سورةالمؤمنون {٢٣} 23. AL-MU´MINUUN
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ {١} 1. Sungguh, beruntung orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya.
الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ {٢} 2. Di antara sifat mereka, mereka itu khusyuk dalam shalat, hati mereka berkonsentrasi penuh dan anggota badan mereka tenang dalam menjalankannya.
وَالَّذِينَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُونَ {٣} 3. Mereka meninggalkan semua ucapan dan perbuatan yang tidak mengandung kebaikan.
وَالَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَاةِ فَاعِلُونَ {٤} 4. Mereka membersihkan diri dan harta mereka dengan menunaikan zakat berbagai jenis harta mereka.
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ {٥} 5. Mereka menjaga kemaluan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah seperti zina, homoseks, dan semua perbuatan keji.
إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ {٦} 6. Kecuali terhadap istri-istri dan budak-budak wanita mereka maka mereka tidak tercela dan tidak berdosa menggauli dan bersenang-senang dengan mereka karena telah dihalalkan Allah bagi mereka.
فَمَنِ ابْتَغَىٰ وَرَاءَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْعَادُونَ {٧} 7. Barang siapa yang mencari kesenangan de-ngan selain istri atau budak wanitanya maka ia termasuk melanggar hal yang halal kepada yang haram serta telah menjerumuskan dirinya kepada hukuman dan murka Allah.
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ {٨} 8. Mereka menjaga setiap amanah yang dibebankan dan menunaikan setiap janji.
وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ {٩} 9. Mereka senantiasa menjalankan shalat pada waktunya dengan tata cara yang disyariatkan sebagaimana diriwayatkan dari Nabi
أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ {١٠} 10. Mereka itulah orang-orang beriman yang mewarisi surga.
الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ {١١} 11. Mereka mewarisi tempat tinggal-tempat tinggal di surga yang paling tinggi dan paling tengah. Mereka kekal di dalamnya dan kenikmatan mereka itu tidak akan ber-henti atau musnah.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ {١٢} 12. Kami telah menciptakan Adam dari tanah liat yang diambil dari saripati seluruh tanah di bumi.
ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ {١٣} 13. Kemudian Kami ciptakan anak cucunya dari nutfah, yaitu mani laki-laki yang keluar dari sulbi, lalu berdiam mantap di rahim wanita.
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ {١٤} 14. Kemudian, Kami jadikan nutfah itu sebagai laladah: yaitu darah merah, lalu setelah empat puluh hari Kami jadikan 'alaqah itu sebagai mudhghah: yaitu sepotong daging seukuran daging yang dikunyah, lalu Kami jadikan mudhghah yang lunak itu sebagai tulang, lalu Kami bungkus tulang itu dengan daging. Kemudian, Kami membentuknya menjadi ciptaan lain dengan ditiupkannya ruh kepadanya. Mahaberkah Allah yang telah menciptakan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya.
ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ {١٥} 15. Sungguh, kalian, wahai manusia, setelah melalui seluruh rangkaian perkembangan hidup dan berakhirnya jatah usia, benar-benar akan mati.
ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ {١٦} 16. Lalu setelah kalian mati dan dunia punah, kalian benar-benar akan dibangkitkan dari kubur pada Hari Kiamat dalam keadaan hidup untuk menerima Hisab dan Pembalasan.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا فَوْقَكُمْ سَبْعَ طَرَائِقَ وَمَا كُنَّا عَنِ الْخَلْقِ غَافِلِينَ {١٧} 17. Kami telah menciptakan tujuh langit di atas kalian, sebagiannya berada di atas yang lain dan Kami tidak melalaikan ciptaan, tidak ada satu makhluk pun yang Kami abaikan atau Kami lupakan.
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ {١٨} 18. Kami turunkan air hujan dari langit sesuai kadar kebutuhan makhluk. Kami jadikan bumi sebagai tempat penyimpanan air itu, dan Kami berkuasa menghilangkan air yang tersimpan itu. Ini merupakan ancaman bagi orang-orang zhalim.
فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ {١٩} 19. Dengan air ini, Kami jadikan untuk kalian kebun-kebun kurma dan anggur, di dalamnya terdapat banyak buah dengan berbagai jenis dan bentuk, dari sebagian buah-buahan itu kalian makan.
وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْنَاءَ تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِلْآكِلِينَ {٢٠} 20. Dengan air itu pula, Kami jadikan untuk kalian pohon zaitun yang tumbuh di sekitar Gunung Tursina, dari pohon ini bisa diperas minyak zaitun yang digunakan sebagai minyak dan lauk.
وَإِنَّ لَكُمْ فِي الْأَنْعَامِ لَعِبْرَةً ۖ نُسْقِيكُمْ مِمَّا فِي بُطُونِهَا وَلَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ {٢١} 21. Wahai manusia, sungguh pada unta, sapi, dan kambing itu terdapat pelajaran, dari penciptaannya kalian bisa mengambil pelajaran itu. Kami beri kalian minuman susu dari perutnya dan kalian masih bisa memperoleh berbagai manfaat lain darinya, seperti wol, kulit, dan lainnya, sebagiannya juga kalian makan.
