 |
| يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ اتَّقِ اللَّهَ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا {١} |
1. Wahai Nabi, tetaplah bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menghindari larangan-Nya agar orang-orang beriman meneladanimu, karena mereka lebih membutuhkannya daripada engkau. Jangan menaati orang-orang kafir dan munafik. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu lagi Maha-bijaksana dalam penciptaan, perintah, dan pengelolaan urusan-Nya. |
| وَاتَّبِعْ مَا يُوحَىٰ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا {٢} |
2. Ikutilah Al-Qur'an dan As-Sunnah yang diwahyukan kepadamu dari Rabbmu. Sungguh, Allah menyaksikan dan membalas semua amalmu, tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya. |
| وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا {٣} |
3. Bergantunglah kepada Rabbmu, serahkan segala urusanmu kepada-Nya, cukuplah Dia bagimu sebagai penjaga bagi siapa yang bertawakal dan kembali kepada-Nya. |
| مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ ۖ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ {٤} |
4. Allah tidak menjadikan dua hati di dalam dada seseorang; Dia tidak menjadikan istri kalian yang kalian zhihar itu seperti ibu kandung kalian dalam keharaman dinikahi (zhihar adalah: seorang lelaki berkata kepada istrinya: "Engkau bagiku seperti punggung ibuku", ini terjadi pada masa jahiliah, oleh karena itu Allah menjelaskan bahwa seorang istri tidak mungkin berubah menjadi ibu, bagaimana pun keadaannya). Allah juga tidak menjadikan anak angkat sebagai anak sesungguhnya dalam pandangan syariat. Bahkan, zhihr dan adopsi itu tidak memiliki hakikat sama sekali dalam hal mengharamkan pernikahan secara abadi, seorang istri yang tidak menjadi seperti ibu dalam hal keharaman dinikahi dan nasab tidak bisa dikukuhkan melalui proses adopsi, berdasarkan ucapan seseorang kepada anak angkatnya: "Ini anakku." Itu hanyalah ucapan verbal yang tidak mengandung hakikat dan tidak dianggap. Sedangkan Allah mengatakan kebenaran, menjelaskan jalan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, dan membimbing mereka ke jalan yang lurus. |
| ادْعُوهُمْ لِآبَائِهِمْ هُوَ أَقْسَطُ عِنْدَ اللَّهِ ۚ فَإِنْ لَمْ تَعْلَمُوا آبَاءَهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ وَمَوَالِيكُمْ ۚ وَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ فِيمَا أَخْطَأْتُمْ بِهِ وَلَٰكِنْ مَا تَعَمَّدَتْ قُلُوبُكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا {٥} |
5. Nasabkanlah anak angkat kalian kepada ayah kandung mereka, itu lebih adil dan lebih lurus di sisi Allah. Jika kalian tidak mengetahui siapa sebenarnya ayah kandung mereka maka gunakanlah panggilan berdasarkan "persaudaraan dalam din" yang mempertemukan kalian karena mereka adalah saudara dan maula kalian dalam din. Kalian tidak berdosa atas kesalahan yang terjadi tanpa kesengajaan. Allah hanya menghukum kalian apabila kalian sengaja melakukannya. Allah Maha Pengampun bagi siapa yang berbuat salah. Maha Penyayang bagi siapa yang bertaubat dari dosanya. |
| النَّبِيُّ أَوْلَىٰ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ ۖ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ۗ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَنْ تَفْعَلُوا إِلَىٰ أَوْلِيَائِكُمْ مَعْرُوفًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا {٦} |
6. Nabi Muhammad lebih utama dan lebih dekat bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri dalam urusan din dan dunia, keharaman para istri Nabi bagi umatnya seperti keharaman ibu mereka, dengan demikian tidak dibolehkan menikahi istri-istri Rasul sepeninggal beliau. Kaum kerabat orang-orang muslim lebih berhak menerima warisan kerabatnya dalam hukum dan syariat Allah daripada yang menerima warisan berdasarkan iman dan hijrah (kaum muslimin di masa awal Islam saling mewarisi berdasarkan hubungan hijrah dan iman, tidak berdasarkan hubungan kekerabatan, kemudian hal itu dinasakh berdasarkan ayat mawarits). Kecuali kalian, orang-orang mukmin, ingin berbuat baik kepada selain ahli waris dengan menolong, berbuat baik, menyambung silaturahim, dan berwasiat. Hukum tersebut telah ditetapkan dan ditulis di Lauh Mahfuzh maka kalian wajib mengamalkannya. Ayat ini mengandung kewajiban agar seorang hamba lebih mencintai Nabi daripada dirinya sendiri serta menaatinya secara sempurna. Ayat ini juga mengandung kewajiban menghormati ibunda orang-orang beriman, yaitu istri-istri Nabi dan barang siapa mencela mereka niscaya akan kembali dengan membawa kerugian. |
| وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۖ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا {٧} |
7. Wahai Nabi, ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian yang kuat dari para nabi agar menyampaikan risalah, Kami juga mengambil perjanjian darimu, Nuh, Ibrahim, Musa, dan isa bin Maryam (mereka adalah para rasul ulul azmi yang termasyhur), dan Kami ambil dari mereka perjanjian yang kuat agar menyampaikan risalah dan menunaikan amanah, serta hendaklah sebagian mereka membenarkan sebagian lain. |
