سورةالاسراء {١٧} 17. AL-ISRAA´
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {١} 1. Allah mengagungkan diri-Nya atas kekuasaan-Nya melakukan apa yang tidak kuasa dilakukan oleh siapa pun selain-Nya, tidak ada ilah dan tidak ada rabb selain-Nya. Dialah yang memperjalankan hamba-Nya, yaitu Muhammad di suatu waktu di malam hari, dengan jasad dan ruhnya, dalam keadaan terjaga bukan tidur, dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis yang diberkahi Allah tanamannya, buah, atau hal lainnya yang ada padanya serta yang dijadikan sebagai tempat diutusnya banyak nabi, agar hamba-Nya itu menyaksikan berbagai keajaiban kekuasaan Allah dan bukti keesaan-Nya. Sungguh, Allah Maha Mendengar seluruh suara lagi Maha Melihat setiap hal yang terlihat, kemudian memberi masing-masing sesuai dengan haknya di dunia dan akhirat.
وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي وَكِيلًا {٢} 2. Sebagaimana Allah telah memuliakan Muhammad dengan mengisrakkannya (memperjalankannya di malam hari), Dia juga telah memuliakan Musa dengan memberinya Taurat serta menjadikannya sebagai penjelasan bagi kebenaran dan petunjuk bagi Bani Israil, yang mengandung larangan bagi mereka dari tindakan menjadikan penolong dan sembahan selain Allah yang menjadi tem-pat mereka menyerahkan segala urusan.
ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا {٣} 3. Wahai keturunan orang-orang yang Kami selamatkan dan Kami angkut bersama Nuh di dalam kapal, janganlah menyekutukan Allah dalam ibadah dan jadilah orang-orang yang bersyukur kepada nikmat-nikmat-Nya dengan meneladani Nuh Sungguh, ia seorang hamba yang bersyukur kepada Allah dengan hati, lisan, dan anggota badan.
وَقَضَيْنَا إِلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا {٤} 4. Kami beritakan kepada Bani Israil di dalam Taurat yang diturunkan kepada mereka bahwasanya mereka pasti melakukan perusakan dua kali di Baitul Maqdis dan sekitarnya dengan melakukan kezhaliman, pembunuhan para nabi, tindakan melampaui batas, dan penyerangan.
فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولَاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلَالَ الدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولًا {٥} 5. Jika mereka melakukan perusakan pertama, Kami kuasakan terhadap mereka hamba-hamba Kami yang memiliki keberanian dan kekuatan besar, yang mengalahkan, membunuh, dan mengusir mereka, hamba-hamba Kami itu berkeliling di dalam negeri mereka melakukan kerusakan; itu merupakan janji yang pasti terjadi dikarenakan adanya sebab dari mereka.
ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا {٦} 6. Kemudian Kami kembalikan kemenangan kepada kalian —wahai Bani Israil— terhadap musuh-musuh yang telah menguasai kalian. Kami perbanyak rezeki dan anak-anak kalian. Kami kuatkan kalian dan Kami jadikan kalian sebagai bangsa yang berjumlah paling banyak; itu terjadi disebabkan perbuatan baik kalian dan kepatuhan kalian kepada Allah.
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا {٧} 7. Jika kalian memperbaiki perbuatan dan ucapan kalian, berarti kalian telah berbuat baik kepada diri sendiri karena pahala semua itu akan kembali kepada kalian. Sebaliknya jika kalian berbuat jahat maka hukuman perbuatan itu akan kembali kepada kalian. Apabila tiba saat perusakan yang kedua, Kami kuasakan sekali lagi atas kalian musuh-musuh kalian, agar musuh-musuh kalian itu menghinakan dan mengalahkan kalian sehingga bekas-bekas kehinaan itu terlihat di wajah kalian serta agar musuh-musuh kalian memasuki Baitul Maqdis, lalu menghancurkannya sebagaimana dulu mereka pernah menghancurkannya pertama kali serta agar mereka memusnahkan semua yang jatuh ke tangan mereka dengan sehancur-hancurnya.
عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا {٨} 8. Wahai Bani Israil, semoga Rabb kalian mengasihi setelah menghukum kalian jika kalian bertaubat dan memperbaiki diri. Akan tetapi, jika kalian kembali melakukan perusakan dan kezhaliman maka Kami pun kembali menghukum dan menghinakan kalian. Kami jadikan jahanam itu sebagai penjara bagi kalian dan seluruh orang kafir; tidak ada jalan keluar darinya selama-lamanya. Ayat ini dan sebelumnya mengandung peringatan kepada umat ini supaya menjauhi kemaksiatan agar mereka tidak tertimpa nasib buruk sebagaimana yang pernah menimpa Bani Israil, karena sunatullah itu satu, tidak berubah atau berganti.
إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا {٩} 9. Al-Qur'an ini, yang telah Kami turunkan kepada hamba Kami, yaitu Muhammad membimbing manusia ke jalan yang paling baik, yaitu millah Islam, dan menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya bahwa mereka akan memperoleh pahala besar. Dan sungguh orang-orang yang tidak percaya kepada negeri akhirat dan balasan yang ada di sana telah Kami siapkan untuk mereka adzab yang menyakitkan di neraka.
وَأَنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا {١٠} 10. Lihat ayat 10.
وَيَدْعُ الْإِنْسَانُ بِالشَّرِّ دُعَاءَهُ بِالْخَيْرِ ۖ وَكَانَ الْإِنْسَانُ عَجُولًا {١١} 11. Kadang-kadang manusia berdoa memohon keburukan bagi dirinya, anaknya, atau hartanya, yaitu ketika marah seperti ketika ia berdoa memohon kebaikan. Demikian ini disebabkan oleh kebodohan dan ketergesaan manusia. Dan salah satu kasih sayang Allah adalah Dia mengabulkan doa manusia yang baik, tetapi tidak mengabulkan yang buruk, karena Dia mengetahui bahwa doa yang seperti itu sebenarnya tidak bermaksud menghendaki hal itu —manusia itu punya karakter tergesa-gesa.
وَجَعَلْنَا اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ آيَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَا آيَةَ اللَّيْلِ وَجَعَلْنَا آيَةَ النَّهَارِ مُبْصِرَةً لِتَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ فَصَّلْنَاهُ تَفْصِيلًا {١٢} 12. Kami jadikan malam dan siang sebagai tanda yang menunjukkan keesaan dan kekuasaan Kami, lalu Kami hapuskan tanda malam —yaitu bulan—dan Kami jadikan tanda siang —yaitu matahari—bersinar agar dalam cahaya siang manusia melihat bagaimana ia mengelola berbagai urusan dalam kehidupannya. Sedangkan di malam hari ia bisa mendapat ketenangan dan rehat, serta agar melalui silih bergantinya siang dan malam itu manusia bisa mengetahui hitungan tahun serta perhitungan bulan dan hari, sehingga berdasarkan hal itu mereka bisa mengatur berbagai kepentingan sekehendak mereka. Segala sesuatu telah Kami jelaskan secara memadai.
وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا {١٣} 13. Setiap manusia, segala amal baik dan buruknya dijadikan oleh Allah selalu menyertainya, ia tidak akan dihisab dengan amalan orang lain dan orang lain tidak akan dihisab pula dengan amalannya, dan pada Hari Kiamat Allah akan mengeluarkan untuknya sebuah kitab yang di dalamnya tercatat semua amalnya, kitab itu dilihatnya dalam keadaan terbuka.
اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا {١٤} 14. Akan dikatakan kepadanya:"Bacalah kitab ama-lanmu!” la pun membaca sekalipun ketika di dunia ia tidak bisa membaca, "Hari ini, cukuplah dirimu sendiri yang menghitung amalmu, lalu engkau akan mengetahui balasannya." Ini merupakan ke-adilan terbesar, ketika dikatakan kepada seorang hamba: "Hitunglah dirimu sendiri, cukup dirimu sendirilah yang meng hitung amalmu!"
مَنِ اهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِي لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا {١٥} 15. Barang siapa yang mendapat petunjuk, dalam arti mengikuti jalan kebenaran maka pahalanya akan kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya barang siapa yang menyimpang dan mengikuti jalan kebatilan maka hukumannya akan kembali kepada dirinya sendiri. Tidak ada orang berdosa yang memikul dosa orang lain. Allah tidak mengadzab seorang pun kecuali setelah ditegakkannya hujah terhadapnya, diutusnya para rasul, dan diturunkannya kitab-kitab.
وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا {١٦} 16. Apabila Kami ingin membinasakan penduduk suatu negeri dikarenakan kezhaliman mereka, Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu agar taat kepada Allah, menauhidkan-Nya, dan membenarkan rasul-rasul-Nya, sedangkan orang-orang lain akan ikut kepada mereka, namun mereka membangkang terhadap perintah Rabb mereka dan mendustakan rasul-rasul-Nya maka mereka layak menerima perkataan (Kami) yang menetapkan jatuhnya adzab yang tidak bisa ditolak, lalu Kami musnahkan mereka dengan dibinasakan secara menyeluruh.
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ الْقُرُونِ مِنْ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا {١٧} 17. Banyak umat yang mendustakan rasul-rasul setelah Nabiyullah Nuh yang Kami binasakan. Wahai Rasul, cukuplah Rabbmu bahwa Dia Maha Mengetahui seluruh amalan para hamba-Nya, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.
مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا {١٨} 18. Barang siapa bercita-cita dan berusaha me raih kebahagiaan dunia saja, tidak percaya dan tidak beramal untuk akhirat, niscaya Allah menyegerakan baginya kenikmatan dunia sekadar yang Dia kehendaki sesuai yang telah Dia tulis di Lauh Mahfuzh, kemudian Allah akan menyiapkan Jahanam untuknya di akhirat, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir dari rahmat-Nya hal itu karena cita-cita dan usahanya hanya tertuju untuk dunia, bukan akhirat.
وَمَنْ أَرَادَ الْآخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ كَانَ سَعْيُهُمْ مَشْكُورًا {١٩} 19. Adapun siapa yang menginginkan pahala di negeri akhirat yang abadi dengan amalannya dan berusaha mendapatkannya dengan taat kepada Allah sedangkan ia beriman kepada Allah, pahala-Nya, dan besarnya balasan-Nya maka amalan mereka diterima dan disimpan untuk mereka di sisi Rabb mereka, mereka akan mendapat ganjaran karenanya.
كُلًّا نُمِدُّ هَٰؤُلَاءِ وَهَٰؤُلَاءِ مِنْ عَطَاءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَاءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا {٢٠} 20. Setiap orang, baik yang beramal untuk dunia fana maupun yang beramal untuk akhirat abadi, Kami beri tambahan rezeki, Kami beri orang-orang mukmin dan orang-orang kafir rezeki di dunia, sesungguhnya rezeki itu merupakan pemberian Rabbmu sebagai karunia dari-Nya, sedangkan pemberian Rabbmu itu tidak bisa dicegah dari seorang pun, baik ia beriman mau-pun kafir.
انْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا {٢١} 21. Wahai Rasul, perhatikan bagaimana cara Allah memberi sebagian manusia kelebihan atas sebagian yang lain di dunia, baik dalam hal rezeki maupun amal, sedangkan derajat dan keutamaan di akhirat itu lebih besar bagi orang-orang yang beriman.
لَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَخْذُولًا {٢٢} 22. Wahai manusia, janganlah menyekutukan Allah dalam beribadah kepada-Nya sehingga mengakibatkan engkau menjadi tercela dan ditinggalkan Allah.
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا {٢٣} 23. Wahai manusia, Rabbmu memerintahkan, mengha-ruskan, dan mewajibkanmu menauhidkan-Nya dalam beribadah, juga memerintahkan berbuat baik kepada ayah dan ibu, terutama di saat tua, artinya jangan mengeluh atau merasa keberatan sedikit pun terhadap sesuatu yang kaulihat ada pada salah satu atau keduanya; jangan mengucapkan perkataan yang terdengar buruk di telinga keduanya, bahkan sekadar ucapan, "Cih.." yang merupakan seringan-ringan ucapan buruk dan jangan sampai melakukan perbuatan buruk kepada keduanya, tetapi bersikaplah sopan dan ucapkanlah selalu ucapan yang lembut kepada keduanya.
وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا {٢٤} 24. Bersikaplah rendah hati kepada ibu dan ayahmu sebagai bukti kasih sayangmu kepada keduanya. Mohonlah kepada Rabbmu agar menyayangi keduanya dengan kasih sayang-Nya yang luas, baik ketika mereka berdua masih hidup maupun setelah meninggal dunia, sebagaimana mereka bersabar mendidikmu saat masih kecil yang lemah daya dan kekuatannya.
رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِي نُفُوسِكُمْ ۚ إِنْ تَكُونُوا صَالِحِينَ فَإِنَّهُ كَانَ لِلْأَوَّابِينَ غَفُورًا {٢٥} 25. Wahai manusia, Rabb kalian lebih mengetahui kebaikan atau keburukan yang ada di dalam hati kalian. Jika kalian bertujuan menggapai ridha Allah dan apayang mendekatkan kepada-Nya maka Dia Maha Pengampun terhadap orang-orang yang kembali kepada-Nya kapan saja. Barang siapa yang diketahui oleh Allah bahwa di hatinya tidak ada selain inabah (kembali kepada Allah) dan kecintaan kepada-Nya maka Dia memaafkan dan mengampunkan dosa-dosa kecil yang dilakukannya berdasarkan sifat manusiawinya.
وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا {٢٦} 26. Berbuat baiklah kepada siapa pun yang berhubungan kekerabatan denganmu, berilah haknya untuk diperlakukan dengan baik, santunilah orang miskin yang membutuhkan serta musafir yang terputus hubungan dari keluarga dan hartanya, dan jangan kaugunakan hartamu selain dalam ketaatan kepada Allah atau kauhamburkan secara mubadzir.
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا {٢٧} 27. Sungguh, orang-orang yang suka menghamburkan dan menggunakan harta dalam kemaksiatan kepada Allah, mereka itu mirip dengan setan dalam hal keburukan, kerusakan, dan kemaksiatan. Sedangkan setan itu sangat kufur dan ingkar kepada nikmat Rabbnya.
وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِنْ رَبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُلْ لَهُمْ قَوْلًا مَيْسُورًا {٢٨} 28. Jika engkau enggan memberi orang-orang yang telah diperintahkan kepadamu agar diberi, karena tidak memiliki harta, karena engkau masih mencari rezeki yang kaunantikan dari sisi Rabbmu maka katakan kepada mereka perkataan yang lembut, misalnya mendoakan mereka agar kaya dan dilapangkan rezeki mereka serta janjikan kepada mereka bahwa jika Allah melapangkan karunia rezeki-Nya, niscaya engkau akan memberi mereka sebagian darinya.
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَحْسُورًا {٢٩} 29. Jangan kautahan tanganmu dari berinfak di jalan kebaikan, artinya engkau kikir kepada dirimu, keluargamu, dan orang-orang yang membutuhkan. Jangan pula berlebihan dalam berinfak, artinya kauberikan infak melebihi kemampuan sehingga mengakibatkan engkau duduk tercela, karena orang-orang akan mencelamu, dan menyesal disebabkan oleh tindakanmu menghambur-hamburkan dan menyia-nyiakan harta.
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا {٣٠} 30. Sungguh, Rabbmu melapangkan rezeki bagi sebagian manusia dan menyempitkannya bagi sebagian lain sesuai dengan ilmu dan hikmah-Nya. Sungguh, Dia melihat hal-hal yang tersembunyi pada hamba-hamba-Nya serta tidak ada sedikit pun keadaan mereka yang tidak terjangkau oleh pengetahuan-Nya.
وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ ۖ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْئًا كَبِيرًا {٣١} 31. Wahai manusia, jika kalian telah mengetahui bahwa rezeki itu di tangan Allah maka jangan membunuh anak-anak kalian karena takut miskin, sebab Allah Maha Pemberi Rezeki kepada hamba-hamba-Nya. Dia memberi rezeki anak, sebagaimana orang tua diberi rezeki, sedangkan membunuh anak adalah dosa besar.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا {٣٢} 32. angan dekati zina dan hal-hal yang mendorong kepadanya. Sungguh, zina merupakan perbuatan yang sangat buruk dan sejelek-jelek jalan.
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ ۗ وَمَنْ قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِ سُلْطَانًا فَلَا يُسْرِفْ فِي الْقَتْلِ ۖ إِنَّهُ كَانَ مَنْصُورًا {٣٣} 33. Jangan membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar dan syar'i, seperti qisas, hukuman rajam bagi pezina muhshan, atau hukuman mati bagi orang murtad. Barang siapa yang dibunuh tanpa alasan yang dibenarkan syariat maka Kami berikan hujah kepada walinya, bisa dari ahli waris atau hakim, untuk menuntut hukuman mati atau diat terhadap pembunuhnya. Wali korban pembunuhan tidak boleh melanggar batas dalam melakukan qisas, misalnya membunuh dua orang atau sekelompok orang sebagai pembalasan terbunuhnya satu orang dan mencincang pembunuh. Sungguh, Allah membantu wali korban pembunuhan untuk membalas pembunuhnya hingga bisa balas membunuhnya.
وَلَا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُ ۚ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا {٣٤} 34. Janganlah mengelola harta anak-anak yang ditinggal mati ayah mereka, yang berada dalam pengasuhan kalian, kecuali dengan cara yang paling baik bagi mereka, yaitu menginvestasikan dan mengembangkan harta itu, hingga anak yatim itu mencapai usia balig dan mampu mengelola hartanya sendiri. Tunaikan janji pada setiap perjanjian yang kalian buat. Sungguh, orang yang melakukan perjanjian itu akan ditanya oleh Allah pada Hari Kiamat, dan akan Dia beri pahala apabila memenuhi dan menunaikan janji, serta akan Dia hukum jika mengkhianatinya.
وَأَوْفُوا الْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا {٣٥} 35. Sempurnakan takaran, jangan mengurangi jika kalian menakar untuk orang lain, dan timbanglah dengan timbangan yang seimbang. Sungguh, keadilan dalam takaran dan timbangan itu lebih baik bagi kalian di dunia dan di akhirat mendapat akibat yang lebih baik di sisi Allah.
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا {٣٦} 36. Wahai manusia, jangan mengikuti apa yang tidak kau ketahui, tetapi lakukan tabayun (pengecekan). Sungguh, manusia itu bertanggung jawab terhadap pendengaran, penglihatan, dan hatinya yang digunakan dalam hal apa pun. Jika digunakannya dalam kebaikan niscaya ia memperoleh pahala, tetapi jika digunakannya dalam keburukan niscaya ia memperoleh hukuman.
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا {٣٧} 37. Jangan berjalan di muka bumi dengan angkuh dan sombong, karena engkau tidak akan bisa menembus bumi dengan berjalan di atasnya dan tidak akan bisa setinggi, seangkuh, dan sesombong gunung.
كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا {٣٨} 38. Semua perintah dan larangan yang telah dikemukakan tersebut keburukannya dibenci oleh Allah dan tidak Dia ridhai untuk hamba-hamba-Nya.
ذَٰلِكَ مِمَّا أَوْحَىٰ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ الْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًا {٣٩} 39. Wahai Nabi, hukum-hukum mulia yang telah Kami jelaskan itu, yaitu perintah untuk melakukan amalan baik dan larangan melakukan akhlak tercela adalah sebagian yang Kami wahyukan kepadamu. Wahai manusia, jangan kau jadikan sekutu bagi Allah dalam beribadah kepada-Nya sehingga berakibat engkau dilem-parkan ke dalam neraka Jahanam dalam keadaan tercela oleh diri sendiri maupun oleh orang lain serta terusir dan terjauhkan dari setiap kebaikan.
أَفَأَصْفَاكُمْ رَبُّكُمْ بِالْبَنِينَ وَاتَّخَذَ مِنَ الْمَلَائِكَةِ إِنَاثًا ۚ إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًا {٤٠} 40. Wahai orang-orang musyrik, apakah Rabb kalian mengistimewakan kalian dengan pemberian anak laki-laki, sementara itu Dia menjadikan malaikat sebagai anak perempuan bagi diri-Nya? Perkataan kalian ini benar-benar sangat jelek dan buruk, tidak layak bagi Allah
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ لِيَذَّكَّرُوا وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا {٤١} 41. Telah Kami jelaskan berulang-ulang di dalam Al-Qur'an ini berbagai hukum, perumpamaan, dan nasihat agar manusia mengambil pelajaran dan merenungkan apa yang bermanfaat bagi mereka, lalu mengambilnya serta apa yang berbahaya bagi mereka, lalu meninggalkannya. Namun, penjelasan itu hanya menjadikan orang-orang zhalim semakin jauh dari kebenaran dan lalai dari perhatian dan pengambilan pelajaran.
قُلْ لَوْ كَانَ مَعَهُ آلِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَابْتَغَوْا إِلَىٰ ذِي الْعَرْشِ سَبِيلًا {٤٢} 42. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik: "Andaikata ada ilah-ilah lain bersama Allah, tentulah ilah-ilah itu akan mencari jalan untuk mengalahkan Allah Sang Pemilik Arsy Agung.
