 |
| الر ۚ كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ {١} |
1. Alif Iam ra, pembicaraan tentang huruf muqatha'ah telah disebutkan di awal surah Al-Baqarah. Wahai Rasul, Al-Qur'an ini kitab yang Kami wahyukan kepadamu agar engkau mengeluarkan manusia dari kesesatan dan penyimpangan kepada petunjuk dan cahaya —dengan izin dan taufik Rabb mereka. Yaitu kepada Islam yang merupakan jalan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji dalam setiap keadaan. Allah Yang menciptakan, memiliki, dan mengatur urusan segala yang di langit dan di bumi. Dialah satu-satu-Nya yang berhak diibadahi. Orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak mengikuti rasul-rasul-Nya, pada Hari Kiamat pasti ditimpa kebinasaan dan adzab yang dahsyat. |
| اللَّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَوَيْلٌ لِلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ {٢} |
2. Lihat ayat 1. |
| الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُولَٰئِكَ فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ {٣} |
3. Orang-orang yang berpaling, tidak beriman kepada Allah, dan tidak mengikuti rasul-rasul-Nya, mereka itu memilih kehidupan dunia yang fana seraya mengabaikan akhirat yang abadi, menghalang-halangi manusia dari mengikuti din Allah, dan menginginkan agar din itu menjadi jalan bengkok agar sesuai dengan hawa nafsu mereka. Mereka yang memiliki sifat-sifat ini berada dalam kesesatan dari kebenaran, jauh dari setiap jalan hidayah. |
| وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ اللَّهُ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ {٤} |
4. Wahai Nabi, Kami tidak mengutus seorang rasul sebelummu kecuali dengan bahasa kaumnya, agar ia menjelaskan syariat Allah kepada mereka, lalu Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dari petunjuk serta menunjuki siapa saja yang Dia kehendaki kepada kebenaran. Dia Mahaperkasa dalam kerajaan-Nya lagi Mahabijaksana Yang meletakkan segala urusan secara hikmah sesuai tempatnya. |
| وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللَّهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ {٥} |
5. Kami telah mengutus Musa kepada Bani Israil, mendukungnya dengan mukjizat yang membuktikan kebenarannya, memerintahnya mengajak mereka kepada keimanan agar Dia keluarkan mereka dari kesesatan kepada petunjuk dan mengingatkan mereka tentang nikmat-nikmat dan siksa-siksa Allah pada hari-hari terjadinya. Sungguh, peringatan itu mengandung petunjuk bagi setiap orang yang sangat penyabar dalam menaati Allah, dalam menjauhi hal-hal yang Dia haramkan, serta dalam menjalani takdir-takdir-Nya, dan bagi orang yang sangat bersyukur dengan menunaikan hak-hak Allah dan mensyukuri nikmat-nikmat-Nya. Allah menyebut para penyabar dan pensyukur secara khusus karena merekalah orang-orang yang mengambil pelajaran dari peringatan itu dan tidak mengabaikannya. |
| وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنْجَاكُمْ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَاءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءَكُمْ ۚ وَفِي ذَٰلِكُمْ بَلَاءٌ مِنْ رَبِّكُمْ عَظِيمٌ {٦} |
6. Wahai Rasul, ceritakan kepada kaummu kisah Musa ketika berkata kepada Bani Israil: "Ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika Dia menyelamatkan kalian dari Firaun dan pengikut-pengikutnya yang menimpakan siksaan kejam kepada kalian, menyembelih anak laki-laki kalian supaya tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa mengalahkan kerajaan Firaun dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian dalam keadaan hina; di dalam bencana dan penyelamatan itu terkandung ujian besar bagi kalian dari Rabb kalian." |
| وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ {٧} |
7. Musa berkata kepada mereka:"Ingatlah ketika Rabb kalian menegaskan suatu pengumuman: 'Jika kalian mensyukuri nikmat Allah, niscaya Dia menambahkan karunia kepada kalian. Tetapi jika kalian mengingkari nikmat-Nya niscaya Dia mengadzab kalian dengan adzab yang keras." |