| لِيَسْأَلَ الصَّادِقِينَ عَنْ صِدْقِهِمْ ۚ وَأَعَدَّ لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا أَلِيمًا {٨} |
8. (Allah mengambil perjanjian itu dari para rasul tersebut) agar Dia bertanya kepada para rasul tentang jawaban umat mereka terhadap seruan mereka, lalu membalas orang-orang beriman dengan surga dan menyiapkan adzab yang keras di Jahanam bagi orang-orang kafir pada Hari Kiamat. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ جَاءَتْكُمْ جُنُودٌ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا وَجُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا {٩} |
9. Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kalian di Madinah pada masa Perang Ahzab —atau Perang Khandak— ketika orang-orang musyrik mengepung kalian dari luar Madinah, sedangkan orang-orang Yahudi dan munafik menyerang dari Madinah dan sekitarnya, mereka semua mengepung kalian, lalu Kami mengirimkan angin kencang kepada golongan-golongan itu sehingga tenda-tenda mereka tercabut dan periuk-periuk mereka terlempar. Kami juga mengirim para malaikat dari langit yang tidak kalian lihat sehingga rasa takut menyergap hati mereka. Allah Maha Melihat perbuatan kalian, tidak ada sesuatu pun dari perbuatan itu yang tersembunyi dari-Nya. |
| إِذْ جَاءُوكُمْ مِنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَإِذْ زَاغَتِ الْأَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ الظُّنُونَا {١٠} |
10. Ingatlah ketika mereka datang kepada kalian dari atas lembah dari arah timur dan dari bawah kalian dari dalam lembah dari arah barat, ketika banyak mata terbelalak karena kebingungan dan kengerian luar biasa, dan banyak jantung telah melesak hingga kerongkongan disebabkan rasa takut yang dahsyat; orang-orang munafik diliputi keputusasaan, banyak komentar terlontar, dan kalian berpra-sangka buruk terhadap Allah bahwa Dia tidak akan menolong din-Nya dan tidak akan meninggikan kalimat-Nya. |
| هُنَالِكَ ابْتُلِيَ الْمُؤْمِنُونَ وَزُلْزِلُوا زِلْزَالًا شَدِيدًا {١١} |
11. Dalam situasi yang genting itu keimanan orang-orang mukmin diuji dan orang-orang mukmin disaring, tampaklah siapa yang muk-min dan siapa yang munafik, mereka tergun-cang sehebat-hebatnya karena rasa takut dan cemas, agar keimanan mereka mejadi jelas dan keyakinan mereka menjadi bertambah. |
| وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا {١٢} |
12. Ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang di hati mereka terdapat keraguan, yaitu orang-orang yang lemah iman berkata: "Pertolongan dan kekuasaan yang dijanjikan Allah kepada kita hanyalah omong kosong dan tipu daya, janganlah kalian memercayainya!" |
| وَإِذْ قَالَتْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ لَا مُقَامَ لَكُمْ فَارْجِعُوا ۚ وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيقٌ مِنْهُمُ النَّبِيَّ يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِنْ يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا {١٣} |
13. Wahai Nabi, ingatlah ucapan sekelompok orang munafik ketika memanggil orang-orang mukmin penduduk Madinah dengan panggilan, "Wahai penduduk Yatsrib (nama lama kota Madinah), kalian tidak akan bisa bertahan dalam peperangan yang kalian mengalami kekalahan maka pulanglah ke rumah di Madinah!"Sekelompok orang munafik lainnya meminta izin kepada Rasul untuk pulang ke rumah dengan alasan rumah mereka tidak berpenjaga dan mereka khawatir. Sebenarnya tidaklah demikian. Hal itu hanyalah alasan mereka untuk menghindar dari peperangan. |
| وَلَوْ دُخِلَتْ عَلَيْهِمْ مِنْ أَقْطَارِهَا ثُمَّ سُئِلُوا الْفِتْنَةَ لَآتَوْهَا وَمَا تَلَبَّثُوا بِهَا إِلَّا يَسِيرًا {١٤} |
14. Andaikata pasukan Ahzab itu memasuki Madinah dari berbagai penjuru, kemudian orang-orang munafik itu diminta menyekutukan Allah dan murtad dari Islam, tentulah mereka mengikuti permintaan itu dengan segera, mereka tidak akan menunda dari perbuatan syirik kecuali sebentar. |
| وَلَقَدْ كَانُوا عَاهَدُوا اللَّهَ مِنْ قَبْلُ لَا يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ ۚ وَكَانَ عَهْدُ اللَّهِ مَسْئُولًا {١٥} |
15. Padahal orang-orang munafik itu telah berjanji kepada Allah melalui tangan Rasul-Nya sebelum Perang Khandak bahwa mereka tidak akan melarikan diri dari peperangan dan tidak akan menunda-nunda jika diseru kepada jihad, akan tetapi mereka mengkhianati janji. Allah akan menghisab mereka atas hal itu dan menanyakan kepada mereka tentang janji itu. Perjanjian Allah itu pasti akan dipertanggungjawabkan dan dihisab. |
| قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا {١٦} |
