ۚ يَا عِبَادِ فَاتَّقُونِ {١٦} 16. Orang-orang yang merugi itu pada Hari Kiamat berada di dalam Neraka Jahanam, di atas mereka ada gumpalan-gumpalan adzab api neraka yang keadaannya seperti naungan-naungan yang dibangun, di bawah mereka juga seperti itu. Dengan adzab yang digambarkan seperti itu Allah menakut-nakuti hamba-hamba-Nya agar mereka mewaspadainya."Wahai hamba-hamba-Ku, takutlah kepada-Ku dengan melaksanakan perintah-Ku dan menjauhi kemaksiatan kepada-Ku."
وَالَّذِينَ اجْتَنَبُوا الطَّاغُوتَ أَنْ يَعْبُدُوهَا وَأَنَابُوا إِلَى اللَّهِ لَهُمُ الْبُشْرَىٰ ۚ فَبَشِّرْ عِبَادِ {١٧} 17. Orang-orang yang menghindari ketaatan kepada setan dan ibadah kepada selain Allah serta bertaubat kepada Allah dengan beribadah kepada-Nya dan memurnikan din hanya untuk-Nya, mereka itu mendapat kabar gembira di kehidupan dunia dengan pujian baik dan taufik dari Allah, juga di akhirat dengan mendapat ridha Allah dan kenikmatan abadi di surga. Oleh karena itu, wahai Nabi, sampaikan kabar gembira kepada hamba-hamba-Ku. Yaitu orang-orang yang mendengarkan ucapan dan mengikuti yang paling baik. Perkataan yang paling baik adalah firman Allah, kemudian sabda Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang mendapat taufik dari Allah kepada kelurusan dan kebenaran, ditunjukkan-Nya kepada akhlak dan amal yang terbaik, serta mereka itulah orang-orang yang berakal sehat.
الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّهُ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ {١٨} 18. Lihat ayat 17
أَفَمَنْ حَقَّ عَلَيْهِ كَلِمَةُ الْعَذَابِ أَفَأَنْتَ تُنْقِذُ مَنْ فِي النَّارِ {١٩} 19. Apakah orang yang sudah pasti ditetapkan adzab baginya, dengan terus-menerus di atas penyimpangan dan penentangan, sesungguhnya engkau tidak memiliki daya apa pun, wahai Rasul, untuk memberinya hidayah, apakah engkau mampu menyelamatkan orang yang berada di neraka? Engkau tidak mampu melakukan itu.
لَٰكِنِ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ لَهُمْ غُرَفٌ مِنْ فَوْقِهَا غُرَفٌ مَبْنِيَّةٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَعْدَ اللَّهِ ۖ لَا يُخْلِفُ اللَّهُ الْمِيعَادَ {٢٠} 20. Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka, dengan menaati-Nya dan mengikhlaskan ibadah kepada-Nya, di surga mereka mendapat ruangan-ruangan yang sebagiannya dibangun di atas sebagian lain dan di bawah pepohonannya sungai-sungai mengalir. Allah menjanjikannya bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa, janji yang pasti, Allah tidak akan menyelisihi janji.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ {٢١} 21. Wahai Rasul, tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah telah menurunkan hujan dari langit, lalu dimasukkan-Nya air hujan itu ke bumi, dijadikannya mata air yang mengalir, kemudian dengan air ini ditumbuhkan-Nya berbagai warna dan jenis tanaman, lalu tanaman itu mengering setelah hijau dan segar sehingga kaulihat warnanya menguning, lalu dijadikan-Nya hancur berkeping-keping? Sungguh, dalam perbuatan Allah itu terdapat peringatan dan pelajaran bagi orang yang memiliki akal sehat.
أَفَمَنْ شَرَحَ اللَّهُ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ فَهُوَ عَلَىٰ نُورٍ مِنْ رَبِّهِ ۚ فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ {٢٢} 22. Apakah orang yang telah dilapangkan dadanya oleh Allah, ia bahagia dengan menerima, mematuhi, dan mengimani Islam, ia pun memiliki pengetahuan yang jelas tentang urusannya dan memperoleh petunjuk dari Rabbnya itu seperti orang yang keadaannya tidak demikian? Mereka itu tidak sama. Celaka dan binasalah orang yang hati mereka keras dan berpaling dari dzikir kepada Allah, mereka itu dalam kesesatan nyata dari kebenaran.