| وَقَالَ مُوسَىٰ إِنْ تَكْفُرُوا أَنْتُمْ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ {٨} |
8. Musa berkata kepada mereka: "Jika kalian dan seluruh penduduk bumi kafir kepada Allah niscaya kalian tidak akan membahayakan Allah sedikit pun, karena Allah benar-benar Mahakaya, tidak membutuhkan makhluk-Nya, berhak terhadap pujian, dan Maha Terpuji dalam segala kondisi." |
| أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ ۛ وَالَّذِينَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۛ لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا اللَّهُ ۚ جَاءَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَرَدُّوا أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ وَقَالُوا إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ {٩} |
9. Wahai umat Muhammad, belum sampaikah kepada kalian berita tentang umat-umat sebelum kalian: yaitu kaum Nuh, kaum Hud, dan kaum Shalih serta umat-umat yang sesudah mereka; tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah? Rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti yang nyata, lalu mereka menggigit tangan karena marah dan enggan menerima keimanan serta berkata kepada rasul mereka: "Sungguh, kami tidak mengimani apa yang kalian bawa dan kami benar-benar meragukan ajakan kalian untuk beriman dan bertauhid." |
| قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ قَالُوا إِنْ أَنْتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا تُرِيدُونَ أَنْ تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَاؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ {١٠} |
10. Rasul mereka berkata: "Adakah keraguan mengenai Allah dan ibadah kepada-Nya, sedangkan Dia Pencipta langit dan bumi, Yang mengadakan keduanya dari tiada tanpa contoh terdahulu; Dia mengajak kalian kepada keimanan agar dosa kalian diampuni-Nya; dan Dia memperpanjang masa tinggal kalian di dunia hingga waktu yang telah Dia tentukan, yaitu ketika berakhirnya ajal kalian, karenanya kalian tidak diadzab-Nya di dunia?" Mereka menjawab: "Kami lihat kalian hanyalah manusia biasa. Sifat kalian seperti sifat kami. Tidak ada kelebihan kalian dibandingkan kami, yang dengan kelebihan itu kalian pantas menjadi rasul. Kalian ingin menghalangi kami dari beribadah kepada semua patung dan berhala yang dulu diibadahi oleh nenek moyang kami maka datangkan bukti nyata yang membuktikan kebenaran ucapan kalian." |
| قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِنْ نَحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۖ وَمَا كَانَ لَنَا أَنْ نَأْتِيَكُمْ بِسُلْطَانٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ {١١} |
11. Mendengar ucapan kaum mereka, para rasul berkata: "Benar, kami hanyalah manusia biasa seperti kalian, sebagaimana perkataan kalian. Tetapi Allah mengaruniakan nikmat-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki, lalu memilih mereka untuk mengemban risalah-Nya. Adapun bukti nyata yang kalian minta itu tidak mungkin dan tidak bisa kami datangkan, kecuali dengan izin dan taufik dari Allah. Hanya kepada Allah orang-orang mukmin itu bertawakal dalam segala urusan. |
| وَمَا لَنَا أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَا آذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ {١٢} |
12. Bagaimana kami tidak bertawakal kepada Allah, sedangkan Dia Yang telah membimbing kami ke jalan keselamatan dari adzab-Nya dengan mengikuti hukum-hukum din-Nya? Sungguh, kami akan bersabar terhadap ucapan kalian atau lainnya yang menyakiti kami, hanya kepada Allah orang-orang mukmin wajib bertawakal dalam upaya meraih kemenangan dan mengalahkan musuh." |
| وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُمْ مِنْ أَرْضِنَا أَوْ لَتَعُودُنَّ فِي مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ الظَّالِمِينَ {١٣} |