16. Wahai Nabi, katakan kepada orang-orang munafik itu: "Lari dari peperangan karena takut mati atau takut perang tidaklah akan berguna bagi kalian, karena hal itu tidak akan menunda ajal kalian. Jika kalian melarikan diri, tentulah kalian tidak akan menikmati hidup di dunia ini kecuali sebatas jatah umur kalian, dan itu sangat pendek dibandingkan jangka waktu kehidupan di akhirat!" |
| قُلْ مَنْ ذَا الَّذِي يَعْصِمُكُمْ مِنَ اللَّهِ إِنْ أَرَادَ بِكُمْ سُوءًا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ رَحْمَةً ۚ وَلَا يَجِدُونَ لَهُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا {١٧} |
17. Wahai Nabi, katakan kepada mereka:"Siapakah yang akan melindungi kalian dari Allah atau menyelamatkan kalian dari adzab-Nya, jika Dia berkehendak untuk menimpakan keburukan kepada kalian atau hendak menurunkan rahmat kepada kalian. Sungguh Dialah Yang Memberi dan Yang Mencegah, Yang Menimpakan Mu-dharat dan Yang Memberi Manfaat?" Orang-orang munafik itu tidak mendapat wali yang mengelola urusan mereka dan penolong yang menolong mereka selain Allah. |
| قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الْمُعَوِّقِينَ مِنْكُمْ وَالْقَائِلِينَ لِإِخْوَانِهِمْ هَلُمَّ إِلَيْنَا ۖ وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا {١٨} |
18. Sungguh, Allah mengetahui orang-orang yang melemahkan semangat jihad fi sabilillah, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka: "Bergabunglah kalian dengan kami, tinggalkan Muhammad, jangan ikut serta dalam peperangannya! Kami khawatir kalian akan ditimpa kebinasaan!" Selain melemahkan semangat, mereka juga jarang hadir dalam peperangan karena riyai, sum'ah, dan takut dipermalukan. |
| أَشِحَّةً عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ الْخَوْفُ سَلَقُوكُمْ بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ ۚ أُولَٰئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا {١٩} |
19. Wahai orang-orang mukmin, mereka itu bakhil kepada kalian untuk memberikan harta, jiwa, tenaga, dan kasih sayang karena di dalam hati mereka terpendam permusuhan, kedengkian, kecintaan kepada kehidupan, dan kebencian kepada kematian. Ketika pertempuran tiba, mereka takut mati; engkau melihat mereka itu memandangmu dengan mata berputar-putar karena kehilangan akal lantaran takut dibunuh, seperti berputarnya mata orang yang sekarat. Jika peperangan telah berakhir dan rasa takut telah hilang, mereka mencaci kalian dengan lidah yang tajam dan menyakitkan. Engkau lihat ketika ghanimah dibagi, mereka itu pelit dan pendengki. Mereka itulah orang-orang yang belum beriman dengan hati mereka sehingga Allah menghilangkan pahala amal mereka dan itu mudah bagi Allah. |
| يَحْسَبُونَ الْأَحْزَابَ لَمْ يَذْهَبُوا ۖ وَإِنْ يَأْتِ الْأَحْزَابُ يَوَدُّوا لَوْ أَنَّهُمْ بَادُونَ فِي الْأَعْرَابِ يَسْأَلُونَ عَنْ أَنْبَائِكُمْ ۖ وَلَوْ كَانُوا فِيكُمْ مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا {٢٠} |
20. Orang-orang munafik menyangka bahwa pasukan Ahzab yang telah ditimpakan oleh Allah kekalahan hebat itu belum pergi. Hal itu karena besarnya ketakutan dan pengecutnya mereka. Andaikata pasukan Ahzab itu kembali ke Madinah tentulah orang-orang munafik itu berangan-angan andaikata mereka tidak berada di Madinah, melainkan di tengah-tengah orang-orang Badui di padang, sambil bertanya-tanya mengenai berita kalian. Andaikata mereka bersama kalian niscaya mereka tidak berperang bersama kalian kecuali sebentar karena kepengecutan dan kehinaan mereka serta lemahnya keyakinan mereka. |
| لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا {٢١} |
21. Wahai orang-orang beriman, kalian memiliki teladan yang baik untuk kalian ikuti dalam sabda-sabda Rasulullah maka teguhlah di atas sunnahnya karena sunnahnya itu hanya akan dijalankan dan diikuti oleh siapa yang berharap kepada Allah dan Hari Akhir, serta banyak berdzikir, beristighfar, dan bersyukur kepada-Nya dalam setiap keadaan. |
| وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا {٢٢} |
22. Ketika orang-orang mukmin menyaksikan pasukan Ahzab yang berkumpul dan mengepung Madinah, mereka ingat bahwa janji pertolongan telah dekat, mereka pun berkata: "Inilah yang dijanjikan oleh Allah dan Rasul-Nya, yaitu cobaan, ujian, dan pertolongan. Allah pasti menepati janji-Nya dan berita gembira yang disampaikan oleh Rasul pasti benar." Menyaksikan pasukan Ahzab hanyalah menambah mereka semakin beriman kepada Allah, pasrah kepada ketetapan-Nya, dan patuh kepada perintah-Nya. |
| مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا {٢٣} |
23. Di antara orang-orang mukmin ada orang-orang yang memenuhi janji mereka kepada Allah bersabar dalam penderitaan, kesulitan, dan peperangan. Di antara mereka ada yang telah menunaikan janjinya, gugur di jalan Allah atau mati di atas kejujuran dan kesetiaan, namun di antara mereka ada pula yang masih menanti salah satu dari dua kebaikan: kemenangan atau kesyahidan. Mereka tidak mengubah, membatalkan, atau mengganti janji Allah sebagaimana yang telah dilakukan orang-orang munafik. |
| لِيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِنْ شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا {٢٤} |
24. Agar Allah memberi pahala orang-orang jujur, yaitu mereka yang beriman, atas kejujuran dan ujian mereka, mengadzab orang-orang munafik, jika dikehendaki-Nya, dengan tidak membimbing mereka kepada taubat yang tulus sebelum kematian sehingga mereka mati di atas kekafiran yang menyebabkan mereka masuk neraka, atau menerima taubat mereka dengan membimbing mereka bertaubat dan kembali. Sungguh, Allah Maha Pengampun terhadap dosa orang-orang yang melampaui batas terhadap diri sendiri, jika mereka bertaubat, lagi Maha Penyayang terhadap mereka karena telah membimbing mereka untuk melaksanakan taubat yang tulus. |
| وَرَدَّ اللَّهُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِغَيْظِهِمْ لَمْ يَنَالُوا خَيْرًا ۚ وَكَفَى اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ الْقِتَالَ ۚ وَكَانَ اللَّهُ قَوِيًّا عَزِيزًا {٢٥} |
25. Allah mengembalikan pasukan-pasukan kafir dari Madinah dengan tangan hampa, rugi, dan diliputi kemarahan. Mereka tidak meraih kebaikan di dunia dan di akhirat. Allah telah menghindarkan kaum mukmin dari peperangan dengan sarana-sarana penolong yang diberikan-Nya. Allah itu Mahakuat yang tidak mungkin dikalahkan lagi Mahaperkasa dalam kerajaan dan kekuasaan-Nya. |
| وَأَنْزَلَ الَّذِينَ ظَاهَرُوهُمْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ صَيَاصِيهِمْ وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ فَرِيقًا تَقْتُلُونَ وَتَأْسِرُونَ فَرِيقًا {٢٦} |
26. Allah juga menurunkan orang-orang Yahudi Bani Quraizhah dari benteng mereka karena mereka membantu pasukan Ahzab dalam memerangi kaum muslim; ditimpakan-Nya rasa takut di hati mereka sehingga mereka kalah, sebagiannya kalian bunuh dan sebagian lagi kalian tawan. |
| وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا {٢٧} |
27. Wahai orang-orang beriman, Allah menjadikan kalian menguasai tanah, rumah, harta bergerak seperti perhiasan, senjata, dan binatang ternak, dan harta tak bergerak mereka seperti sawah, rumah, dan benteng yang kuat. Dia mewariskan pula kepada kalian tanah yang belum pernah kalian injak sebelumnya karena kuatnya dan mulianya tanah tersebut bagi penduduknya. Allah itu Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari kekuasaan-Nya. |
| يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا {٢٨} |
28. Wahai Nabi, katakan kepada istri-istrimu yang berkumpul meminta tambahan nafkah kepadamu: kalian menginginkan kehidupan dunia dan perhiasannya maka kemarilah akan kuberi kalian kenikmatan dari sebagian dunia yang kumiliki dan akan kuceraikan kalian tanpa menimpakan bahaya atau menyakiti. |
| وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا {٢٩} |
29. Tetapi jika kalian menginginkan ridha Allah dan ridha Rasul-Nya serta apa yang disiapkan oleh Allah bagi kalian di negeri akhirat maka bersabarlah terhadap apa yang kalian alami serta taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya. Sungguh Allah telah menyiapkan pahala besar bagi siapa di antara kalian yang berbuat baik." (Mereka pun memilih Allah dan Rasul-Nya serta apa yang disiapkan oleh Allah bagi mereka di negeri akhirat). |
| يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا {٣٠} |
30. "Wa ha i istri-istri Nabi, barang siapa di antara kalian yang melakukan kemaksiatan nyata niscaya akan dilipat-gandakan adzab baginya dua kali lipat." Karena kedudukan mereka yang tinggi maka Allah menyesuaikan hukuman bagi dosa yang mereka lakukan dengan lebih keras, demi menjaga kehormatan Rasulullah Hukuman seperti itu bagi Allah sangatlah mudah. |
| وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا {٣١} |
31. Siapa di antara kalian yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan perintah yang diperintahkan Allah kepadanya, niscaya pahala amalnya Kami beri dua kali lipat pahala amal wanita lain dan Kami siapkan untuknya rezeki mulia, yaitu surga. |
| يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ ۚ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا {٣٢} |
32. Wahai istri-istri Nabi Muhammad, keutama-an dan kedudukan kalian tidaklah seperti wanita-wanita lain jika kalian beramal menaati Allah dan menjauhi kemaksiatan kepada-Nya. Oleh karena itu, janganlah berbicara dengan laki-laki ajnabi (bukan mahram) dengan suara lembut yang menyebabkan orang yang menyimpan kejahatan dan penyakit syahwat yang haram di hatinya menjadi berkeinginan (adab ini wajib dilaksanakan oleh setiap wanita yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir), serta berbicaralah dengan pembicaraan yang tidak mengundang kecurigaan dan tidak dicela oleh syariat. |
| وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا {٣٣} |