وَعَلَيْهَا وَعَلَى الْفُلْكِ تُحْمَلُونَ {٢٢} 22. Di atas unta dan kapal kalian diangkut di daratan dan lautan.
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ {٢٣} 23. Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya dengan dakwah kepada tauhid, ia pun berkata kepada mereka: "Beribadahlah kalian kepada Allah saja, tidak ada ilah yang berhak kalian ibadahi selain-Nya ikhlaskan ibadah kepada-Nya, tidakkah kalian takut kepada adzab-Nya?"
فَقَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَوْمِهِ مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُرِيدُ أَنْ يَتَفَضَّلَ عَلَيْكُمْ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً مَا سَمِعْنَا بِهَٰذَا فِي آبَائِنَا الْأَوَّلِينَ {٢٤} 24. Lalu, para pemuka kaumnya mendustakannya dan berkata kepada kaum awam mereka: "Sungguh, dia itu manusia biasa seperti kalian, sama sekali tidak ada bedanya, dengan ucapannya itu ia hanya menginginkan kepemimpinan dan kedudukan lebih dari kalian. Andaikata Allah menghendaki untuk mengutus seorang rasul kepada kita tentulah Dia mengutusnya dari kalangan malaikat, kita tidak pernah mendengar hal seperti ini terjadi di kalangan orang tua dan nenek moyang kita. Nuh hanyalah seorang laki-laki yang gila maka tunggulah ia waras, lalu meninggalkan dakwahnya atau mati sehingga kalian bisa terlepas dari gangguannya."
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ بِهِ جِنَّةٌ فَتَرَبَّصُوا بِهِ حَتَّىٰ حِينٍ {٢٥} 25. Lihat ayat 24
قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ {٢٦} 26. Nuh berkata: "Ya Rabbi, tolonglah aku terhadap kaumku, karena mereka mendustakanku tentang risalah-Mu yang kusampaikan kepada mereka."
فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ ۙ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۖ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ {٢٧} 27. Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal dengan penglihatan, perintah, dan pertolongan Kami kepadamu sedangkan engkau dalam penjagaan dan perlindungan Kami. Apa-bila perintah Kami untuk menjatuhkan adzab dengan menenggelamkan kaummu dan banjir mulai terjadi, di mana air telah memancar kuat dari tanur —yaitu tempat yang digunakan untuk memasak roti— sebagai tanda kedatangan adzab, masukkan ke dalam kapal itu setiap makhluk hidup jantan dan betina, agar keturunan mereka tetap berlanjut; masukkan pula keluargamu kecuali yang berhak menerima adzab disebabkan oleh kekafirannya, seperti istri dan anakmu, dan jangan meminta-Ku menyelamatkan kaummu yang zhalim karena mereka pasti tenggelam." Ayat ini menetapkan sifat mata bagi Allah sesuai dengan keagungan-Nya tanpa tasybIll (penyerupaan) dan takytf (penetapan kaifiah).
فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنْتَ وَمَنْ مَعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٢٨} 28. Apabila engkau telah berada di atas kapal dalam keadaan tenang dan aman dari tenggelam, ucapkanlah: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkanku dari kaum yang kafir."
وَقُلْ رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ {٢٩} 29. Katakan: "Ya Rabbi, mudahkan aku turun di tempat yang diberkahi dan aman, sedangkan Engkau sebaik-baik Yang menempatkan." Ini mengandung pengajaran dari Allah bagi hamba-hamba-Nya, apabila singgah di suatu tempat hendaklah mereka membaca doa ini.
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ وَإِنْ كُنَّا لَمُبْتَلِينَ {٣٠} 30. Penyelamatan orang-orang mukmin dan pembinasaan orang-orang kafir itu sungguh mengandung petunjuk nyata mengenai kebenaran apa yang dibawa para rasul Allah dari sisi Allah dan sungguh Kami benar-benar menguji umat dengan mengutus para rasul sebelum kedatangan adzab kepada mereka.
ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قَرْنًا آخَرِينَ {٣١} 31. Kemudian, Kami menjadikan generasi lain setelah kaum Nuh, yaitu kaum 'Ad.
فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولًا مِنْهُمْ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ ۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ {٣٢} 32. Lalu Kami mengutus di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Hud lalu ia berkata kepada mereka: "Beribadahlah kepada Allah saja, tiada yang berhak kalian ibadahi selain-Nya, tidakkah kalian takut kepada hukuman-Nya, jika kalian beribadah kepada selain-Nya?"