13. Orang-orang kafir marah terhadap perkataan para rasul itu, lalu berkata:"Sungguh, kami akan mengusir kalian dari negeri kami kecuali kalian kembali kepada din kami." Allah pun mewa hyukan kepada para rasul-Nya bahwa Dia akan membinasakan orang-orang yang ingkar yang kafir kepada-Nya dan kepada rasul-rasul-Nya. |
| وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ الْأَرْضَ مِنْ بَعْدِهِمْ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِي وَخَافَ وَعِيدِ {١٤} |
14. Sungguh, Kami akan memberikan akhir yang baik kepada para rasul dan pengikut mereka dengan menempatkan mereka di negeri-negeri orang-orang kafir setelah orang-orang kafir itu dibinasakan. Dibinasakannya orang-orang kafir dan ditempatkannya orang-orang mukmin di negeri mereka merupakan perkara pasti bagi siapa yang takut kepada saat berdirinya di hadapan-Ku di Hari Kiamat serta takut kepada ancaman dan adzab-Ku. |
| وَاسْتَفْتَحُوا وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ {١٥} |
15. Para rasul memohon kepada Rabb mereka agar diberi pertolongan dalam mengalahkan musuh dan ditetapkan keputusan di antara mereka. Dia pun mengabulkan permohonan mereka dan binasakanlah setiap orang sombong yang tidak menerima kebenaran, tidak tunduk kepadanya, serta tidak mengakui tauhidullah dan kemurnian ibadah kepada Allah. |
| مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ {١٦} |
16. Di hadapan orang kafir ini ada Jahanam, di dalamnya ia diberi minum nanah dan darah yang keluar dari tubuh penduduk neraka. |
| يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ {١٧} |
17. Orang yang sombong itu berusaha, dan terus berusaha, menelan nanah, darah, dan hal-hal lain yang mengalir dari tubuh penduduk neraka, tetapi ia tidak bisa menelannya karena saking kotor, panas, dan pahitnya. la ditimpa segala jenis adzab pada setiap bagian tubuhnya, ia tidak mati sehingga beristirahat dari adzab, dan setelah adzab ini ia masih akan merasakan adzab lain yang pedih. |
| مَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَالُهُمْ كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُوا عَلَىٰ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الضَّلَالُ الْبَعِيدُ {١٨} |
18. Sifat amalan orang-orang kafir di dunia ini, contohnya amal kebajikan dan silaturahim, seperti abu yang ditiup sangat kencang oleh angin di hari berhembusnya angin topan, tiupan itu tidak meninggalkan bekas sama sekali. Demikian itulah amal mereka, mereka tidak akan mendapat manfaatnya di sisi Allah, karena telah dihapuskan oleh kekafiran sebagaimana abu yang dimusnahkan oleh angin. Usaha dan amal perbuatan yang dilaksanakan tanpa landasan adalah kesesatan yang jauh dari jalan lurus. |
| أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ ۚ إِنْ يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ {١٩} |
19. Tidakkah engkau, wahai orang yang men-dengar pembicaraan ini —yakni seluruh manusia— mengetahui bahwa Allah telah menciptakan langit dan bumi secara benar, di mana penciptaan itu menunjukkan hikmah dan bahwa diciptakan-Nya langit dan bumi itu bukan untuk kesia-siaan, melainkan sebagai petunjuk tentang keesaan-Nya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya, sehingga mereka beribadah hanya kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun? Jika berkehendak, Dia akan memusnahkan kalian dan mendatangkan kaum lain yang taat kepada Allah. |
| وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ {٢٠} |
20. Membinasakan kalian dan mendatangkan kaum lain itu bukan hal mustahil bagi Allah, melainkan mudah sekali. |
| وَبَرَزُوا لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنْتُمْ مُغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ ۖ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِنْ مَحِيصٍ {٢١} |