33. Janganlah mempertontonkan kecantikan seperti yang biasa dilakukan oleh wanita-wanita jahiliah pertama di zaman sebelum Islam. Perintah ini juga ditujukan kepada semua wanita di tiap zaman. Wahai istri-istri Nabi, laksanakan shalat secara sempurna pada waktunya, tunaikan zakat sebagaimana disyariatkan oleh Allah, serta taatilah perintah dan larangan Allah dan Rasul-Nya. Allah mewasiatkan ini kepada kalian, wahai ahlubait Nabi -di antara mereka adalah istri-istri dan keturunan beliau semata-mata agar Dia menyucikan diri kalian, menjauhkan kalian dari hal-hal menyakitkan, keburukan, kejahatan, serta membersihkan jiwa kalian sebersih-bersihnya. |
| وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا {٣٤} |
34. Sungguh, Allah Mahalembut kepada kalian karena menjadikan kalian berada di dalam rumah yang di dalamnya dibacakan ayat-ayat Allah dan As-Sunnah serta Mahatahu tentang kalian ketika memilih kalian sebagai istri-istri bagi Rasul-Nya. |
| إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا {٣٥} |
35. Para lelaki dan perempuan yang mematuhi perintah Allah, yang beriman, yang menaati Allah dan Rasul-Nya, yang berkata jujur, yang bersabar dalam menahan keinginan nafsu, melaksanakan ketaatan dan menjalani kesusahan, yang takut kepada Allah, yang menunaikan sedekah wajib dan sunah, yang menjalankan puasa wajib dan sunah, para lelaki dan perempuan yang menghindari perbuatan zina, hal-hal yang mendekatkan kepadanya, dan tindakan membuka aurat, serta para lelaki dan perempuan yang banyak berdzikir kepada Allah dengan hati dan lisan, niscaya Allah menyiapkan bagi mereka ampunan dosa dan pahala yang besar, yaitu surga. |
| وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ۗ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا {٣٦} |
36. Tidak seyogianya seorang lelaki maupun perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan hukum di tengah mereka, mereka menyelisihinya dengan memilih keputusan yang berbeda dari yang ditetapkan. Barang siapa bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia telah menjauh dari jalan kebenaran secara nyata. |
| وَإِذْ تَقُولُ لِلَّذِي أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَنْعَمْتَ عَلَيْهِ أَمْسِكْ عَلَيْكَ زَوْجَكَ وَاتَّقِ اللَّهَ وَتُخْفِي فِي نَفْسِكَ مَا اللَّهُ مُبْدِيهِ وَتَخْشَى النَّاسَ وَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَاهُ ۖ فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا لِكَيْ لَا يَكُونَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ حَرَجٌ فِي أَزْوَاجِ أَدْعِيَائِهِمْ إِذَا قَضَوْا مِنْهُنَّ وَطَرًا ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ مَفْعُولًا {٣٧} |
37. Wahai Nabi, ketika engkau mengatakan kepada orang yang telah dikaruniai nikmat oleh Allah berupa keislaman -yaitu Zaid bin Haritsah yang telah dimerdekakan dan diangkat sebagai anak oleh Nabi dan telah engkau beri nikmat berupa kemerdekaan: "Wahai Zaid, pertahankan istrimu, Zainab binti Jahsy, jangan kauceraikan, dan bertakwalah kepada Allah!" Engkau -wahai Muhammad-menyembunyikan di dalam dirimu wahyu yang disampaikan Allah kepadamu tentang perceraian Zaid dan istrinya serta pernikahanmu dengan mantan istrinya itu, sedangkan Allah memperlihatkan apa yang kau sembunyikan. Engkau takut orang-orang munafik akan mengatakan, "Muhammad telah menikahi wanita yang diceraikan oleh anak angkatnya!" Padahal, Allah lebih berhak untuk kau takuti. Setelah Zaid menyelesaikan keperluan terhadapnya, menceraikannya, dan idahnya pun telah usai maka Kami menikahkanmu dengannya agar engkau menjadi teladan dalam penghapusan tradisi larangan menikah dengan istri anak angkat setelah diceraikannya dan orang-orang beriman tidak merasa berdosa menikahi istri anak angkat mereka yang telah diceraikan, jika mereka telah menyelesaikan keperluan mereka. Ketetapan Allah itu pasti terjadi, tidak ada yang bisa menghalanginya. |
| مَا كَانَ عَلَى النَّبِيِّ مِنْ حَرَجٍ فِيمَا فَرَضَ اللَّهُ لَهُ ۖ سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۚ وَكَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا {٣٨} |
38. Tiadalah Nabi Muhammad itu berdosa ketika melaksanakan apa yang dihalalkan oleh Allah baginya, yaitu menikahi istri anak angkatnya setelah diceraikan, sebagaimana hal itu telah dihalalkan bagi para nabi sebelumnya. Itulah sunnah yang diberlakukan oleh Allah di kalangan orang-orang terdahulu. Ketetapan Allah itu pasti berlaku. |
| الَّذِينَ يُبَلِّغُونَ رِسَالَاتِ اللَّهِ وَيَخْشَوْنَهُ وَلَا يَخْشَوْنَ أَحَدًا إِلَّا اللَّهَ ۗ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ حَسِيبًا {٣٩} |
39. Kemudian Allah menyebut dan memuji nabi-nabi di masa lalu bahwa mereka adalah orang-orang yang menyampaikan risalah Allah kepada manusia, hanya takut kepada Allah, dan tidak takut kepada siapa pun selain-Nya. Cukuplah Allah yang memperhitungkan dan mengawasi amalan para hamba-Nya. |
| مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا {٤٠} |