وَقَالَ الْمَلَأُ مِنْ قَوْمِهِ الَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِلِقَاءِ الْآخِرَةِ وَأَتْرَفْنَاهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا مَا هَٰذَا إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يَأْكُلُ مِمَّا تَأْكُلُونَ مِنْهُ وَيَشْرَبُ مِمَّا تَشْرَبُونَ {٣٣} 33. Berkatalah para pemuka kaumnya yang kafir kepada Allah, mengingkari kehidupan akhirat, dan menjadi sombong karena kemewahan hidup yang dikaruniakan Allah kepada mereka di dunia, "Orang yang mengajak kalian bertauhid kepada Allah ini hanya manusia biasa seperti kalian, ia memakan makanan seperti yang kalian makan dan meminum minuman seperti yang kalian minum.
وَلَئِنْ أَطَعْتُمْ بَشَرًا مِثْلَكُمْ إِنَّكُمْ إِذًا لَخَاسِرُونَ {٣٤} 34. Jika kalian mengikuti manusia biasa seperti kalian, sungguh kalian benar-benar rugi karena meninggalkan ilah kalian dan mengikutinya.
أَيَعِدُكُمْ أَنَّكُمْ إِذَا مِتُّمْ وَكُنْتُمْ تُرَابًا وَعِظَامًا أَنَّكُمْ مُخْرَجُونَ {٣٥} 35. Bagaimana kalian bisa memercayai janjinya bahwa setelah kalian nanti mati serta menjadi tanah dan tulang belulang yang remuk, kalian akan dibangkitkan lagi dari kubur dalam keadaan hidup?
هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوعَدُونَ {٣٦} 36. Sungguh, mustahil janji yang dikatakan kepada kalian itu bahwa kalian nanti setelah mati akan dikeluarkan dari kubur kembali dalam keadaan hidup.
إِنْ هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ {٣٧} 37. Hidup kita hanya di dunia ini, para bapak di antara kita mati digantikan oleh anak-anak yang hidup, kita tidak akan dikeluarkan dari kubur sekali lagi dalam keadaan hidup.
إِنْ هُوَ إِلَّا رَجُلٌ افْتَرَىٰ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا وَمَا نَحْنُ لَهُ بِمُؤْمِنِينَ {٣٨} 38. Orang yang mengajak kalian kepada keimanan ini hanyalah seorang laki-laki yang mengada-adakan dusta atas nama Allah, tidak percaya kepada perkataannya."
قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُونِ {٣٩} 39. Rasul mereka berdoa kepada Rabbnya: "Ya Rabbi, tolonglah aku dalarn menghadapi mereka dikarenakan mereka mendustakanku!"
قَالَ عَمَّا قَلِيلٍ لَيُصْبِحُنَّ نَادِمِينَ {٤٠} 40. Allah berfirman menanggapi doanya: "Sebentar lagi, mereka pasti akan menjadi orang-orang yang menyesal." Yakni, orang-orang yang mendustakan itu tak lama lagi akan menjadi orang-orang menyesal.
فَأَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ بِالْحَقِّ فَجَعَلْنَاهُمْ غُثَاءً ۚ فَبُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٤١} 41. Tak lama kemudian, datanglah kepada mereka suara keras beriringan dengan angin yang dengannya Allah membinasakan mereka sehingga mereka semua mati dan menjadi seperti buih mengambang di atas air. Orang-orang zhalim itu binasa dan dijauhkan dari rahmat Allah maka hendaklah orang-orang yang mendengar berhati-hati jangan sampai mereka mendustakan rasul sehingga ditimpa adzab seperti yang telah menimpa orang-orang sebelum mereka.
ثُمَّ أَنْشَأْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ قُرُونًا آخَرِينَ {٤٢} 42. Kemudian Kami ciptakan umat-umat dan makhluk-makhluk lain sesudah orang-orang yang mendustakan itu, seperti kaum Luth, Syuaib, Ayub, dan Yunus semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada mereka semua.
مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُونَ {٤٣} 43. Tidak ada satu pun di antara umat-umat yang mendustakan ini yang bisa mempercepat atau menangguhkan waktu kebinasaan yang telah ditentukan.
ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَىٰ ۖ كُلَّ مَا جَاءَ أُمَّةً رَسُولُهَا كَذَّبُوهُ ۚ فَأَتْبَعْنَا بَعْضَهُمْ بَعْضًا وَجَعَلْنَاهُمْ أَحَادِيثَ ۚ فَبُعْدًا لِقَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ {٤٤} 44. Kemudian Kami mengutus rasul-rasul Kami kepada umat-umat itu, silih berganti, setiap kali seorang rasul mendakwahi umatnya, mereka mendustakannya maka secara silih berganti pula Kami menimpakan kebinasaan dan kehancuran kepada mereka dan tidak tersisa lagi selain berita-berita tentang kebinasaan mereka. Kami jadikan berita-berita itu sebagai bahan perbincangan orang-orang sesudah mereka untuk dijadikan sebagai pelajaran.