21. Makhluk-makhluk akan keluar dari kubur, mereka semua pada Hari Kiamat muncul di hadapan Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa agar Dia memutuskan perkara di antara mereka. Para pengikut berkata kepada para pimpinan mereka: "Sungguh, kami dulu di dunia adalah pengikut kalian dan selalu patuh kepada perintah kalian, apakah kalian —pada hari ini—bisa membela kami dari adzab Allah sedikit saja, sebagaimana yang dulu kalian janjikan kepada kami?" Para pemimpin menjawab: "Andaikata dulu Allah memberi kami hidayah kepada ke-imanan, niscaya kami telah membimbing kalian kepadanya. Tetapi Dia tidak memberikan taufik kepada kami. Oleh karenanya kami tersesat dan menyesatkan kalian. Sama saja bagi kami dan kalian, mengeluh atau bersabar, kita tidak memiliki jalan keluar atau tempat menyelamatkan diri dari adzab." |
| وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ إِلَّا أَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ ۖ مَا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِنْ قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ {٢٢} |
22. Setan berujar —setelah Allah memutuskan perkara dan menghisab makhluk-Nya, penduduk surga telah masuk ke dalam surga, dan penduduk neraka telah masuk yang neraka: "Sungguh, Allah telah menjanjikan janji yang benar kepada kalian tentang kebangkitan dan pembalasan, sedangkan aku menjanjikan janji yang batil bahwa tidak akan ada kebangkitan dan pembalasan, lalu aku pun menyelisihi janjiku. Aku tidak memiliki kekuatan untuk memaksa kalian mengikutiku, juga tidak memiliki hujah. Hanya saja aku mengajak kalian kepada kekafiran dan kesesatan, lalu kalian mengikutiku. Jangan mencelaku, tetapi celalah diri kalian sendiri. Dosa itu dosa kalian sendiri. Aku tidak bisa menyelamatkan kalian sebagaimana kalian tidak bisa menyelamatkanku dari adzab Allah. Sungguh, aku tidak bertanggung jawab terhadap tindakan kalian menyekutukanku dengan Allah dalam ketaatan di dunia. Sungguh, orang-orang zhalim —karena keberpalingan dari kebenaran dan kepatuhan kepada kebatilan— akan memperoleh adzab yang pedih lagi menyakitkan." |
| وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَامٌ {٢٣} |
23. Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya serta beramal shalih dimasukkan ke dalam surga-surga yang dari bawah pohon-pohon dan istana-istananya mengalir sungai-sungai. Mereka tidak keluar darinya selama-lamanya —dengan izin, daya, dan kekuatan Rabb mereka; mereka disambut dengan ucapan selamat dari Allah, para malaikat, dan orang-orang yang beriman. |
| أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ {٢٤} |
24. Wahai Rasul, tidakkah engkau tahu bagaimana Allah membuat perumpamaan tentang kalimat tauhid ilaha illallah) dengan sebuah pohon besar, yaitu pohon kurma; akarnya menghunjam kuat di bumi, sedangkan batangnya menjulang tinggi ke arah langit. |
| تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ {٢٥} |
25. Pohon itu menghasilkan buah setiap saat dengan izin Rabbnya. Begitulah pohon iman, akarnya kuat menghunjam di hati orang mukmin, berupa ilmu dan keyakinan, sedangkan cabangnya yang berupa amal shalih dan akhlak mulia yang diterima oleh Allah dan pahalanya diperoleh setiap saat. Allah membuat berbagai perumpamaan bagi manusia supaya mereka mengambil peringatan dan nasihat, lalu mengambil pelajaran. |
| وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ {٢٦} |
26. Sedangkan perumpamaan kalimat khabitsah (yaitu kalimat kufur), ibarat pohon yang buruk rasanya, yaitu pohon hanzhal yang tercerabut dari permukaan bumi, karena akar serabutnya sangat dekat dengan permukaan tanah, tidak memiliki akar tunjang yang kuat, dan tidak nnemiliki batang yang menjulang. Demikianlah orang kafir, tidak memiliki kemantapan dan kebaikan, juga amal shalih yang diterima oleh Allah. |
| يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ {٢٧} |
27. Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan kebenaran yang kuat, yaitu syahadat bahwa tidak ada ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Allah meneguhkan mereka di kehidupan dunia dengan dinul haq, pada saat wafat dengan husnul khatimah, dan di dalam kubur ketika ditanya oleh dua orang malaikat dengan memberikan petunjuk kepada mereka tentang jawaban yang benar. Allah menyesatkan orang-orang zhalim dari kebenaran di dunia dan akhirat. Allah berkuasa melakukan apa pun yang Dia kehendaki, akankah Dia memberikan taufik kepada orang-orang beriman ataukah mengabaikan orang-orang kafir dan melampaui batas tanpa pertolongan. |
| أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُوا نِعْمَتَ اللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّوا قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ {٢٨} |
28. Wahai orang yang mendengar ucapan ini —yakni manusia secara umum—, belumkah kalian melihat keadaan orang-orang yang mendustakan, yaitu orang-orang kafir Quraisy, yang telah menjadikan kekafiran kepada Allah sebagai pengganti kesyukuran atas nikmat keamanan di Tanah Suci dan diutusnya Nabi di tengah-tengah mereka? Mereka telah menempatkan pengikut-pengikut mereka di lembah kebinasaan, ketika memberangkatkan kaum mereka ke Badar sehingga terbunuh, sedangkan tempat kembali mereka adalah negeri kebinasaan. Yaitu Jahanam, mereka masuk ke dalamnya dan merasakan panasnya, seburuk-buruk tempat tinggal adalah tempat tinggal mereka. |
| جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ الْقَرَارُ {٢٩} |
29. ihat ayat 29 |
| وَجَعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيلِهِ ۗ قُلْ تَمَتَّعُوا فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ {٣٠} |
30. Orang-orang kafir itu menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang mereka ibadahi bersama-Nya, untuk menjauhkan manusia dari din-Nya. Wahai Rasul, katakan kepada mereka: "Nikmatilah kehidupan dunia, karena ia sungguh cepat musnah dan tempat kembali kalian adalah adzab Jahanam!" |
| قُلْ لِعِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَالٌ {٣١} |
31. ahai Rasul, katakan kepada hamba-hannba-Ku yang beriman: Hendaknya mereka menegakkan shalat sesuai dengan ketentuannya dan mengeluarkan sebagian harta yang Kami karuniakan kepada mereka di jalan-jalan kebaikan, yang wajib maupun mustahab dan secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sebelum datang Hari Kiamat yang ketika itu tebusan dan pertemanan tidak bermanfaat. |
| اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ {٣٢} |
32. Allah Yang menciptakan langit dan bumi serta mengadakan keduanya dari ketiadaan; menurunkan hujan dari awan, lalu dengan hujan itu Dia hidupkan bumi setelah mati dan Dia keluarkan rezeki kalian darinya; menundukkan kapal-kapal untuk kalian agar kalian berlayar di lautan dengan perintah-Nya untuk berbagai kepentingan; serta menundukkan sungai-sungai untuk kalian sebagai sumber minuman bagi kalian, juga bagi hewan ternak dan tanaman-tanaman kalian, serta untuk berbagai kemanfaatan lain. |
| وَسَخَّرَ لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَائِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ {٣٣} |
33. Allah juga menundukkan matahari dan bulan yang tidak berhenti bergerak agar menjadi sebab terwujudnya berbagai kemaslahatan; menundukkan malam agar kalian mendapat ketenangan dan beristirahat; serta menun-dukkan siang agar kalian mencari sebagian karunia-Nya dan mengelola kehidupan. |
| وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ {٣٤} |
34. Dia juga mengabulkan segala permintaan kalian, jika kalian menghitung nikmat Allah kepada kalian, kalian tidak akan mampu menghitungnya dan tidak mampu menunaikan kesyukurannya, karena sangat banyak dan beragamnya. Sungguh, manusia itu banyak menzhalimi diri dan banyak mengingkari nikmat Rabbnya. |
| وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ {٣٥} |