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ {٢٣} 23. Allah yang telah menurunkan perkataan paling baik, yaitu Al-Qur'an yang sepadan dalam keindahan, kesempurnaan, dan kesesuaiannya; di dalamnya diulang kisah-kisah dan hukum-hukum serta hujah-hujah dan bukti-bukti, dengan mendengarnya hati orang-orang yang takut kepada Rabb mereka bergetar karena pengaruh ancaman yang terkandung di dalamnya, kemudian kulit dan hati mereka melunak karena bergembira dengan janji yang dikandungnya. Terpengaruhnya seseorang dengan Al-Qur'an adalah hidayah Allah bagi hamba-Nya. Allah memberi hidayah dengan Al-Qur'an siapa di antara hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Barang siapa yang disesatkan Allah dari keimanan kepada Al-Quran ini, karena kekafiran dan penentangannya maka tidak ada yang bisa memberinya hidayah dan taufik.
أَفَمَنْ يَتَّقِي بِوَجْهِهِ سُوءَ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَقِيلَ لِلظَّالِمِينَ ذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْسِبُونَ {٢٤} 24. Apakah orang yang dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan terbelenggu -sehingga tidak bisa melindungi diri dari neraka kecuali dengan wajahnya disebabkan kekafiran dan kesesatannya- lebih baik ataukah orang yang diberi kenikmatan di surga karena Allah telah memberinya petunjuk? Pada hari itu, kepada orang-orang zhalim dikatakan: "Rasakanlah akibat buruk perbuatan maksiat kepada Allah yang kalian lakukan dulu ketika di dunia!"
كَذَّبَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَأَتَاهُمُ الْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ {٢٥} 25. Wahai Rasul, orang-orang sebelum kaummu telah mendustakan rasul-rasul mereka, lalu datanglah adzab yang menimpa mereka dari arah yang kedatangannya tidak disadari. Allah menimpakan adzab dan kehinaan di dunia kepada umat-umat yang mendustakan itu serta menyiapkan adzab yang lebih keras dan lebih berat di akhirat, andaikata orang-orang musyrik itu mengetahui bahwa adzab yang menimpa itu disebabkan oleh kekafiran dan pendustaan mereka, tentulah mereka mengambil pelajaran.
فَأَذَاقَهُمُ اللَّهُ الْخِزْيَ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ {٢٦} 26. Lihat ayat 25
وَلَقَدْ ضَرَبْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {٢٧} 27. Untuk orang-orang musyrik itu, telah Kami buat dalam Al-Qur'an setiap perumpamaan generasi-generasi terdahulu sebagai ancaman dan peringatan supaya mereka mengambil pelajaran dan berhenti dari kekafiran mereka kepada Allah yang berterusan. Kami menjadikan Al-Qur'an ini berbahasa Arab, jelas lafal-lafalnya dan mudah maknanya, tidak ada kerancuan dan penyimpangan di dalamnya agar mereka bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
قُرْآنًا عَرَبِيًّا غَيْرَ ذِي عِوَجٍ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ {٢٨} 28. Lihat ayat 27
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا رَجُلًا فِيهِ شُرَكَاءُ مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلًا سَلَمًا لِرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ الْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٢٩} 29. Allah membuat perumpamaan tentang seorang budak yang dimiliki oleh beberapa sekutu yang bersengketa, ia kebingungan untuk menyenangkan mereka dan seorang budak yang hanya dimiliki seorang pemilik, ia tahu apa yang diinginkan pemiliknya dan bagaimana menyenangkannya, apakah perumpamaan keduanya itu sama? Tidak sama. Demikian halnya orang musyrik selalu bingung dan ragu, sedangkan orang beriman dalam keadaan tenang dan tentram. Pujian yang sempurna hanya bagi Allah, akan tetapi orang-orang musyrik tidak mengetahui dan tidak mengikuti kebenaran.
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُمْ مَيِّتُونَ {٣٠} 30. Wahai Rasul, engkau akan mati dan mereka pun akan mati. Kemudian, kalian semua wahai manusia, pada Hari Kiamat akan bersengketa di hadapan Rabb kalian, lalu Dia memutuskan hukum di antara kalian dengan adil.