ثُمَّ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ وَأَخَاهُ هَارُونَ بِآيَاتِنَا وَسُلْطَانٍ مُبِينٍ {٤٥} 45. Kemudian Kami mengutus Musa dan saudaranya, yaitu Harun, dengan sembilan mukjizat Kami, yaitu: tongkat, tangan, belalang, kutu, katak, darah, taufan, kekeringan, dan kekurangan buah-buahan sebagai hujah nyata yang menaklukkan semua hati dan menjadikan hati orang-orang beriman tunduk patuh, dengan begitu tegaklah hujah bagi orang-orang yang menentang. Kami mengutus keduanya kepada Firaun, Penguasa Mesir, dan para pembesar kaumnya, lalu mereka sombong sehingga menolakberiman kepada Musa dan saudaranya. Mereka adalah orang-orang yang melampaui batas dan menindas orang lain dengan kezhaliman.
إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا عَالِينَ {٤٦} 46. Lihat ayat 45
فَقَالُوا أَنُؤْمِنُ لِبَشَرَيْنِ مِثْلِنَا وَقَوْمُهُمَا لَنَا عَابِدُونَ {٤٧} 47. Lalu mereka berkata: "Apakah kita akan percaya kepada dua orang manusia biasa seperti kita, padahal kaum mereka, yaitu Bani Israil, berada di bawah kekuasaan kita, patuh dan tunduk kepada kita?"
فَكَذَّبُوهُمَا فَكَانُوا مِنَ الْمُهْلَكِينَ {٤٨} 48. Mereka mendustakan risalah yang dibawa keduanya sehingga mereka termasuk orang-orang yang dibinasakan dengan tenggelam di laut.
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ {٤٩} 49. Kami telah memberikan Taurat kepada Musa agar menjadi petunjuk yang membawa kepada kebenaran bagi kaumnya.
وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَأُمَّهُ آيَةً وَآوَيْنَاهُمَا إِلَىٰ رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَمَعِينٍ {٥٠} 50. Kami jadikan Isa putra Maryam dan ibunya sebagai tanda-tanda yang menunjukkan kekuasaan Kami, karena Kami telah menciptakannya tanpa ayah dan menjadikan perlindungan untuk dia dan ibunya di sebuah dataran tinggi yang cukup rata untuk didiami, tanahnya subur dan ada air yang mengalir bisa dilihat mata.
يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا ۖ إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ {٥١} 51. Wahai para rasul, makanlah rezeki halal yang baik dan laksanakan amal shalih, sungguh Aku Mahatahu tentang apa yang kalian lakukan, tidak ada sedikit pun amal kalian yang tersembunyi. Pembicaraan di ayat ini secara umum ditujukan kepada para rasul dan para pengikut mereka. Ayat ini mengandung dalil bahwa memakan makanan halal merupakan sarana yang membantu pelaksanaan amal shalih dan bahwa makanan haram membawa dampak sangat buruk, di antaranya adalah ditolaknya doa.
وَإِنَّ هَٰذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاتَّقُونِ {٥٢} 52. Wahai para nabi, sungguh din kalian itu satu, yaitu Islam. Sedangkan Aku adalah Rabb kalian maka bertakwalah kepada-Ku dengan menjalankan perintah dan menghindari larangan-Ku.
فَتَقَطَّعُوا أَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ زُبُرًا ۖ كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ {٥٣} 53. Lalu para penganut din itu bercerai-berai menjadi bergolongan-golongan dan mengubah din mereka menjadi banyak setelah mereka diperintahkan agar bersatu. Setiap golongan kagum kepada pendapatnya, mengklaim berada di atas kebenaran sedangkan yang lain di atas kebatilan. Ini mengandung peringatan agar mewaspadai fanatisme golongan dan perpecahan dalam din.
فَذَرْهُمْ فِي غَمْرَتِهِمْ حَتَّىٰ حِينٍ {٥٤} 54. Wahai Rasul, biarkan mereka dalam kesesatan dan kebodohan tentang kebenaran hingga turunnya adzab kepada mereka.
أَيَحْسَبُونَ أَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهِ مِنْ مَالٍ وَبَنِينَ {٥٥} 55. Apakah orang-orang kafir itu menyangka bahwa banyaknya harta dan anak yang Kami berikan kepada mereka di dunia merupakan penyegeraan kebaikan bagi mereka? Padahal, Kami menyegerakan kebaikan bagi mereka hanyalah sebagai ujian dan jebakan akan tetapi mereka tidak menyadari hal itu.
نُسَارِعُ لَهُمْ فِي الْخَيْرَاتِ ۚ بَلْ لَا يَشْعُرُونَ {٥٦} 56. Lihat ayat 56
إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ {٥٧} 57. Sungguh, orang-orang yang berhati-hati karena perasaan khasyiah kepada rabb mereka dan takut kepada hal-hal yang diancamkan oleh Allah
وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ {٥٨} 58. Mereka memercayai dan mengamalkan ayat-ayat Allah dalam Al-Qur'an.
وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ {٥٩} 59. Mereka mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan ilah lain-Nya.