35. Wahai Rasul, ingatlah ketika Ibrahim berdoa kepada Rabbnya -setelah menempatkan putranya, yaitu Ismail, bersama ibunya, Hajar, di lembah Mekah: "Rabbi, jadikanlah Mekah sebagai negeri aman, siapa pun yang di sana mendapatkan keamanan, serta jauhkan aku dan anak-anakku dari peribadahan kepada patung-patung. |
| رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ {٣٦} |
36. Rabbi, patung-patung itu telah menyebabkan banyak manusia jauh dari jalan kebenaran maka barang siapa yang meneladaniku dalam bertauhid, berarti dia mengikuti din dan sunnahku. Adapun siapa yang menyelisihiku, dengan melakukan dosa selain kesyirikan, sungguh Engkau Maha Pengampun terhadap para pelaku dosa -dengan keluasan karunia-Mu- dan Maha Penyayang terhadap mereka, Kauampuni siapa di antara mereka yang Kaukehendaki. |
| رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ {٣٧} |
37. Wahai Rabb kami, sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di sebuah lembah yang tiada tumbuhan dan air, di samping Rumah-Mu yang suci. Wahai Rabb kami, aku melaksanakan hal itu karena perintah-Mu, supaya mereka menegakkan shalat sesuai dengan ketentuannya. Oleh karena itu, jadikan hati sebagian makhlukmu cenderung dan rindu kepada mereka, berilah mereka rezeki di tempat ini berupa berbagai macam buah agar mereka bersyukur kepada-Mu atas keagungan nikmat-Mu."Allah pun mengabulkan doanya. |
| رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ {٣٨} |
38. "Wa hai Rabb kami, sungguh Engkau tahu apa yang kami sembunyikan maupun yang kami perlihatkan. Tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan Allah sedikit pun, semua yang ada di langit dan di bumi Dia ketahui" |
| الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى الْكِبَرِ إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ ۚ إِنَّ رَبِّي لَسَمِيعُ الدُّعَاءِ {٣٩} |
39. Ibrahim memuji Rabbnya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberiku karunia, di usiaku yang tua renta, berupa anak, yaitu Ismail dan Ishaq, setelah aku berdoa agar Dia memberiku anak-anak yang shalih. Sungguh, Rabbku benar-benar mendengar doa orang yang berdoa kepada-Nya, aku telah berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengecewakan harapanku. |
| رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ {٤٠} |
40. "Rabbi, jadikan aku orang yang terus-menerus menjalankan shalat dengan sebaik-baiknya. Jadikan keturunanku sebagai orang yang menjaga pelaksanaannya.Wahai Rabb kami, kabulkan doaku dan terimalah ibadahku! |
| رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ {٤١} |
41. "Waha i Rabb kami, ampunilah aku karena kesalahanku yang tak mungkin ada manusia yang luput darinya. Ampunilah kedua orang tuaku (doa ini diucapkannya sebelum mengetahui bahwa ayahnya adalah musuh Allah), dan ampunilah semua orang yang beriman pada Hari berdirinya manusia untukmenjalani hisab dan pembalasan." |
| وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ {٤٢} |
42. Wahai Rasul, jangan kaukira bahwa Allah lengah terhadap perbuatan orang-orang zhalim, seperti: mendustakanmu atau rasul-rasul selainmu, menyakiti orang-orang beriman, dan berbagai kemaksiatan lainnya. Kami menunda hukuman mereka hanyalah sampai suatu hari yang dahsyat, di mana mata mereka terbelalak dan tak bisa terpejam disebabkan kengerian apa yang dilihatnya. Ini mengandung hiburan bagi Rasulullah, yaitu Muhammad |
| مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ {٤٣} |
43. Pada hari ketika orang-orang zhalim bangkit dari kubur, bersegera menyambut seruan penyeru sambil mengangkat kepala. Namun mereka tidak bisa menyaksikan apa-apa disebabkan kengerian situasi pada saat itu, sedangkan hati mereka kosong tak berisi, karena diliputi rasa takut dan ngeri terhadap huru-hara yang dilihatnya. |
| وَأَنْذِرِ النَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ الْعَذَابُ فَيَقُولُ الَّذِينَ ظَلَمُوا رَبَّنَا أَخِّرْنَا إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ الرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوا أَقْسَمْتُمْ مِنْ قَبْلُ مَا لَكُمْ مِنْ زَوَالٍ {٤٤} |