40. Muhammad bukanlah ayah salah seorang lelaki di antara kalian, tetapi ia utusan Allah dan penutup para nabi. Tidak ada kenabian sesudahnya hingga Hari Kiamat. Allah mengetahui semua amal kalian dan tidak ada sedikit pun yang tersembunyi dari-Nya. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا {٤١} |
41. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, banyaklah berdzikir kepada Allah dengan hati, lisan, dan anggota badan. Isilah waktu dengan dzikir kepada Allah di pagi dan sore hari, selepas shalat-shalat fardhu, dan ketika terjadi berbagai peristiwa dan sebab. Sungguh berdzikir adalah ibadah yang disyariatkan yang membawa kepada kecintaan Allah, mencegah lidah dari berbicara dosa, dan membantu setiap kebaikan. |
| وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا {٤٢} |
42. Lihat ayat 41 |
| هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا {٤٣} |
43. Dialah yang menyayangi dan memuji kalian, malaikat-malaikat-Nya mendoakan kalian, agar Dia mengeluarkan kalian dari gelapnya kebodohan dan kesesatan kepada cahaya Islam. Dia Maha Penyayang terhadap orang-orang beriman, di dunia maupun di akhirat, tidak mengadzab mereka selama mereka taat dan ikhlas kepada-Nya. |
| تَحِيَّتُهُمْ يَوْمَ يَلْقَوْنَهُ سَلَامٌ ۚ وَأَعَدَّ لَهُمْ أَجْرًا كَرِيمًا {٤٤} |
44. Ucapan sambutan bagi orang-orang beriman dari Allah di surga pada hari perjumpaan mereka dengan-Nya adalah salam dan keselamatan dari adzab Allah, Dia juga telah menyiapkan pahala yang baik untuk mereka, yaitu surga. |
| يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا {٤٥} |
45. Wahai Nabi, Kami benar-benar mengutusmu sebagai saksi atas umatmu dengan menyampaikan risalah kepada mereka, penyampai kabar gembira kepada orang-orang beriman di antara mereka berupa rahmat Allah dan surga, serta sebagai pemberi peringatan kepada orang-orang yang bermaksiat dan mendustakan berupa ancaman neraka; dan sebagai dai yang mengajak kepada tauhid dan ibadah kepada AIIah saja dengan perintah-Nya kepadamu; serta sebagai pelita yang menerangi siapa yang menjadikanmu sebagai penerang. Kebenaran yang engkau bawa begitu terang seterang cahaya dan sinar matahari, tidak ada seorang penentang pun yang bisa menyangkalnya. |
| وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا {٤٦} |
46. Lihat ayat 45 |
| وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا {٤٧} |
47. Wahai Nabi, sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang beriman bahwa mereka akan memperoleh pahala besar dari Allah, yaitu taman-taman surga. |
| وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا {٤٨} |
48. Wahai Rasul, jangan menuruti ucapan orang kafir dan munafik. Abaikan tindakan mereka yang menyakiti. Jangan sampai hal itu meng-halangimu untuk menyampaikan risalah serta yakin dan bersandarlah kepada Allah dalam segala urusan. Dia pasti benar-benar akan mencukupimu dalam segala urusan penting dunia dan akhiratmu. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نَكَحْتُمُ الْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِنْ قَبْلِ أَنْ تَمَسُّوهُنَّ فَمَا لَكُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ عِدَّةٍ تَعْتَدُّونَهَا ۖ فَمَتِّعُوهُنَّ وَسَرِّحُوهُنَّ سَرَاحًا جَمِيلًا {٤٩} |
49. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, jika kalian telah melangsungkan akad nikah dengan para wanita, tetapi belum menggauli mereka, kemudian menceraikan mereka sebelum bersetubuh dengan mereka maka mereka tidak berkewajiban menjalani masa idah. Berilah mereka sebagian harta kalian untuk menyenangkan dan menghibur hati mereka sesuai dengan kelonggaran rezeki kalian, ceraikanlah mereka dengan tetap menyimpan dengan baik rahasia mereka, tanpa melakukan tindakan yang menyakiti dan membahayakan mereka. |
| يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالَاتِكَ اللَّاتِي هَاجَرْنَ مَعَكَ وَامْرَأَةً مُؤْمِنَةً إِنْ وَهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ إِنْ أَرَادَ النَّبِيُّ أَنْ يَسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَكَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِي أَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُونَ عَلَيْكَ حَرَجٌ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا {٥٠} |
50. Wahai Nabi, sungguh telah Kami halalkan bagimu istri-istrimu yang telah kau beri mahar; juga Kami halalkan pula bagimu budah-budak perempuanmu yang diberikan Allah kepadamu; Kami halalkan pula bagimu menikahi putri-putri saudara laki-laki dan perempuan ayahmu, serta putri-putri saudara laki-laki dan perempuan ibumu yang telah berhijrah bersamamu; Kami pun halalkan wanita mukmin yang memberikan dirinya kepadamu tanpa mahar, jika engkau mau menikahi mereka, sebagai hukum khusus untukmu, orang lain tidak boleh menikahi wanita dengan cara memberikan diri. Kami telah mengetahui kewajiban yang telah Kami tetapkan bagi orang-orang beriman berkaitan dengan para istri dan budak perempuan mereka, mereka tidak boleh menikahi lebih dari empat istri, boleh memiliki berapa pun budak perempuan yang mereka mau, serta disyaratkan adanya wali, mahar, dan saksi bagi mereka, akan tetapi Kami memberimu rukhshah (keringanan) dan kelonggaran mengenai hal itu yang tidak diberikan kepada selainmu, agar engkau tidak merasa sempit hati menikahi siapa pun di antara golongan wanita tersebut di atas yang telah kaunikahi. Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-Nya yang beriman dan Maha Penyayang dengan memberikan kelonggaran kepada mereka. |
| تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ ۖ وَمَنِ ابْتَغَيْتَ مِمَّنْ عَزَلْتَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكَ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ تَقَرَّ أَعْيُنُهُنَّ وَلَا يَحْزَنَّ وَيَرْضَيْنَ بِمَا آتَيْتَهُنَّ كُلُّهُنَّ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي قُلُوبِكُمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَلِيمًا {٥١} |
51. Engkau menunda pembagian menginap di rumah siapa di antara istrimu yang kau kehendaki dan mengumpuli siapa di antara mereka yang kau kehendaki. Siapa di antara mereka yang hendak kau kumpuli setelah kau tunda pembagian menginap mereka maka engkau tidak berdosa. Diberikannya pilihan dalam pembagian itu lebih mendukung agar mereka bergembira, tidak bersedih, dan masing-masing dari mereka ridha dengan pembagianmu kepada mereka. Allah mengetahui kecenderungan yang ada di hati laki-laki kepada sebagian istri dan ketidak-cenderungannya kepada sebagian istri yang lain. Allah Mahatahu tentang apa yang ada di dalam hati dan Maha-santun sehingga tidak segera menimpakan hukuman kepada siapa yang bermaksiat kepada-Nya. |
| لَا يَحِلُّ لَكَ النِّسَاءُ مِنْ بَعْدُ وَلَا أَنْ تَبَدَّلَ بِهِنَّ مِنْ أَزْوَاجٍ وَلَوْ أَعْجَبَكَ حُسْنُهُنَّ إِلَّا مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا {٥٢} |
52. Tidak dihalalkan lagi wanita-wanita bagimu selain semua wanita yang telah menjadi istrimu dan yang telah Kami halalkan untukmu (mereka itu telah disebut dalam ayat 50 terdahulu di surat ini). Siapa pun di antara wanita-wanita tersebut yang telah menjadi istrimu, tidak boleh kau ceraikan di masa yang akan datang, lalu kau cari istri-istri pengganti mereka, sekalipun engkau mengagumi kecantikan mereka. Adapun menambah istri tanpa menceraikan salah seorang dari mereka maka tidak berdosa bagi-mu. Adapun budak-budak wanita yang kau miliki maka siapa pun yang kau kehendaki di antara mereka, halal bagimu. Allah Maha Mengawasi, artinya tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya. |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتَ النَّبِيِّ إِلَّا أَنْ يُؤْذَنَ لَكُمْ إِلَىٰ طَعَامٍ غَيْرَ نَاظِرِينَ إِنَاهُ وَلَٰكِنْ إِذَا دُعِيتُمْ فَادْخُلُوا فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانْتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنْكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ۚ وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ۚ ذَٰلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ ۚ وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلَا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا {٥٣} |
53. Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, janganlah memasuki rumah Nabi kecuali kalian diizinkan untuk makan tanpa menunggunya matang. Tetapi, jika kalian diundang maka masuklah. Selesai makan, pergilah tanpa asyik memperpanjang percakapan di antara kalian. Karena, tindakan kalian menunggu dan asyik memperpanjang percakapan itu mengganggu Nabi; ia malu menyuruh kalian keluar dari rumah meskipun itu merupakan haknya, sedangkan Allah tidak malu menjelaskan kebenaran. Jika kalian meminta suatu keperluan kepada istri-istri Rasulullah seperti bejana atau semacamnya maka mintalah kepada mereka dari balik tabir, hal itu lebih bersih bagi hati kalian dan hati mereka dari perasaan yang biasa muncul pada pria terhadap wanita dan pada wanita terhadap pria, karena memandang adalah sebab timbulnya fitnah. Tidak sepatutnya kalian menyakiti Rasulullah atau menikahi istri-istrinya selama-lamanya setelah kewafatannya, karena mereka adalah ibu-ibu kalian dan seorang laki-laki tidak boleh menikahi ibunya. Tindakan kalian menyakiti Rasulullah atau menikahi istri-istrinya sesudah wafatnya merupakan dosa besar di sisi Allah. (Umat Islam telah melaksanakan perintah ini dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah). |
| إِنْ تُبْدُوا شَيْئًا أَوْ تُخْفُوهُ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا {٥٤} |
54. Wahai manusia, jika kalian menampakkan dengan lisan hal-hal yang menyakiti Rasulullah yang telah dilarang oleh Allah untuk kalian atau menyebunyikannya di dalam hati maka Allah mengetahui isi hati kalian dan apa yang kalian tampakkan, dan Dia akan memberikan balasannya kepada kalian. |