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا {٤٣} 43. Allah Mahasuci dan Mahatinggi setinggi-tinggi-Nya dari semua ucapan orang-orang musyrik.
تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِ وَلَٰكِنْ لَا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا {٤٤} 44. Langit dan bumi yang tujuh, serta makhluk apa saja yang ada di dalamnya, bertasbih untuk-Nya. Semua yang ada di alam ini memahasucikan Allah dengan sebenar-benarnya disertai sanjungan dan pujian bagi-Nya akan tetapi kalian —wahai manusia, tidak mengetahui hal itu. Sungguh, Dia Maha Pemaaf terhadap hamba-hamba-Nya, tidak buru-buru menimpakan hukuman kepada orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya, serta Maha Pengampun terhadap mereka.
وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا {٤٥} 45. Apabila engkau membaca Al-Qur'an, lalu orang-orang musyrik mendengarnya maka Kami jadikan hijab antara dirimu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, yang menghalangi akal mereka dari memahami Al-Qur'an, sebagai hukuman atas kekafiran dan keingkaran mereka.
وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي آذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْآنِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا {٤٦} 46. Kami jadikan tutup di hati orang-orang musyrik agar mereka tidak memahami Al-Qur'an. Kami jadikan sunn-batan di telinga pada mereka agar tidak mendengarnya, dan jika Engkau menyebut Rabbmu di dalam Al-Qur'an dengan tujuan mengajak menauhidkan-Nya dan melarang mempersekutukan-Nya, mereka berbalik ke belakang menjauhi ucapanmu karena kesombongan dan keangkuhan mereka untuk menauhidkan Allah dalam beribadah kepada-Nya.
نَحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَىٰ إِذْ يَقُولُ الظَّالِمُونَ إِنْ تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَسْحُورًا {٤٧} 47. Kami lebih tahu tentang apa yang didengarkan oleh para pemimpin Quraisy, ketika mereka mendengarmu dengan tujuan buruk, karena mereka melakukannya bukan dalam rangka mencari petunjuk dan menerima kebenaran. Kami pun mengetahui percakapan mereka ketika mereka berkata: "Kalian tidak mengikuti selain orang yang terkena sihir sehingga akalnya cedera."
انْظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا لَكَ الْأَمْثَالَ فَضَلُّوا فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا {٤٨} 48. Wahai Rasul, fikirlah betapa aneh ucapan mereka: "Muhammad adalah penyihir, penyair, dan orang gila!" Mereka telah berbuat aniaya, menyimpang, dan tidak mengikuti petunjuk ke jalan kebenaran.
وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا {٤٩} 49. Orang-orang musyrik berkata mengingkari bahwa me-reka akan diciptakan lagi setelah tulang-belulang mereka hancur lebur: "Apakah kami akan dibangkitkan pada Hari Kiamat dengan kebangkitan baru?"
قُلْ كُونُوا حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا {٥٠} 50. Wahai Rasul, katakan untuk melemahkan mereka: "Jadilah kalian sekeras dan sekuat batu atau besi -jika kalian mampu niscaya Allah akan mengembalikan sebagaimana dulu telah memulai penciptaan kalian, dan itu mudah saja bagi-Nya.
أَوْ خَلْقًا مِمَّا يَكْبُرُ فِي صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَنْ يُعِيدُنَا ۖ قُلِ الَّذِي فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰ أَنْ يَكُونَ قَرِيبًا {٥١} 51. Atau menjadi makhluk besar yang menurut akal kalian mustahil dibangkitkan, namun tetap saja Allah kuasa untuk mengembalikan dan membangkitkan kalian." Ketika hujah tentang kekuasaan Allah untuk membangkitkan dan menghidupkan kembali telah tegak, mereka berkata dengan nada menolak: "Siapakah yang menghidupkan kami kembali setelah mati?" Katakan kepada mereka: "Yang akan mengembalikan kalian adalah Allah Yang telah menciptakan kalian pertama kali dari ketiadaan." Ketika mereka mendengarjawaban ini, mereka akan menggoyang-goyangkan kepala dengan nada menghina dan keheranan. Mereka berkata karena meyakini kemustahilan hal itu: "Kapan kebangkitan ini terjadi?" Katakan: "Kebangkitan itu sudah dekat, karena semua yang pasti terjadi itu dekat."
يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِ وَتَظُنُّونَ إِنْ لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا {٥٢} 52. Pada hari ketika Rabb kalian menyeru kalian untuk keluar dari kubur, lalu kalian menyambut perintah Allah dan mematuhi-Nya, segala puji bagi-Nya dalam segala keadaan, dan kalian menyangka -karena dahsyatnya kengerian Kiamat- bahwa kalian tidak pernah tinggal di dunia kecuali sebentar, karena lamanya keberadaan kalian di akhirat.
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا {٥٣} 53. Katakan kepada hamba-hamba-Ku yang beriman, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang baik ketika berbicara dan berbincang, karena jika mereka tidak melakukan itu, setan akan menimbulkan permusuhan, kerusakan, dan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan itu, bagi manusia, adalah musuh yang jelas permusuhannya.
رَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ إِنْ يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِنْ يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ ۚ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا {٥٤} 54. Wahai manusia, Rabb kalian lebih tahu tentang kalian, jika berkehendak. Dia memberi kalian taufik kepada keimanan atau jika berkehendak mematikan kalian dalam keadaan kafir. Tidaklah Kami mengutusmu -wahai Rasul- sebagai penjaga mereka, yang menangani urusan mereka dan membalas perbuatan mereka. Akan tetapi, tugasmu hanyalah menyampaikan risa-lah dan menjelaskan jalan lurus.
وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ النَّبِيِّينَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا {٥٥} 55. Wahai Nabi, Rabbmu lebih mengetahui siapa yang ada di langit dan bumi. Kami telah melebihkan sebagian nabi daripada sebagian lain dengan berbagai keutamaan, banyaknya pengikut, dan diturunkannya kitab-kitab, dan Kami telah memberikan kitab Zabur kepada Daud .
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا {٥٦} 56. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik di kalangan kaummu: "Sungguh, sembahan-sembahan yang kalian seru agar menghilangkan mudharat dari kalian ini tidak mampu melakukan itu dan tidak mampu memindahkannya dari kalian kepada orang lain. Tidak mampu mengubahnya dari satu keadaan kepada keadaan lain. Yang mampu mengubah hal itu hanyalah Allah." Ayat ini bermakna umum, mencakup seluruh yang diseru selain Allah, baik yang mati maupun yang gaib dari kalangan nabi, orang shalih, dan lain-lain, dengan menggunakan ucapan istighatsah (permintaan tolong) atau lainnya.Tidak ada yang diibadahi secara benar selain Allah.
أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا {٥٧} 57. Mereka yang dianggap sebagai sekutu oleh orang-orang musyrik, bagi Allah dalam ibadah -baik mereka itu nabi, orang shalih, maupun malaikat- berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Rabb mereka dengan amal-amal shalih yang mampu mereka lakukan, mengharap rahmat-Nya dan takut kepada adzab-Nya. Sungguh, adzab Rabbmu sepantasnya diwaspadai dan ditakuti oleh para hamba.
وَإِنْ مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُورًا {٥٨} 58. Allah mengancam orang-orang kafir bahwa tidak ada satu pun negeri kafir yang mendustakan para rasul kecuali pasti akan ditimpa hukuman-Nya berupa kebinasaan di dunia sebelum di Hari Kiamat atau berupa adzab yang dahsyat terhadap penduduknya. Sebuah takdir yang sudah ditulis oleh Allah dan keputusan yang pasti Dia laksanakan dan terjadi, dan hal itu tertulis di Lauh Mahfuzh.
وَمَا مَنَعَنَا أَنْ نُرْسِلَ بِالْآيَاتِ إِلَّا أَنْ كَذَّبَ بِهَا الْأَوَّلُونَ ۚ وَآتَيْنَا ثَمُودَ النَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُوا بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِالْآيَاتِ إِلَّا تَخْوِيفًا {٥٩} 59. Tidak ada yang menghalangi Kami me-nurunkan mukjizat yang diminta oleh orang-orang musyrik kecuali pendustaan yang dila-kukan oleh umat-umat terdahulu. Allah telah mengabulkan permintaan mereka, lalu mereka mendustakan dan binasa. Kami telah memberi Tsamud, yaitu kaum Shalih sebuah muk-jizat nyata, yaitu seekor unta betina. Tetapi mereka kafir terhadapnya, sehingga Kami binasakan. Tidaklah Kami mengutus para rasul membawa ayat-ayat, pelajaran-pelajaran, dan mukjizat-mukjizat yang Kami datangkan melalui tangan mereka kecuali untuk menakut-nakuti para hamba, agar mereka mengambil pelajaran dan peringatan.
وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِالنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا الرُّؤْيَا الَّتِي أَرَيْنَاكَ إِلَّا فِتْنَةً لِلنَّاسِ وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا {٦٠} 60. Wahai Rasul, ingatlah ketika Kami berkata kepadamu: "Sungguh, ilmu dan kekuasaan Rabbmu meliputi seluruh manusia." Tidaklah Kami menjadikan mimpi yang Kami perlihatkan kepadamu secara nyata pada malam Israk dan Mikraj, yaitu makhluk-makhluk yang menakjubkan, kecuali sebagai ujian bagi ma-nusia, agar terpisahkan antara siapa yang kafir dan siapa yang beriman di antara mereka. Tidaklah Kami jadikan pohon Zaqum terkutuk yang telah disebut dalam Al-Qur'an itu kecuali sebagai ujian bagi manusia. Kami menakut-nakuti orang-orang musyrik dengan berbagai bentuk adzab dan ayat, tetapi hal itu hanya menambah mereka semakin bersikukuh dalam kekafiran dan kesesatan.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا {٦١} 61. Ingatlah firman Kami kepada para malai-kat: "Bersujudlah kalian kepada Adam sebagai penghormatan dan pemuliaan," maka mereka semua bersujud kecuali Iblis, ia sombong dan enggan bersujud seraya berkata dengan ingkar dan sombong: "Akankah aku bersujud kepada makhluk lemah yang diciptakan dari tanah ini?"
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا {٦٢} 62. Iblis berkata dengan lancang dan kufur kepada Allah: "Tahukah Engkau makhluk yang telah Kau istimewakan atas diriku ini? Seandainya Kaubiarkan aku tetap hidup hingga Hari Kiamat, sungguh aku benar-benar akan menguasai anak cucunya dengan menyesatkan dan merusak mereka, kecuali orang-orang yang ikhlas dalam keimanannya di antara mereka, dan mereka itu sedikit."
قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا {٦٣} 63. Allah berfirman, mengancam Iblis dan para pengikutnya: "Pergilah, siapa di antara anak cucu Adam yang mengikut dan patuh kepadamu, niscaya hukumanmu dan hukuman mereka tersedia melimpah di neraka Jahanam.
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا {٦٤} 64. Pengaruhilah siapa di antara mereka yang bisa kau pengaruhi dengan mengajaknya bermaksiat kepada-Ku. Kumpulkan tentara-tentaramu yang bisa kau kumpulkan, baik yang berkuda maupun yang berjalan kaki, untuk menghadapi mereka. Tetapkan andilmu di dalam harta mereka agar mereka mencarinya dari sumber yang haram; andilmu dalam anak-anak mereka dengan menghiasi perbuatan zina, maksiat, dan melanggar perintah Allah sehingga banyak kejahatan dan kerusakan, serta berikan janji-janji palsu kepada pengikut-pengikutmu dari kala-ngan anak cucu Adam." Semua janji setan adalah palsu dan menipu.
إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا {٦٥} 65. "Engkau tidak berkuasa menyesatkan hamba-hamba-Ku yang beriman serta ikhlas, yang taat kepada-Ku." Cukuplah Rabbmu —wahai Nabi— sebagai pelindung dan penjaga orang-orang yang beriman dari tipu daya setan.
رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا {٦٦} 66. Wahai manusia, Rabb kalian adalah yang menjalankan kapal-kapal yang berlayar di lautan supaya kalian mencari rezeki Allah dalam perjalanan dan perdagangan kalian. Sungguh, Allah Maha Penyayang terhadap hannba-hamba-Nya.
وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِي الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّا إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّاكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ كَفُورًا {٦٧} 67. Jika kalian ditimpa kesusahan di lautan sehingga nyaris tenggelam dan binasa, hilanglah semua ilah yang ibadahi selain Allah dari ingatan kalian dan kalian ingat kepada Allah Yang Mahakuasa, agar Dia menyelamatkan kalian. Kalian pun memohon pertolongan keselamatan dengan ikhlas, lalu Dia menyelamatkan kalian. Namun, setelah Dia selamatkan kalian ke daratan, berpaling dari keimanan, keikhlasan, dan amal merupakan kebodohan dan kekafiran manusia. Sungguh, manusia sangat ingkar kepada nikmat-nikmat Allah.
أَفَأَمِنْتُمْ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًا {٦٨} 68. Wahai manusia, apakah kalian lupa akan adzab Allah dan merasa aman dari terjadinya gempa bumi yang menyebabkan bumi amblas bersama kalian, atau Allah menghujani kalian dengan batu dari langit sehingga membunuh kalian, namun tidak kau dapati seorang pun melindungi kalian dari adzab-Nya?
أَمْ أَمِنْتُمْ أَنْ يُعِيدَكُمْ فِيهِ تَارَةً أُخْرَىٰ فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِنَ الرِّيحِ فَيُغْرِقَكُمْ بِمَا كَفَرْتُمْ ۙ ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ عَلَيْنَا بِهِ تَبِيعًا {٦٩} 69. Wahai manusia, apakah kalian merasa aman terhadap rab kalian, setelah kalian kafir kepada-Nya? Jangan-jangan suatu saat Dia mengembalikan kalian ke lautan sekali lagi, lalu mengirimi kalian angin sangat kencang yang menghancurkan semua yang terkena tiupannya, lalu menenggelamkan kalian disebabkan oleh kekafiran kalian, kemu-dian kalian tidak bisa menagih atau menuntut apa pun kepada Kami; karena Allah sama sekali tidak menzhalimi kalian walau seberat dzarah?