44. Wahai Rasul, peringatkanlah orang-orang yang kepada mereka engkau Kuutus, tentang adzab Allah pada Hari Kiamat. Ketika itu orang-orang yang menzhalimi diri sendiri dengan kekafiran, berkata:"Wahai Rabb kami, berilah kami tenggang waktu sebentar saja untuk beriman kepada-Mu dan membenarkan rasul-rasul-Mu." Mereka pun dicela: "Bukankah kalian pernah bersumpah bahwa kalian tidak mungkin beralih dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat, sehingga kalian tidak beriman kepada Hari Kebangkitan ini? |
| وَسَكَنْتُمْ فِي مَسَاكِنِ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ الْأَمْثَالَ {٤٥} |
45. "Kalian juga menempati tempat tinggal orang-orang kafir di masa lalu yang menzhalimi diri, seperti kaum Hud dan Shalih, kalian tahu —berdasarkan apa yang kalian lihat dan berita yang disampaikan kepada kalian— kebinasaan yang Kami timpakan kepada mereka, dan Kami telah membuat berbagai perumpamaan untuk kalian di dalam Al-Qur'an, tetapi kalian tidak mengambil pelajaran?" |
| وَقَدْ مَكَرُوا مَكْرَهُمْ وَعِنْدَ اللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِنْ كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ الْجِبَالُ {٤٦} |
46. Orang-orang musyrik telah merancang persekongkolan jahat untuk membunuh Rasul. Padahal rencana jahat mereka ada di sisi Allah, Allah meliputinya, dan rencana jahat itu pasti berbalik kepada mereka. Tidaklah rencana jahat mereka itu mampu memusnahkan gunung-gunung atau lainnya karena sangat lemah dan rapuh, juga tidak akan membahayakan Allah sedikit pun, tetapi justru akan membahayakan diri mereka sendiri. |
| فَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ {٤٧} |
47. Wahai Rasul, janganlah menyangka bahwa Allah akan menyelisihi janji-Nya kepada rasul-rasul-Nya, yaitu untuk memberikan keme-nangan dan membinasakan orang-orang yang mendustakan mereka. Sungguh, Allah Maha-perkasa, tiada sesuatu yang mustahil bagi-Nya dan Maha Pendendam terhadap musuh-musuh-Nya. (Sekalipun pembicaraan ini ditujukan kepada Nabi akan tetapi maknanya dimaksudkan untuk seluruh umat). |
| يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ {٤٨} |
48. Dendam Allah kepada musuh-musuh-Nya pada Hari Kiamat itu terjadi pada hari ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain yang putih bersih seperti perak; langit pun diganti dengan langit yang lain, sedangkan makhluk-makhluk keluar dari kuburnya dalam keadaan hidup dan muncul untuk berjumpa Allah Yang Maha Esa, Mahaperkasa, serta Mahatunggal dalam keagungan, nama-nama, sifat-sifat, perbuatan-perbuatan, dan kekuasaan-Nya atas segala sesuatu. |
| وَتَرَى الْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُقَرَّنِينَ فِي الْأَصْفَادِ {٤٩} |
49. Wahai Rasul, engkau akan melihat orang-orang yang berdosa pada Hari Kiamat itu dibelenggu, tangan dan kaki mereka dirantai, sedangkan mereka dalam keadaan terhina. |
| سَرَابِيلُهُمْ مِنْ قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ النَّارُ {٥٠} |
50. Pakaian mereka terbuat dari belangkin (ter) yang menyala-nyala dan wajah mereka dibakar oleh api neraka. |
| لِيَجْزِيَ اللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ {٥١} |
51. Allah memperlakukan mereka seperti itu sebagai balasan terhadap dosa-dosa yang telah mereka lakukan di dunia. Allah membalas setiap manusia sesuai dengan kebaikan atau keburukan amalnya. Sungguh, Allah Mahacepat hisab-Nya. |
| هَٰذَا بَلَاغٌ لِلنَّاسِ وَلِيُنْذَرُوا بِهِ وَلِيَعْلَمُوا أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ {٥٢} |
52. Wahai Rasul, Al-Qur'an yang Kami turunkan kepadamu ini merupakan pemberitahuan bagi manusia, untuk me-nasihati dan menakut-nakuti mereka, dan agar mereka yakin bahwa Allah adalah Ilah Yang Esa, lalu mereka ber-ibadah hanya kepada-Nya, tanpa sekutu bagi-Nya serta agar orang-orang berakal sehat mengambil pelajaran. |
 |