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ {٦٠} 60. Mereka bersungguh-sungguh dalam beramal kebajikan sedangkan hati mereka takut jangan-jangan amal mereka tidak diterima dan tidak bisa menyelamatkan mereka dari adzab Rabb mereka ketika mereka kembali kepada-Nya untuk menerima Hisab.
أُولَٰئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ {٦١} 61. Orang-orang yang bersungguh-sungguh menjalankan ketaatan itu memiliki sifat senantiasa bergegas menuju setiap amal shalih dan menuju kebaikan.
وَلَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَلَدَيْنَا كِتَابٌ يَنْطِقُ بِالْحَقِّ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ {٦٢} 62. Kami tidak membebankan kepada seorang hamba Kami kecuali amalan yang bisa dilaksanakannya, seluruh amalan mereka itu tertulis di sisi Kami dalam sebuah buku catatan amalan yang dilaporkan oleh para malaikat, buku itu berbicara benar tentang mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang dizhalimi.
بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِنْ هَٰذَا وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُونَ {٦٣} 63. Allah menangguhkan mereka agar mereka terus melakukan perbuatan jahat itu sehingga menerima murka dan hukuman Allah.
حَتَّىٰ إِذَا أَخَذْنَا مُتْرَفِيهِمْ بِالْعَذَابِ إِذَا هُمْ يَجْأَرُونَ {٦٤} 64. Hingga ketika Kami menghukum orang-orang yang hidup mewah dan sombong di antara mereka dengan adzab Kami, tiba-tiba mereka mengangkat suara berdoa dan memohon pertolongan.
لَا تَجْأَرُوا الْيَوْمَ ۖ إِنَّكُمْ مِنَّا لَا تُنْصَرُونَ {٦٥} 65. Maka dikatakanlah kepada mereka: "Janganlah kalian berteriak dan meminta pertolongan hari ini, kalian tidak akan bisa menolong diri sendiri dan tidak ada seorang pun yang bisa menolong kalian dari adzab Allah.
قَدْ كَانَتْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ تَنْكِصُونَ {٦٦} 66. "Dahulu ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan kepada kalian, lalu kalian enggan mendengarkan, memercayai,dan mengamalkannya sebagaimana yang dilakukan oleh orang yang berbalik ke belakang.
مُسْتَكْبِرِينَ بِهِ سَامِرًا تَهْجُرُونَ {٦٧} 67. "Kalian melakukan semua itu seraya menyombongkan diri terhadap orang lain secara tidak benar lantaran Baitullah Al-Haram, yang kalian mengatakan: 'Kami adalah penduduk Baitullah Al-Haram dan tidak akan dikalahkan di sana: Kalian bercakap-cakap seputar itu di malam hari dengan ucapan buruk."
أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُمْ مَا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَ {٦٨} 68. Tidakkah mereka berpikir tentang Al-Qur'an sehingga mengetahui kebenarannya ataukah mereka terhalangi dari keimanan karena didatangi oleh seorang rasul dan sebuah kitab yang kepada nenek moyang mereka terdahulu belum pernah datang hal serupa itu sehingga mereka tidak percaya dan berpaling darinya?
أَمْ لَمْ يَعْرِفُوا رَسُولَهُمْ فَهُمْ لَهُ مُنْكِرُونَ {٦٩} 69. Ataukah mereka dicegah dari mengikuti kebenaran lantaran rasul mereka, Muhammad, tidak dikenal di kalangan mereka?
أَمْ يَقُولُونَ بِهِ جِنَّةٌ ۚ بَلْ جَاءَهُمْ بِالْحَقِّ وَأَكْثَرُهُمْ لِلْحَقِّ كَارِهُونَ {٧٠} 70. Bahkan, apakah mereka menganggapnya gila? Sungguh, mereka telah berdusta, sebenarnya yang terjadi hanyalah datangnya Al-Qur'an, tauhid, dan din yang benar kepada mereka, sedangkan kebanyakan mereka membenci kebenaran karena kedengkian dan sikap melampaui batas.
وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ {٧١} 71. Andaikata Allah menetapkan syariat yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, tentulah langit, bumi, dan siapa yang ada di dalamnya menjadi rusak. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka apa yang mengandung kemuliaan mereka, yaitu Al-Qur'an, namun mereka berpaling darinya.
أَمْ تَسْأَلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ {٧٢} 72. Atau mereka terhalang dari keimanan lantaran engkau -wahai Rasul- meminta upah kepada mereka atas dakwah yang kausampaikan, sedangkan mereka enggan memberi? Engkau tidak melakukan itu, karena pahala dan pemberian di sisi Allah itu lebih baik dan Dia adalah sebaik-baik Pemberi rezeki. Tidak ada seorang pun kuasa memberi rezeki seperti reze ki-Nya
وَإِنَّكَ لَتَدْعُوهُمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ {٧٣} 73. Wahai Rasul, sungguh engkau benar-benar mendakwahi kaummu dan kaum lainnya kepada din yang lurus, yaitu Islam.
وَإِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ عَنِ الصِّرَاطِ لَنَاكِبُونَ {٧٤} 74. Adapun orang-orangyangtidakmemercayai Kebangkitan dan Hisab serta tidak beramal untuk menghadapi keduanya, mereka itu menyimpang dari jalan din yang lurus kepada yang lain.
وَلَوْ رَحِمْنَاهُمْ وَكَشَفْنَا مَا بِهِمْ مِنْ ضُرٍّ لَلَجُّوا فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ {٧٥} 75. Andaikata Kami merahmati mereka dan menghilangkan paceklik serta kelaparan dari mereka, tentulah mereka berlarut-larut dalam kekafiran dan pembangkangan, mereka kebingungan tak tahu arah.
وَلَقَدْ أَخَذْنَاهُمْ بِالْعَذَابِ فَمَا اسْتَكَانُوا لِرَبِّهِمْ وَمَا يَتَضَرَّعُونَ {٧٦} 76. Kami telah menguji mereka dengan berbagai macam musibah, namun mereka tidak mau tunduk kepada Rabb mereka dan tidak mau berdoa kepada-Nya dengan khusyuk ketika turunnya musibah itu.
حَتَّىٰ إِذَا فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا ذَا عَذَابٍ شَدِيدٍ إِذَا هُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ {٧٧} 77. Sehingga ketika Kami membukakan pintu adzab yang keras di akhirat untuk mereka, serta merta mereka berputus asa dari setiap kebaikan, bingung tidak mengerti apa yang akan mereka lakukan.
وَهُوَ الَّذِي أَنْشَأَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَا تَشْكُرُونَ {٧٨} 78. Dialah yang telah menciptakan bagi kalian telinga untuk mendengar suara, mata untuk melihat pemandangan, dan hati untuk sarana memahami, meski begitu kesyukuran kalian terhadap nikmat yang bertubi-tubi dikaruniakan kepada kalian itu sangat sedikit, hampir tidak bisa disebut.
وَهُوَ الَّذِي ذَرَأَكُمْ فِي الْأَرْضِ وَإِلَيْهِ تُحْشَرُونَ {٧٩} 79. Dialah yang menciptakan seluruh manusia di bumi dan hanya kepada-Nya kalian kelak dikumpulkan setelah mati, lalu Dia membalas kalian berdasarkan perbuatan baik dan buruk yang kalian lakukan di masa lalu.
وَهُوَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ وَلَهُ اخْتِلَافُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ {٨٠} 80. Hanya Dia yang menghidupkan dari tiada dan mematikan setelah hidup, milik-Nya pergantian siang dan malam, tidakkah kalian memahami kekuasaan dan keesaan-Nya?
بَلْ قَالُوا مِثْلَ مَا قَالَ الْأَوَّلُونَ {٨١} 81. Akan tetapi, orang-orang kafir tidak percaya kepada Kebangkitan, mereka justru mengulang-ulang perkataan para pendahulu mereka yang ingkar.
قَالُوا أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ {٨٢} 82. Mereka berkata: "Apakah setelah kami mati, jasad dan tulang-tulang kami terurai di dalam tanah, kami akan hidup kembali? Ini tidak akan terjadi dan tidak bisa dibayangkan.
لَقَدْ وُعِدْنَا نَحْنُ وَآبَاؤُنَا هَٰذَا مِنْ قَبْلُ إِنْ هَٰذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ {٨٣} 83. Ucapan yang kausampaikan kepada kami ini, wahai Muhammad, telah disampaikan kepada nenek moyang kami terdahulu, namun kami tidak melihatnya benar. Ini hanyalah dongengan orang-orang terdahulu."
قُلْ لِمَنِ الْأَرْضُ وَمَنْ فِيهَا إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ {٨٤} 84. Katakan kepada mereka: "Siapakah pemilik bumi dan makhluk berakal yang ada di dalam-nya, jika kalian memiliki pengetahuan?"
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ {٨٥} 85. Mereka pasti mengakui bahwa ia milik Allah, Dialah Pencipta dan Pemiliknya. Katakan kepada mereka: "Tidakkah kalian bisa mengambil pelajaran darinya bahwa Allah berkuasa membangkitkan setelah mati?"
قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ {٨٦} 86. Tanyakan: "Siapakah Rabb langit yang tujuh dan Rabb arsy agung yang merupakan makhluk paling agung dan paling tinggi?"
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ {٨٧} 87. Mereka pasti menjawab: "Dialah Allah." Katakan kepada mereka: "Tidakkah kalian takut kepada adzab-Nya jika kalian beribadah kepada selain-Nya?"
قُلْ مَنْ بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ يُجِيرُ وَلَا يُجَارُ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ {٨٨} 88. Tanyakan: "Siapa pemilik segala sesuatu, yang di tangan-Nya terletak perbendaharaan segala sesuatu, serta yang melindungi peminta perlindungan dan tidak ada seorang pun berkuasa melindungi siapa yang hendak dibinasakan Allah, tidak pula bisa mencegah keburukan yang telah ditakdirkan oleh Allah, jika kalian mengetahui hal itu?"