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا {٧٠} 70. Telah Kami muliakan keturunan Adam dengan akal dan diutusnya para rasul. Kami tundukkan seluruh alam ini untuk mereka dan Kami tundukkan untuk mereka binatang-binatang di daratan dan kapal-kapal di lautan untuk mengangkut mereka. Kami beri rezeki mereka berupa makanan-makanan serta minuman-minuman yang baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sangat besar dibandingkan dengan kebanyakan makhluk.
يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا {٧١} 71. Wahai Rasul, sebutlah tentang Hari Kebangkitan dalam rangka memberi kabar gembira dan menakut-nakuti, ketika Allah memanggil semua golongan manusia bersama pemimpin yang dulu mereka ikuti di dunia. Siapa di antara mereka yang shalih dan memperoleh kitab catatan amal dari tangan kanan, mereka itu akan membaca kitab kebaikan mereka dengan riang gembira dan pahala amal shalih mereka tidak dikurangi sedikit pun, meski hanya sebesar serabut yang ada di belahan biji.
وَمَنْ كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا {٧٢} 72. Barang siapa yang di dunia ini hatinya buta terhadap bukti-bukti kekuasaan Allah, tidak mengimani apa yang dibawa oleh Rasul, yaitu Muhammad maka di Hari Kiamat ia lebih buta terhadap jalan menuju surga dan lebih tersesat jalan dari petunjuk dan bimbingan.
وَإِنْ كَادُوا لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ الَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهُ ۖ وَإِذًا لَاتَّخَذُوكَ خَلِيلًا {٧٣} 73. Wahai Rasul, hampir saja orang-orang musyrik memalingkanmu dari Al-Qur'an yang diturunkan Allah kepadamu, agar engkau mengada-ada atas nama Kami apa yang tidak Kami wahyukan kepadamu; jika kau lakukan keinginan mereka itu, tentulah mereka menjadikanmu sebagai kekasih tulus.
وَلَوْلَا أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدْتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئًا قَلِيلًا {٧٤} 74. Andai kata Kami tidak meneguhkanmu di atas kebenaran dan menjagamu dari bersepakat dengan mereka, hampir saja engkau sedikit condong kepada mereka karena seringnya berinteraksi dan keinginanmu memberi mereka petunjuk.
إِذًا لَأَذَقْنَاكَ ضِعْفَ الْحَيَاةِ وَضِعْفَ الْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًا {٧٥} 75. Wahai Rasul, jika engkau condong sedikit saja kepada orang-orang musyrik itu terkait permintaan mereka, niscaya Kami timpakan adzab kehidupan yang berlipat ganda di dunia dan adzab kematian yang berlipat ganda di akhirat, hal itu dikarenakan kesempurnaan nikmat Allah yang dikaruniakan kepadamu dan kesempurnaan pengetahuanmu, kemudian engkau tidak akan menemukan seorang pun yang menolongmu dan mencegah datangnya adzab kepadamu.
وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا {٧٦} 76. Nyaris orang-orang kafir mengusirmu dari Mekah dengan mengganggumu. Andaikata mereka benar-benar mengusirmu darinya, niscaya mereka tidak akan tinggal di sana sepeninggalmu kecuali sebentar saja sampai mereka ditimpa hukuman segera.
سُنَّةَ مَنْ قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنْ رُسُلِنَا ۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا {٧٧} 77. Itulah sunatullah dalam membinasakan umat yang mengusir rasulnya dari tengah-te-ngahnya, dan engkau -wahai Rasul- tidak akan menemukan perubahan pada sunah Kami, maka janji Kami tidak akan meleset.
أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا {٧٨} 78. Dirikan shalat dengan sempurna sejak waktu zawal (tergelincir) matahari di tengah siang hingga waktu kegelapan malam. Di sini tercakup shalat Zhuhur, Asar, Maghrib, dan Isya. Serta dirikan shalat Subuh dan panjangkan bacaan pada shalat Subuh tersebut. Sungguh, shalat Subuh itu dihadiri oleh para malaikat malam dan malaikat siang.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا {٧٩} 79. Wahai Nabi, bangunlah dari tidurmu pada sebagian malam dan bacalah Al-Qur'an di shalat malam, agar shalat malam itu menambah tinggi nilai dan derajatmu. Semoga kelak Allah membangkitkanmu sebagai pemberi syafaat kepada manusia pada Hari Kiamat, agar Allah merahmati mereka dalam keadaan yang mereka hadapi ketika itu dan engkau menempati suatu kedudukan yang membuatmu mendapat pujian dari orang-orang dari generasi awal dan generasi akhir.
وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا {٨٠} 80. Katakan: "Ya Rabbi, masukkan aku ke tempat yang baik untukku, yaitu tempat masuk yang benar, keluarkan aku dari tempat yang buruk bagiku, dan jadikan untukku dari sisi-Mu hujah yang kuat, yang bisa membelaku terhadap semua orang yang menyelisihiku."
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا {٨١} 81. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik: "Islam telah datang dan kesyirikan telah pergi. Sungguh, kebatilan itu tidak akan tetap bertahan, sebaliknya kebenaranlah yang tetap bertahan, tidak akan musnah."
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا {٨٢} 82. Kami turunkan dari ayat-ayat Al-Qur'an yang agung itu sesuatu yang bisa menyembuhkan penyakit hati, seperti kemunafikan dan kebodohan, serta penyakit badan dengan digunakan sebagai ruqyah, dan sesuatu yang bisa menjadi sebab diraihnya rahmat Allah, di antaranya keimanan. Tetapi Al-Qur'an ini hanya akan menambah kekafiran dan kesesatan orang-orang kafir, pada saat mendengarnya, karena mereka mendustakannya dan tidak beriman kepadanya.
وَإِذَا أَنْعَمْنَا عَلَى الْإِنْسَانِ أَعْرَضَ وَنَأَىٰ بِجَانِبِهِ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ كَانَ يَئُوسًا {٨٣} 83. Jika Kami beri manusia itu nikmat berupa harta, kesehatan, dan sebagainya, ia berpaling dan menjauh dari ketaatan kepada Rabbnya. Dan jika ditimpa kesusahan berupa kemiskinan atau penyakit, ia menjadi putus asa, karena ia tidak yakin kepada karunia Allah; kecuali orang-orang yang dilindungi Allah dari dua sikap tersebut dalam kondisi suka maupun duka.
قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا {٨٤} 84. Wahai Rasul, katakan kepada manusia: "Setiap orang di antara kalian beramal sesuai dengan kondisinya, Rabb kalian lebih mengetahui siapakah orang yang jalannya lebih sesuai dengan petunjuk kebenaran."