| لَا جُنَاحَ عَلَيْهِنَّ فِي آبَائِهِنَّ وَلَا أَبْنَائِهِنَّ وَلَا إِخْوَانِهِنَّ وَلَا أَبْنَاءِ إِخْوَانِهِنَّ وَلَا أَبْنَاءِ أَخَوَاتِهِنَّ وَلَا نِسَائِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ ۗ وَاتَّقِينَ اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدًا {٥٥} |
55. Para wanita tidaklah berdosa ketika tidak berhijab di hadapan ayah, putra-putra, saudara-saudara, putra-putra saudara laki-laki, putra-putra saudara perempuan mereka, para wanita beriman, dan para hamba sahaya yang mereka miliki karena kebutuhan yang mendesak terhadap bantuan mereka. Wahai para wanita, takutlah kepada Allah jika kalian melanggar batas hukum yang ditetapkan bagi kalian, yaitu menampakkan perhiasan yang tidak boleh kalian perlihatkan atau menanggalkan hijab di hadapan orang yang kalian wajib berhijab di hadapan mereka, sungguh Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Dia menyaksikan amalan hamba baik yang lahir maupun yang batin, serta akan memberikan balasannya kepada mereka. |
| إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا {٥٦} |
56. Sungguh, Allah memuji Nabi di ha-dapan para malaikat yang dekat dengan-Nya, para malaikat-Nya juga memuji dan mendoakan Nabi Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya, ucapkanlah shalawat dan salam untuk Rasulullah sebagai penghormatan baginya. Cara mengucapkan shalawat telah ditegaskan dalam As-Sunnah, meliputi beberapa macam cara, di antaranya: (artinya) "Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada keluarga Ibrahim, sungguh Engkau Maha Terpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi keluarga Ibrahim, sungguh Engkau MahaTerpuji lagi Mahamulia." |
| إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا {٥٧} |
57. Sungguh, orang-orang yang menyakiti Allah dengan melakukan kesyirikan atau kemaksiatan lain serta menyakiti Rasulullah dengan ucapan dan perbuatan, Allah pasti akan menjauhkan mereka dari setiap kebaikan di dunia dan akhirat serta menyiapkan adzab yang menghinakan mereka di akhirat. |
| وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا {٥٨} |
58. Orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dengan ucapan atau tindakan tanpa ada dosa yang telah mereka lakukan maka mereka telah melakukan kebohongan dan kedustaan yang paling keji serta melakukan dosa yang nyata keburukannya, dengan itu ia berhak mendapat adzab di akhirat. |
| يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا {٥٩} |
59. Wahai Nabi, katakan kepada istri-istrimu, putri-putri-mu, dan istri-istri para laki-laki mukmin hendaklah mereka menjulurkan pakaian dan kerudung mereka di atas kepala dan wajah sehingga menutup wajah, dada, dan kepala mereka; hal itu lebih memudahkan mereka untuk dibedakan dengan penutup dan perlindungan itu sehingga mereka tidak terancam tertimpa hal yang tidak disukai atau menyakitkan. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, artinya Dia mengampuni dosa yang terlanjur kalian lakukan di masa lalu dan menyayangi kalian dengan penjelasan-Nya tentang halal dan haram kepada kalian. |
| لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ وَالْمُرْجِفُونَ فِي الْمَدِينَةِ لَنُغْرِيَنَّكَ بِهِمْ ثُمَّ لَا يُجَاوِرُونَكَ فِيهَا إِلَّا قَلِيلًا {٦٠} |
60. Jika orang-orang yang menyembunyikan kekafiran, menampakkan keimanan, dan orang-orang yang di hati mereka terdapat penyakit keraguan, serta orang-orang yang menyebar luaskan berita bohong di Kota Rasul (Madinah) itu tidak menghentikan kejahatan mereka, niscaya Kami akan kuasakan engkau atas mereka, lantas mereka tidak akan tinggal bersamamu di dalam kota itu kecuali sebentar. Mereka terusir dari rahmat Allah, di mana pun ditemukan mereka ditawan dan dibunuh selagi mereka tetap bertahan dengan kemunafikan dan tindakan menyebarkan berita bohong di tengah-tengah kaum muslimin dengan tujuan menimbulkan fitnah dan kerusakan. |
| مَلْعُونِينَ ۖ أَيْنَمَا ثُقِفُوا أُخِذُوا وَقُتِّلُوا تَقْتِيلًا {٦١} |
| سُنَّةَ اللَّهِ فِي الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا {٦٢} |
| يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا {٦٣} |
| إِنَّ اللَّهَ لَعَنَ الْكَافِرِينَ وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا {٦٤} |
| خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا {٦٥} |
| يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِي النَّارِ يَقُولُونَ يَا لَيْتَنَا أَطَعْنَا اللَّهَ وَأَطَعْنَا الرَّسُولَا {٦٦} |
| وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا {٦٧} |
| رَبَّنَا آتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيرًا {٦٨} |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَىٰ فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا ۚ وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا {٦٩} |
| يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا {٧٠} |
| يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {٧١} |
| إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا {٧٢} |
| لِيُعَذِّبَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا {٧٣} |
 |