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ {٨٩} 89. Mereka akan menjawab: "Semua itu milik Allah."Katakan kepada mereka: "Bagaimana akal kalian bisa hilang, kalian tertipu dan dipalingkan dari tauhid dan ketaatan kepada Allah, serta keimanan kepada Kebangkitan?"
بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِالْحَقِّ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ {٩٠} 90. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kebenaran dalam risalah utusan Kami Muhammad kepada orang-orang yang ingkar itu. Mereka itu sungguh berdusta dalam kesyirikan dan pengingkaran mereka terhadap Kebangkitan.
مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ ۚ إِذًا لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ {٩١} 91. Allah tidak menjadikan anak untuk diri-Nya dan tidak ada ilah yang berhak diibadahi bersama-Nya karena andaikata ilah itu lebih dari satu, tentulah setiap ilah memisahkan diri bersama makhluk-makhluknya dan tentulah mereka saling berperang seperti keadaan para raja di dunia sehingga kacaulah sistem alam semesta ini. Mahasuci Allah dari memiliki sekutu atau anak seperti yang mereka sifatkan kepada-Nya.
عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ {٩٢} 92. Dia saja yang mengetahui apa yang tidak terlihat maupun yang terlihat oleh makhluk-Nya. Mahasuci Allah dari sekutu yang mereka yakini.
قُلْ رَبِّ إِمَّا تُرِيَنِّي مَا يُوعَدُونَ {٩٣} 93. Wahai Rasul, ucapkan: "Rabbi, jika Engkau hendak memperlihatkan kepadaku ancaman-Mu terhadap orang-orang musyrik itu, yaitu adzab-Mu maka janganlah Kaubinasakan aku dengan adzab yang Kaugunakan untuk membinasakan mereka. Selamatkan aku dari adzab dan murka-Mu. Jangan Kaujadikan aku termasuk orang-orang yang musyrik lagi zhalim. Tetapi jadikanlah aku termasuk orang-orang yang Kauridhai."
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ {٩٤} 94. Lihat ayat 93
وَإِنَّا عَلَىٰ أَنْ نُرِيَكَ مَا نَعِدُهُمْ لَقَادِرُونَ {٩٥} 95. Sungguh, Kami benar-benar berkuasa mem-perlihatkan kepadamu adzab yang Kami ancamkan kepada mereka.
ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ السَّيِّئَةَ ۚ نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَصِفُونَ {٩٦} 96. Kami lebih mengetahui kesyirikan dan pendustaan yang disifatkan oleh orang-orang musyrik itu serta akan membalas mereka karenanya dengan balasan yang lebih buruk.
وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ {٩٧} 97. Wahai Nabi, katakan: "Rabbi, aku berlindung kepada-Mu dari penyesatan dan godaan setan, yang mengajak kepada kebatilan, kerusakan, dan perbuatan menghalang-halangi dari kebenaran. Aku juga berlindung kepada-Mu -ya Rabbi- dari kehadiran mereka dalam salah satu urusanku."
وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ {٩٨} 98. Lihat ayat 97
حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ {٩٩} 99. Allah mengabarkan kondisi orang-orang yang kafir atau melampaui batas ketika menjelang kematian, pada saat kematian menghampirinya dan ia menyaksikan adzab yang telah disiapkan untuknya, ia berkata: "Rabbi, kembalikan aku ke dunia.
لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ {١٠٠} 100. "Barangkali aku bisa memperbaiki keimanan dan ketaatan yang telah kuabaikan." Permintaannya itu tidak dikabulkan dan ia tidak diberi penangguhan. Kalimat yang diucapkannya itu tidak berguna baginya dan ia tidak benar ketika mengucapkannya. Andaikata dikembalikan ke dunia, tentulah ia kembali kepada apa yang telah dilarang darinya. Orang-orang yang wafat itu akan tetap berada di dalam tabir dan barzakh yang memisahkan antara dunia dan akhirat hingga Hari Kebangkitan.
فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ فَلَا أَنْسَابَ بَيْنَهُمْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَتَسَاءَلُونَ {١٠١} 101. Jika Hari Kiamat tiba, malaikat yang bertugas sudah meniup sangkakala dan manusia telah dibangkitkan dari kubur, tidak ada sikap saling membanggakan nasab pada masa itu seperti halnya di dunia dulu saat mereka saling membanggakannya, dan tidak ada seorang pun bertanya kepada orang lain.
فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ {١٠٢} 102. Barang siapa yang kebaikan-kebaikannya banyak, timbangan amalnya berat dalam Hisab maka mereka itulah orang-orang yang sukses meraih surga.
وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ {١٠٣} 103. Adapun siapa yang timbangan kebaikannya sedikit, sedangkan timbangan kejahatannya lebih berat dan yang terberat adalah dosa syirik maka mereka itu orang yang merugi dirinya, kekal abadi di neraka.