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا {٨٥} 85. Orang-orang kafir, karena sikap keras kepala, bertanya kepadamu tentang hakikat ruh. Jawablah, "Hakikat dan kondisi ruh adalah perkara yang pengetahuan mengenainya hanya diketahui oleh Allah, sedangkan kalian dan seluruh manusia hanyalah diberi sedikit ilmu."
وَلَئِنْ شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِ عَلَيْنَا وَكِيلًا {٨٦} 86. Jika Kami berkehendak menghapus Al-Qur'an dari hatimu, tentulah Kami mampu melakukannya. Kemudian engkau tidak akan menemukan penolong bagi dirimu yang mencegah Kami melakukan hal itu atau yang mengembalikan Al-Qur'an kepadamu.
إِلَّا رَحْمَةً مِنْ رَبِّكَ ۚ إِنَّ فَضْلَهُ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيرًا {٨٧} 87. Akan tetapi, Allah merahmatimu hingga ia mengukuhkan Al-Qur'an di hatimu. Sungguh, karunia-Nya kepa-damu sangat besar, Dia telah memberimu Al-Qur'an yang agung ini, kedudukan terpuji, dan berbagai karunia lain yang tidak diberikan kepada seorang pun di antara seluruh makhluk.
قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا {٨٨} 88. Katakan: "Andaikata manusia dan jin bersepakat untuk berupaya mendatangkan sesuatu yang serupa dengan Al-Qur'an yang mengandung mukjizat ini, mereka tidak akan mampu mendatangkannya, sekalipun mereka saling menolong untuk itu."
وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِي هَٰذَا الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰ أَكْثَرُ النَّاسِ إِلَّا كُفُورًا {٨٩} 89. Telah Kami sampaikan kepada manusia, dalam Al-Qur'an ini, penjelasan dan berbagai macam perumpamaan yang seyogianya dijadikan pelajaran, sebagai hujah bagi mereka, agar mereka ikuti dan amalkan. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak menginginkan selain menolak kebenaran serta mengingkari hujah-hujah dan bukti-bukti dari Allah.
وَقَالُوا لَنْ نُؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ الْأَرْضِ يَنْبُوعًا {٩٠} 90. Setelah Al-Qur'an membuat orang-orang musyrik tidak berdaya dan kalah, mereka pun meminta mukjizat-mukjizat yang sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Mereka berkata: "Wahai Rasul, kami tidak akan percaya kepadamu dan tidak akan melaksanakan ucapanmu sehingga engkau bisa memancarkan mata air yang mengalir dari bumi Mekah.
أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ الْأَنْهَارَ خِلَالَهَا تَفْجِيرًا {٩١} 91. "Atau engkau memiliki kebun yang di da-lamnya terdapat berbagai macam pohon kurma dan anggur, serta engkau membuat sungai-sungai mengalir deras di tengah-tengahnya.
أَوْ تُسْقِطَ السَّمَاءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِيَ بِاللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ قَبِيلًا {٩٢} 92. "Atau engkau menjatuhkan langit berkeping-keping kepada kami, sebagaimana perkataanmu, atau engkau mendatangkan Allah dan para malaikat-Nnya sehingga kami menyaksikan mereka berhadap-hadapan dengan mata kepala.
أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِنْ زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِي السَّمَاءِ وَلَنْ نُؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَابًا نَقْرَؤُهُ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّي هَلْ كُنْتُ إِلَّا بَشَرًا رَسُولًا {٩٣} 93. "Atau engkau memiliki rumah dari emas, atau naik ke lapisan-lapisan langit, tetapi kami tidak akan memercayai naikmu ke langit sehingga engkau kembali dengan membawa kitab yang terbuka dari Allah yang di dalamnya kami baca bahwa engkau benar-benar utusan Allah." Wahai Rasul, katakan dengan penuh heran terhadap sifat keras kepala orang-orang kafir itu: "Mahasuci Rabbku! Bukankah aku hanya seorang hamba-Nya yang menyampai-kan risalah-Nya? Bagaimana bisa aku melakukan semua tuntutan kalian itu?"
وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَسُولًا {٩٤} 94. Tidak ada yang mencegah orang-orang kafir itu beriman dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya, ketika penjelasan yang memadai dari Allah datang kepada mereka, kecuali ucapan mereka yang didasari kebodohan dan pengingkaran: "Apakah Allah mengutus seorang rasul dari jenis manusia?"
قُلْ لَوْ كَانَ فِي الْأَرْضِ مَلَائِكَةٌ يَمْشُونَ مُطْمَئِنِّينَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ مَلَكًا رَسُولًا {٩٥} 95. Wahai Rasul, katakan sebagai bantahan atas penolakan orang-orang musyrik tentang adanya rasul dari kalangan manusia: "Andaikata di bumi ini ada malaikat-malaikat yang bisa berjalan dengan tenang, tentulah Kami utus kepada mereka seorang rasul dari jenis malaikat. Tetapi penduduk bumi adalah manusia, maka rasul yang datang kepada mereka seyogianya berasal dari jenis manusia, agar ia bisa berbicara kepada mereka dan memahami ucapan mereka."
قُلْ كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا {٩٦} 96. Katakan kepada mereka: "Cukuplah Allah sebagai saksi antara diriku dan mereka tentang kebenaranku dan hakikat kenabianku." Sungguh, Dia Mahatahu tentang kondisi hamba-hamba-Nya, Maha Melihat amal-amal mereka, dan akan membalas mereka atas amal-amal tersebut.
وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَهُوَ الْمُهْتَدِ ۖ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِهِ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَاهُمْ سَعِيرًا {٩٧} 97. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka ia adalah orang yang mendapat petunjuk kepada kebenaran. Barang siapa yang Dia sesatkan maka akan Dia biarkan dan Dia serahkan kepada dirinya sendiri, sehingga tidak ada yang memberi petunjuk kepadanya selain Allah. Orang-orang tersesat itu kelak dibangkitkan oleh Allah pada Hari Kiamat, dikumpulkan dengan berjalan di atas wajah mereka. Mereka tidak bisa melihat, berbicara, dan mendengar. Tempat kembali mereka adalah neraka Jahanam yang menyala-nyala, setiap kali nyala dan apinya padam, Kami tambahkan api yang menyala-nyala.
ذَٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ بِأَنَّهُمْ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا وَقَالُوا أَإِذَا كُنَّا عِظَامًا وَرُفَاتًا أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا {٩٨} 98. Adzab yang telah digambarkan ini merupakan hukuman bagi orang-orang musyrik disebabkan oleh kekafiran mereka terhadap ayat-ayat dan hujah-hujah Allah, pendustaan mereka terhadap rasul-rasul-Nya yang mengajak mereka beribadah kepada-Nya, dan penolakan mereka -ketika mereka diperintah untuk beriman kepada Kebangkitan- dengan ucapan: "Apakah setelah kami mati dan menjadi tulang-belulang yang hancur lebur dan berkeping-keping, kami dibangkitkan lagi sebagai ciptaan baru?"