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِنْدَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ {٣١} 31. Lihat ayat 31
فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَذَبَ عَلَى اللَّهِ وَكَذَّبَ بِالصِّدْقِ إِذْ جَاءَهُ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْكَافِرِينَ {٣٢} 32. Tidak ada seorang pun yang lebih zhalim daripada orang yang berdusta atas nama Allah dengan menisbatkan kepada-Nya hal-hal yang tidak layak bagi-Nya, seperti sekutu dan anak, atau mengatakan: "Aku telah menerima wahyu," padahal ia tidak pernah menerima wahyu sama sekali. Juga tidak ada seorangpun yang lebih zhalim daripada orang yang mendustakan kebenaran yang diturunkan kepada Muhammad Bukankah di neraka terdapat tempat kembali dan tempat tinggal bagi siapa yang kafir kepada Allah, tidak membenarkan Muhammad dan tidak mengamalkan risalah yang dibawanya? Ya, benar.
وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ {٣٣} 33. Adapun para nabi dan pengikut mereka yang membawa kejujuran dalam ucapan dan perbuatan, dan yang membenarkan kejujuran itu dengan iman dan amal, mereka itulah orang-orang yang menghimpun sifat-sifat ketakwaan. Pemuka mereka adalah Penutup Para Nabi dan Rasul yaitu, Muhammad para sahabat dan orang-orang sesudah mereka hingga Hari Kiamat yang beriman kepadanya dan mengamalkan syariatnya.
لَهُمْ مَا يَشَاءُونَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۚ ذَٰلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ {٣٤} 34. Mereka memperoleh berbagai macam kesenangan yang mereka sukai di sisi Rabb mereka; itulah balasan bagi siapa yang benar-benar taat dan beribadah kepada Rabbnya.
لِيُكَفِّرَ اللَّهُ عَنْهُمْ أَسْوَأَ الَّذِي عَمِلُوا وَيَجْزِيَهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ الَّذِي كَانُوا يَعْمَلُونَ {٣٥} 35. Agar Allah mengampuni perbuatan paling buruk yang mereka lakukan di dunia lantaran mereka telah bertaubat darinya serta mengganjar ketaatan mereka di dunia dengan balasan terbaik bagi amal mereka, yaitu surga.
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ {٣٦} 36. Bukankah Allah telah mencukupi hamba-Nya, Muhammad, dari ancaman dan tipu daya orang-orang musyrik yang ingin menyakitinya? Ya, Allah akan mencukupinya dalam urusan agama dan dunia, serta melindunginya dari orang-orang yang berniat buruk kepadanya, sedangkan mereka menakut-nakutimu, wahai Rasul, dengan ilah-ilah mereka yang menurut mereka akan menyakitimu. Barang siapa yang tidak mendapat pertolongan Allah, lalu Dia sesatkan dari jalan kebenaran maka tidakada yang mampu memberi petunjuk kepadanya.
وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ {٣٧} 37. Barang siapa yang diberi taufik oleh Allah untuk beriman kepada-Nya, mengamalkan kitab-Nya,dan mengikuti Rasul-Nya maka tidak ada yang mampu menyesatkannya dari kebenaran yang diikutinya. Bukankah Allah Mahaperkasa dalam menimpakan hukuman yang keras terhadap orang-orang yang kafir dan bermaksiat?
وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللَّهُ ۚ قُلْ أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ ۚ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ ۖ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ {٣٨} 38. Wahai Rasul, jika engkau bertanya kepada orang-orang musyrik yang beribadah kepada selain Allah itu: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentulah mereka menjawab: "Yang menciptakan langit dan bumi adalah Allah." Mereka itu mengakui Sang Pencipta. Tanyakan kepada mereka: "Apakah ilah-ilah yang kalian persekutukan dengan Allah itu bisa menjauhkan gangguan yang telah ditakdirkan Allah untukku atau menghilangkan musibah-musibah yang menimpaku? Bisakah ia mencegah datangnya kemanfaatan yang telah dipermudah oleh Allah untukku atau menahan datangnya rahmat Allah dariku?" Mereka akan mengatakan: "Mereka tidak bisa melakukan hal itu." Katakan kepada mereka: "Allahlah yang mencukupiku. Kepada-Nya orang-orang yang bersandar menyandarkan diri dalam mendatangkan kemaslahatan dan mencegah kemudharatan. Dzat yang di tangan-Nya kekuasaan untuk mencukupi itulah yang mencukupi, Dia akan mencukupiku segala hal yang kubutuhkan."
قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ {٣٩} 39. Katakan kepada kaummu yang menentang, wahai Rasul: "Berbuatlah menurut keadaan yang kalian sukai untuk diri kalian sendiri, kalian beribadah kepada siapa yang tidak berhak diibadahi di mana ia sedikit pun tidak berhak terhadap berbagai urusan, sesungguhnya aku juga berbuat berdasarkan apa yang diperintahkan kepadaku, yaitu menghadapkan diri hanya kepada Allah dalam ucapan dan perbuatan. Kalian pasti akan tahu siapakah yang akan ditimpa adzab yang menghinakan di dunia dan adzab abadi di akhirat, yang tidak akan berubah atau berakhir."
مَنْ يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُقِيمٌ {٤٠} 40. Lihat ayat 39
إِنَّا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ لِلنَّاسِ بِالْحَقِّ ۖ فَمَنِ اهْتَدَىٰ فَلِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَا أَنْتَ عَلَيْهِمْ بِوَكِيلٍ {٤١} 41. Sungguh, Kami telah menurunkan Al-Qur'an kepadamu, wahai Rasul, dengan kebenaran sebagai petunjuk bagi seluruh alam menuju jalan yang lurus. Barang siapa yang mengikuti petunjuknya, mengamalkan kandungannya, dan istiqamah di atas manhajnya maka manfaatnya akan kembali kepada dirinya. Dan barang siapa yang tersesat setelah mengetahui petunjuk itu secara jelas maka bahayanya kembali kepada dirinya. Tidak akan menimpakan bahaya sedikit pun kepada Allah dan engkau. Wahai Rasul, engkau bukanlah penanggung jawab yang bertugas menjaga dan memperhitungkan amal perbuatan mereka serta memaksa mereka sekehendakmu, tugasmu hanyalah menyampaikan.
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ {٤٢} 42. Allah yang menggenggam jiwa ketika kematiannya. Ini kematian yang besar, yaitu kematian dengan berakhirnya ajal, dan menggenggam jiwa yang belum mati dalam tidurnya —ini adalah kematian kecil. Di antara dua jiwa ini, Dia menahan jiwa yang telah ditetapkan kematian baginya, yaitu jiwa yang mati, dan melepaskan jiwa lain hingga ia mencapai ajal dan rezekinya secara sempurna, yaitu dengan mengembalikannya ke dalam tubuh pemiliknya. Sungguh, digenggamnya jiwa orang yang mati dan orang yang tidur oleh Allah ini, kemudian dilepaskannya kembali jiwa orang yang tidur dan ditahannya jiwa orang yang mati, mengandung bukti-bukti nyata kekuasaan Allah bagi siapa yang berfikir dan merenungkannya.
أَمِ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ شُفَعَاءَ ۚ قُلْ أَوَلَوْ كَانُوا لَا يَمْلِكُونَ شَيْئًا وَلَا يَعْقِلُونَ {٤٣} 43. Apakah orang-orang musyrik itu menjadikan ilah-ilah yang mereka ibadahi sebagai pemberi syafaat bagi mereka di sisi Allah untuk men-dapatkan kebutuhan-kebutuhan mereka? Katakan kepada mereka, wahai Rasul: "Apakah kalian menganggap ilah-ilah kalian itu sebagai pemberi syafaat, sekalipun mereka tidak memiliki apa pun, bahkan tidak memahami peribadahan yang kalian lakukan?"
قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا ۖ لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ {٤٤} 44. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu: "Seluruh syafaat adalah hak Allah. Dialah pemilik langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya. Seluruh urusan hanya milik Allah. Tidak seorang pun bisa memberi syafaat di sisi-Nya kecuali dengan izin-Nya. Dialah yang memiliki juga mengurus langit dan bumi. Seharusnya, syafaat itu dimohon dari Dzat Yang berhak memberikannya, kita beribadah hanya kepada-Nya, dan tidak meminta kepada ilah-ilah yang tidak bisa mencegah mudharat atau mendatangkan manfaat itu. Kemudian, hanya kepada-Nya kalian dikembalikan setelah mati, untuk menerima hisab dan pembalasan."