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ {١٠٤} 104. Api neraka membakar wajah mereka, sedangkan mereka di dalam neraka bermuka masam, bibir mereka berkerut dan gigi mereka terlihat.
أَلَمْ تَكُنْ آيَاتِي تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ فَكُنْتُمْ بِهَا تُكَذِّبُونَ {١٠٥} 105. Dikatakan kepada mereka: "Bukankah ayat-ayat Al-Qur'an telah dibacakan kepada kalian ketika di dunia, namun kalian mendustakannya?"
قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْمًا ضَالِّينَ {١٠٦} 106. Karena para rasul telah menyampaikan risalah dan peringatan kepada mereka, maka pada Hari Kiamat mereka berkata:"Wahai Rabb kami, berbagai kesenangan dan hawa nafsu yang telah ditakdirkan bagi kami dalam ilmu-Mu yang terdahulu itu telah mengalahkan kami dan kami dalam perbuatan kami itu tersesat dari petunjuk.
رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْهَا فَإِنْ عُدْنَا فَإِنَّا ظَالِمُونَ {١٠٧} 107. "Wahai Rabb kami, keluarkan kami dari neraka dan kembalikan kami ke dunia, jika nanti kami kembali kepada kesesatan berarti kami benar-benar zhalim, pantas menerima hukuman."
قَالَ اخْسَئُوا فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ {١٠٨} 108. Allah berfirman kepada mereka: "Tinggallah kalian di neraka dalam keadaan hina dan jangan berbicara kepadaku!" Ketika itu, terputuslah doa dan harapan mereka.
إِنَّهُ كَانَ فَرِيقٌ مِنْ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ {١٠٩} 109. Sungguh, dulu ada segolongan dari hamba-hamba-Ku -yaitu orang-orang beriman- yang senantiasa berdoa: "Wahai Rabb kami, kami telah beriman maka ampunilah dan sayangilah kami, sedangkan Engkau sebaik-baik Yang Menyayangi."
فَاتَّخَذْتُمُوهُمْ سِخْرِيًّا حَتَّىٰ أَنْسَوْكُمْ ذِكْرِي وَكُنْتُمْ مِنْهُمْ تَضْحَكُونَ {١١٠} 110. Lalu kalian sibuk mengejek mereka sehingga lupa kepada dzikrullah, kalian tetap dalam sikap mendustakan, dan kalian dulu sering menertawakan mereka sebagai ejekan dan penghinaan.
إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا أَنَّهُمْ هُمُ الْفَائِزُونَ {١١١} 111. Aku membalas golongan hamba-hamba-Ku yang beriman ini dengan kesuksesan meraih surga disebabkan oleh kesabaran mereka dalam menghadapi gangguan dan menjalankan ketaatan kepada Allah.
قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ {١١٢} 112. Orang-orang yang sengsara akan ditanya di neraka: "Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di dunia? Berapa waktu selama di dunia yang kalian sia-siakan tidak untuk taat kepada Allah?"
قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ {١١٣} 113. Mereka menjawab dikarenakan kengerian situasi dan beratnya adzab: "Kami tinggal di sana hanya sehari atau setengah hari, tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung bulan dan hari."
قَالَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ {١١٤} 114. Allah berfirman kepada mereka: "Kalian tinggal di sana hanya sebentar. Andaikata dulu kalian bersabar menjalankan ketaatan kepada Allah, tentulah kalian sukses meraih surga. Andaikan saja kalian memiliki pengetahuan tentang ituf Hal itu dikarenakan waktu keberadaan mereka di dunia sangatlah sebentar jika dibandingkan dengan panjangnya keberadaan mereka di neraka yang abadi.
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثًا وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ {١١٥} 115. Wahai seluruh makhluk, apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian sia-sia, tanpa perintah dan larangan, tanpa pahala dan hukuman, dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami di akhirat untuk menerima Hisab dan Pembalasan?
فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ {١١٦} 116. Mahatinggi Allah, Sang Maharaja yang mengelola urusan segala sesuatu, yang Mahabenar: janji-Nya benar, ancaman-Nya benar, semua yang datang dari-Nya benar. Mahasuci Dia dari tindakan menciptakan sesuatu secara sia-sia dan bodoh, tidak ada ilah selain-Nya, Rabb arsy mulia yang merupakan makhluk paling agung.
وَمَنْ يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِنْدَ رَبِّهِ ۚ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ {١١٧} 117. Barang siapa yang beribadah kepada ilah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada hujah baginya bahwa ia berhak diibadahi maka balasannya atas perbuatan buruk ini ada di akhirat. Sungguh, tidak ada kesuksesan dan keselamatan bagi orang-orang kafir pada Hari Kiamat.
وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ {١١٨} 118. Wahai Nabi, katakan: "Ya Rabbi, ampunilah dosa-dosaku dan sayangilah aku, Engkau sebaik-baik Penyayang orang yang berdosa, Engkau menerima taubatnya dan tidak menghukumnya atas dosanya."
Al-Qur'an Today @2006