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰ أَنْ يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى الظَّالِمُونَ إِلَّا كُفُورًا {٩٩} 99. Apakah orang-orang musyrik itu lalai, sehingga mereka tidak melihat dan tidak mengetahui bahwa Allah yang telah menciptakan langit dan bumi serta makhluk-makhluk yang ada padanya tanpa contoh sebelumnya, berkuasa menciptakan makhluk-makhluk yang seperti mereka setelah kebinasaan mereka? Allah telah menetapkan waktu tertentu untuk kematian dan adzab yang akan menimpa orang-orang musyrik, tidak diragukan hal itu pasti datang kepada mereka. Meskipun kebenaran dan bukti-buktinya sangat jelas. Akan tetapi, orang-orang kafir tidak menginginkan selain pengingkaran terhadap din Allah
قُلْ لَوْ أَنْتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنْفَاقِ ۚ وَكَانَ الْإِنْسَانُ قَتُورًا {١٠٠} 100. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik itu: "Andaikata kalian memiliki perbendaharaan rahmat Rabb-ku yang tidak mungkin habis dan tidak mungkin musnah, tentulah kalian bakhil dengannya, dalam arti tidak mau memberikan sebagiannya kepada orang lain karena takut kehabisan dan jatuh miskin." Salah satu watak manusia adalah bakhil terhadap miliknya, kecuali siapa yang di-lindungi oleh Allah dengan keimanan.
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ ۖ فَاسْأَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ إِذْ جَاءَهُمْ فَقَالَ لَهُ فِرْعَوْنُ إِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا مُوسَىٰ مَسْحُورًا {١٠١} 101. Kami telah memberi Musa sembilan mukjizat yang jelas, yang menjadi bukti kebenaran kenabiannya, yaitu tongkat, tangan, kemarau panjang, kekurangan buah-buahan, topan, belalang, kutu, katak, dan darah. Oleh karena itu, wahai Rasul, bertanyalah kepada orang-orang Yahudi sebagai penegasan, ketika Musa mendatangi para pendahulu mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat nyata, lalu Firaun berkata kepada Musa: "Wahai Musa, sungguh aku mengiramu'seorang tukang sihir yang tertipu dan terkendalikan akalmu oleh berbagai perbuatan aneh yang kaulakukan."
قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَٰؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا {١٠٢} 102. Musa pun menjawab: "Wahai Firaun, engkau telah yakin bahwa kesembilan mukjizat yang membuktikan kebenaran kenabianku itu tidak diturunkan kecuali oleh Rabb langit dan bumi, agar menjadi bukti-bukti yang menunjukkan keesaan Allah dalam rububiah dan uluhiah-Nya bagi orang-orang yang memiliki pandangan. Sungguh wahai Firaun, aku benar-benar yakin bahwa engkau pasti binasa, terlaknat, dan terkalahkan."
فَأَرَادَ أَنْ يَسْتَفِزَّهُمْ مِنَ الْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ جَمِيعًا {١٠٣} 103. Firaun ingin mengganggu dan mengusir Musa bersama Bani Israil dari bumi Mesir, lalu Kami tenggelamkan dia bersama bala tentaranya di laut sebagai hukuman bagi mereka.
وَقُلْنَا مِنْ بَعْدِهِ لِبَنِي إِسْرَائِيلَ اسْكُنُوا الْأَرْضَ فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الْآخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا {١٠٤} 104. Setelah kebinasaan Firaun dan bala tentaranya, Kami katakan kepada Bani Israil: "Tinggallah kalian di negeri Syam, jika Hari Kiamat tiba, Kami datangkan kalian semua dari kubur ke tempat dilakukannya Hisab."
وَبِالْحَقِّ أَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا {١٠٥} 105. Dengan kebenaran Kami menurunkan Al-Qur'an ini kepada Muhammad untuk memerintah dan melarang para hamba serta memberi pahala dan hukuman kepada mereka; ia turun dengan kejujuran, keadilan, serta keterjagaan dari perubahan dan penggantian. Wahai Rasul, tidaklah Kami mengutusmu kecuali sebagai pemberi kabar gembira dengan surga bagi siapa yang taat dan menakut-nakuti dengan neraka bagi siapa yang bermaksiat dan kafir.
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا {١٠٦} 106. Wahai Rasul, Kami turunkan kepadamu sebuah bacaan (Al-Qur'an) yang telah Kami jelaskan, Kami sempurnakan, dan Kami jelaskan secara terperinci yang mampu membedakan antara petunjuk dan kesesatan serta kebenaran dan kebatilan agar engkau membacakannya kepada manusia dengan perlahan-lahan dan pelan-pelan; dan Kami turunkan ia secara terpisah-pisah, sedikit demi sedikit, sesuai dengan berbagai peristiwa dan tuntutan keadaan.
قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا {١٠٧} 107. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang yang mendustakan: "Silakan beriman kepada Al-Qur'an ini atau tidak beriman karena keimanan kalian tidak akan menambah kesempurnaannya dan pendustaan kalian tidak akan menjadikannya kurang." Sungguh, orang-orang berilmu yang telah diberi kitab-kitab terdahulu sebelum Al-Qur'an dan mengetahui hakikat wahyu, apabila dibacakan Al-Qur'an ke-pada mereka maka mereka khusyuk, lalu sujud menelungkupkan wajah mereka untuk Allah
وَيَقُولُونَ سُبْحَانَ رَبِّنَا إِنْ كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا {١٠٨} 108. Orang-orang yang diberi ilmu itu berkata ketika mendengar Al-Qur'an: "Mahasuci Rabb kami dari segala sifat yang dinisbatkan oleh orang-orang musyrik itu bagi-Nya, pahala dan hukuman yang dijanjikan oleh Allah itu pasti benar-benar terjadi."
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩ {١٠٩} 109. Mereka itu bersujud menyungkurkan wajah sambil menangis karena terpengaruh oleh nasihat-nasihat Al-Qur'an, mendengarkan Al-Qur'an serta nasihat-nasihatnya menjadikan mereka semakin tunduk kepada perintah Allah dan kepada keagungan kekuasaan-Nya.
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا {١١٠} 110. Wahai Rasul, katakan kepada orang-orang musyrik dari kaummu yang mengecam doamu dengan ucapan, "Ya Allah, ya Rahman!": "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman, nama-Nya yang mana pun yang kalian seru maka kalian berseru kepada Rabb Yang Maha Esa, karena semua nama-Nya adalah nama yang indah. Jangan kaukeraskan bacaan dalam shalat sehingga didengar oleh orang-orang musyrik. Tetapi juga jangan kaupelankan sehingga tidak didengar oleh sahabat-sahabatmu. Ucapkanlah pertengahan antara ucapan keras dan berbisik."
وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا {١١١} 111. Wahai Rasul, katakan: "Segala puji bagi Allah Yang Memiliki segala kesempurnaan dan pujian, Yang Mahasuci dari anak dan sekutu dalam uluhiah-Nya, tidak ada penolong bagi-Nya dari kalangan makhluk-Nya, karena Dia Mahakaya dan Mahakuat, sedangkan mereka semua fakir dan butuh kepada-Nya. Dan hormatilah Dia dengan penghormatan yang sempurna, dengan memuji-Nya, beribadah kepada-Nya tanpa mempersekutukan-Nya, dan mengikhlaskan seluruh din hanya untuk-Nya."
Al-Qur'an Today @2006