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ {٤٥} 45. Jika disebut Allah saja, hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat dan kehidupan setelah mati itu membenci, tetapi jika disebut berhala-berhala dan wali-wali yang mereka ibadahi selain-Nya, serta merta mereka bergembira, karena kesyirikan itu cocok dengan hawa nafsu mereka.
قُلِ اللَّهُمَّ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِي مَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ {٤٦} 46. Katakan: "Ya Allah, Pencipta langit dan bumi yang telah menciptakan keduanya tanpa contoh terdahulu, Yang Mengetahui hal yang rahasia maupun terbuka, Engkau pada Hari Kiamat akan memutuskan perselisihan yang terjadi di antara hamba-hamba-Mu terkait perkataan mengenai-Mu, keagungan-Mu, kekuasaan-Mu, serta keimanan kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu; berilah aku petunjuk kepada kebenaran yang diperselisihkan itu dengan izin-Mu; sungguh, Engkau memberi petunjuk siapa yang Engkau kehendaki ke jalan lurus." Ini merupakan salah satu doa Rasulullah yang mengandung pengajaran kepada para hamba agar menyandarkan diri dan berdoa kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang indah (Asmaul Husna) dan sifat-sifat-Nya yang luhur (Shifatul 'Ula).
وَلَوْ أَنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُوا مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُ مَعَهُ لَافْتَدَوْا بِهِ مِنْ سُوءِ الْعَذَابِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۚ وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ {٤٧} 47. Andaikata orang-orang musyrik itu memiliki seluruh harta kekayaan yang ada di bumi, dan selain itu juga memiliki harta kekayaan sebanyak itu, niscaya mereka bersedia memberikannya pada Hari Kiamat sebagai tebusan agar mereka terbebas dari siksa yang buruk. Andaikata mereka menyerahkan harta itu dan menjadikannya sebagai tebusan, niscaya tidak akan diterima dan tidak berguna sama sekali untuk meringankan mereka dari adzab Allah. Pada hari itu, mereka akan mengetahui ketetapan dan adzab Allah yang ketika di dunia mereka tidak pernah mengira bahwa itu akan menimpa mereka.
وَبَدَا لَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَحَاقَ بِهِمْ مَا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ {٤٨} 48. Orang-orang yang mendustakan itu pada Hari Hisab akan mengetahui balasan atas kejahatan yang pernah mereka lakukan karena telah menisbatkan sesuatu yang tidak layak kepada Allah dan melakukan kemaksiatan ketika hidup. Mereka juga diliputi oleh adzab yang pedih dari berbagai sisi sebagai hukuman bagi mereka karena mengolok-olok dan tidak memedulikan peringatan tentang adzab yang disampaikan oleh Rasul.
فَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا قَالَ إِنَّمَا أُوتِيتُهُ عَلَىٰ عِلْمٍ ۚ بَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ {٤٩} 49. Apabila manusia ditimpa kesulitan dan bahaya, ia memohon jalan keluar kepada Rabb-nya, tetapi apabila Kami hilangkan musibah itu darinya dan Kami berikan nikmat kepadanya, ia kembali kafir kepada Rabbnya dan tidak mengakui anugerah-Nya. la mengatakan: "Aku memperoleh nikmatini karena Allah mengetahui bahwa aku layak dan berhak memperolehnya. " Padahal, sebenarnya itu adalah ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya, agar Dia dapat menilai siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur kepada-Nya, akan tetapi kebanyakan mereka -disebabkan oleh kebodohan, prasangka, dan ucapan buruk mereka- tidak mengetahui sehingga mereka menganggap ujian sebagai anugerah.
قَدْ قَالَهَا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ {٥٠} 50. Ucapan ini pernah diucapkan oleh umat-umat sebelum mereka yang mendustakan, ketika adzab datang kepada mereka di mana harta dan anak-anak yang telah mereka usahakan itu tidak berguna untuk mencegah adzab itu.
فَأَصَابَهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا ۚ وَالَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْ هَٰؤُلَاءِ سَيُصِيبُهُمْ سَيِّئَاتُ مَا كَسَبُوا وَمَا هُمْ بِمُعْجِزِينَ {٥١} 51. Maka, orang-orang terdahulu yang mengucapkan ucapan seperti ini ditimpa musibah sebagai akibat buruk perbuatan mereka. Mereka pun dihukum dengan kehinaan yang disegerakan di kehidupan dunia. wahai Rasul, adapun orang-orang yang menzhalimi diri sendiri di antara kaummu dan mengucapkan perkataan ini, pasti akan ditimpa akibat buruk perbuatan mereka sebagaimana orang-orang sebelum mereka ditimpa musibah, mereka tidak akan mampu menghindar atau lolos dari Allah.
أَوَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ {٥٢} 52. Belum tahukah mereka bahwa rezeki yang diberikan Allah kepada manusia itu bukan pertanda baiknya keadaan orang tersebut? Karena Dia Mahabijaksana, Allah melapangkan rezeki bagi hamba yang Dia kehendaki, baik ia orang shalih maupun orang jahat, serta menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Perluasan dan penyempitan rezeki itu merupakan bukti yang sangat jelas bagi orang-orang yang membenarkan dan mengamalkan perintah Allah.
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ {٥٣} 53. Wahai Rasul, katakan kepada hamba-hamba-Ku yang larut dalam kemaksiatan dan menganiaya diri sendiri dengan melakukan dosa-dosa yang disukai hawa nafsu mereka: "Jangan berputus asa dari rahmat Allah dikarenakan banyaknya dosa kalian, sebab Allah mengampuni semua dosa bagi siapa yang bertaubat. Sungguh, Dia mengampuni dosa dan menyayangi hamba-hamba-Nya yang bertaubat."
وَأَنِيبُوا إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنْصَرُونَ {٥٤} 54. Wahai segenap manusia, kembalilah kepada Rabb kalian dengan taat dan bertaubat, tunduklah kepada-Nya sebelum kalian ditimpa oleh hukuman-Nya lalu tidak seorang pun selain Allah yang bisa menolong kalian.
وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لَا تَشْعُرُونَ {٥٥} 55. Ikutilah anugerah terbaik yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian, yaitu Al-Qur'anul Azhim. Seluruh Al-Qur'an merupakan kebaikan maka laksanakan perintah-perintahnya dan jauhilah larangan-larangannya sebelum adzab datang kepada kalian dengan tiba-tiba sedangkan kalian tidak mengetahuinya.
أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ {٥٦} 56. Taat dan taubatlah kepada Rabb kalian, jangan sampai ada orang yang menyesal dan mengatakan: "Duhai, betapa besar penyesalanku karena aku dulu, ketika di dunia, mengabaikan perintah Allah, tidak menaati-Nya, dan melalaikan hak-Nya, dan dulu ketika di dunia aku termasuk orang-orang yang mengolok-olok perintah Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman kepada-Nya."
أَوْ تَقُولَ لَوْ أَنَّ اللَّهَ هَدَانِي لَكُنْتُ مِنَ الْمُتَّقِينَ {٥٧} 57. Atau ia mengatakan: "Andaikata Allah dulu membimbingku kepada din-Nya, tentulah aku termasuk orang-orang yang menjauhi kesyirikan dan kemaksiatan."
أَوْ تَقُولَ حِينَ تَرَى الْعَذَابَ لَوْ أَنَّ لِي كَرَّةً فَأَكُونَ مِنَ الْمُحْسِنِينَ {٥٨} 58. Atau ia mengatakan ketika melihat hukuman Allah yang telah meliputi mereka pada Hari Hisab: "Duhai, andaikata aku bisa kembali kepada kehidupan dunia, aku akan menjadi orang-orang yang berbuat baik dengan taat kepada Allah dan beramal shalih sebagaimana diperintahkan oleh para rasul."
بَلَىٰ قَدْ جَاءَتْكَ آيَاتِي فَكَذَّبْتَ بِهَا وَاسْتَكْبَرْتَ وَكُنْتَ مِنَ الْكَافِرِينَ {٥٩} 59. Perkataanmu itu tidak benar. Sungguh, telah datang kepadamu ayat-ayat-Ku yang jelas yang menunjukkan kebenaran, tetapi engkau mendustakannya dan sombong sehingga enggan menerima dan mengikutinya, sedangkan engkau termasuk orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya.
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ {٦٠} 60. Pada Hari Kiamat, engkau melihat akan orang-orang yang mendustakan yang telah menisbatkan hal yang tidak layak kepada Rabb mereka, yang menyatakan bahwa ia memiliki sekutu dan anak itu, wajah mereka menghitam. Bukankah di neraka Jahanam terdapat tempat kembali dan tempattinggal bagi orang-orang yang sombong kepada Allah, lalu enggan menauhidkan dan menaati-Nya? Ya, benar.
وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ {٦١} 61. Allah akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka, menunaikan kewajiban-kewajiban-Nya, dan menjauhi larangan-larangan-Nya dari adzab neraka Jahanam, dengan teraihnya kesuksesan dan terwujudnya cita-cita mereka, yaitu meraih surga. Mereka sedikit pun tidak disentuh adzab Jahanam dan tidak bersedih atas jatah dunia yang luput dari mereka.
اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ {٦٢} 62. Allah adalah Pencipta, Rabb, Raja, dan Pengurus segala sesuatu. Dia menjaga segala sesuatu serta mengurus seluruh urusan makhluk-Nya.
لَهُ مَقَالِيدُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَالَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ {٦٣} 63. Milik Allahlah perbendaharaan langit dan bumi, Dia memberikan sebagiannya kepada makhluk-Nya sebagaimana yang Dia kehendaki. Sedangkan orang-orang yang tidak mengakui kebenaran ayat-ayat Al-Qur'an dan dalil-dalil nyata yang terkandung di dalamnya, mereka itulah orang-orang yang merugi di dunia karena dibiarkan tidak beriman dan di akhirat mereka kekal di neraka.
قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ {٦٤} 64. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik dari kaummu: "Apakah kalian memerintahku beribadah kepada selain Allah, wahai orang-orang yang tidak mengerti tentang Allah, padahal tidak selayaknya ibadah ditujukan kepada apa pun selain-Nya?"
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ {٦٥} 65. Wahai Rasul, padahal telah diwahyukan kepadamu dan kepada para rasul sebelummu: "Jika engkau menyekutukan Allah dengan selain-Nya niscaya amalmu benar-benar terhapus dan engkau menjadi bagian dari orang-orang yang binasa dan merugi dalam urusan agama dan akhirat, karena tidak ada amal shalih yang diterima dengan adanya kesyirikan."
بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ {٦٦} 66. Oleh karena itu, wahai Nabi beribadahlah kepada Allah secara ikhlas, tanpa menyekutukan-Nya, dan jadilah salah satu dari orang-orang yang mensyukuri nikmat Allah.
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ {٦٧} 67. Orang-orang musyrik itu tidak mengagungkan Allah dengan selayaknya karena mereka selain beribadah kepada Allah juga beribadah kepada sembahan selain-Nya yang tidak bisa memberikan manfaat dan mudharat. Mereka menyamakan makhluk yang lemah dengan Khaliq yang Mahaagung. Di antara keagungan kekuasaan-Nya adalah seluruh bumi ini berada dalam genggaman-Nya pada Hari Kiamat, sedangkan seluruh langit dilipat dengan tangan kanan-Nya, Mahasuci dan Mahaagung Allah dari sekutu yang dibuat oleh orang-orang musyrik. Ayat ini mengandung dalil mengenai penetapan sifat "menggenggam", "tangan kanan", dan "melipat" bagi Allah yang sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya, tanpa dikaifiatkan dan diserupakan.
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۖ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ {٦٨} 68. Sangkakala ditiup sehingga matilah setiap yang ada di langit dan bumi, kecuali siapa yang dikehendaki oleh Allah tidak mati. Kemudian, malaikat meniup sangkakala itu untuk kedua kalinya sebagai tanda dihidupkannya seluruh makhluk guna menghadapi hisab di hadapan Rabb mereka maka serta merta mereka pun bangun dari kubur menunggu apa yang akan dilakukan oleh Allah terhadap mereka.
وَأَشْرَقَتِ الْأَرْضُ بِنُورِ رَبِّهَا وَوُضِعَ الْكِتَابُ وَجِيءَ بِالنَّبِيِّينَ وَالشُّهَدَاءِ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ {٦٩} 69. Bumi pada Hari Kiamat bercahaya ketika Al-Haq (Allah) muncui di hadapan para makhluk untuk memutuskan perkara. Para malaikat membagikan lembar catatan amal setiap orang, para nabi dan saksi bagi seluruh umat didatangkan agar Allah bertanya kepada para nabi apakah mereka sudah menyampaikan risalah dan bagaimana tanggapan umat mereka. Umat Muhammad juga datang untuk bersaksi bahwa para rasul terdahulu telah menyampaikan risalah kepada umat mereka jika mereka menyangkal telah disampaikannya risalah itu, sehingga tegaklah hujah terhadap seluruh umat, Rabb semesta alam menetapkan keputusan yang benar-benar adil di antara para hamba, sedangkan mereka tidak dizhalimi sedikit pun karena mendapat pengurangan pahala atau penambahan hukuman.
وَوُفِّيَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَا عَمِلَتْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِمَا يَفْعَلُونَ {٧٠} 70. Allah membalas amal baik maupun amal buruk setiap orang dengan balasan sepenuhnya, sedangkan Dia Maha Mengetahui tentang ketaatan dan kemaksiatan yang mereka lakukan.
وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ {٧١} 71. Orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya digiring menuju neraka Jahanam secara berkelompok-kelompok, sehingga ketika mereka telah tiba di hadapannya, para penjaga yang bertugas menjaganya membuka tujuh pintunya dan menghardik mereka: "Bagaimana kalian bisa bermaksiat kepada Allah dan menyangkal bahwa Dia adalah satu-satu-Nya ilah yang benar? Belumkah diutus kepada kalian para rasul dari kalangan kalian sendiri yang membacakan ayat-ayat Rabb kalian kepada kalian dan memperingatkan kalian tentang berbagai kengerian hari ini?" Mereka menjawab seraya mengakui dosa: "Benar, para rasul Rabb kami telah datang dengan membawa kebenaran dan memperingatkan kami tentang hari ini." Akan tetapi, ketetapan Allah telah pasti bahwa adzab-Nya akan menimpa orang-orang yang kafir kepada-Nya.
قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ {٧٢} 72. Dikatakan kepada orang-orang yang tidak percaya bahwa Allah adalah ilah yang benar, sebagai penghinaan dan penistaan terhadap mereka: "Masukilah pintu-pintu Jahanam, kalian akan tinggal di dalamnya selama-lamanya. Betapa buruk tempat kembali orang-orang yang sombong sehingga enggan beriman kepada Allah dan mengamalkan syariat-Nya."
وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ {٧٣} 73. Orang-orang yang bertakwa kepada Rabb mereka dengan menauhidkan-Nya dan menaati-Nya digiring menuju surga, berkelompok-kelompok. Sehingga ketika mereka telah tiba di hadapannya dan telah mendapat syafaat untuk memasukinya, dibukalah pintu-pintunya, lalu para malaikat yang bertugas menjaga surga menyambut mereka dan menyapa mereka dengan penuh gembira karena mereka bersih dari pengaruh kemaksiatan, seraya berkata kepada mereka: "Semoga kalian selamat dari segala bencana, keadaan kalian telah bersih maka masuklah ke surga, kalian kekal di dalamnya."
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي صَدَقَنَا وَعْدَهُ وَأَوْرَثَنَا الْأَرْضَ نَتَبَوَّأُ مِنَ الْجَنَّةِ حَيْثُ نَشَاءُ ۖ فَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ {٧٤} 74. Orang-orang beriman berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunaikan janji yang pernah Dia janjikan kepada kami melalui lisan para rasul-Nya dan telah mewariskan kepada kami tanah surga, kami bisa turun di tempat mana pun di dalamnya yang kami kehendaki. Surga itu merupakan sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang baik yang telah bersungguh-sungguh menaati Rabb mereka."
وَتَرَى الْمَلَائِكَةَ حَافِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ ۖ وَقُضِيَ بَيْنَهُمْ بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ {٧٥} 75. Wahai Nabi, engkau melihat para malaikat mengelilingi Arsy Ar-Rahman, mereka memahasucikan Rabb mereka dari segala hal yang tidak layak bagi-Nya, Allah telah memutuskan perkara di antara para makhluk dengan benar dan adil, menempatkan orang-orang beriman di surga dan orang-orang kafir di neraka. Dan dikatakan: "Segala bagi bagi Allah, Rabb semesta alam, atas keputusan-Nya terhadap penduduk surga dan penduduk neraka," sebagai bentuk pujian terhadap karunia dan anugerah serta pujian karena keadilan dan kebijaksanaan.
Al-Qur'an Today @2006